29: Firasat Aneh

3.7K 389 71
                                        

Kalau lupa sama alur ceritanya boleh baca ulang pada bab sebelumnya ya, maaf baru kembali. Alhamdulillah urusan di rl udah terselesaikan dengan lancar, maacii udah setia menunggu cerita ini🧡

Selamat membaca ya, hope you enjoy!

●●●

Jazzki terpaksa usai mewakili OSN harus mengikuti tiga mapel ujian susulan karena ia melewatkan sesi ujian tersebut di sekolah. Namun hal itu juga tidak akan menjadi masalah jika Jazzki berhasil membawa pulang medali emas dan piagam penghargaan maka nama Jazzki sudah bisa dipastikan masuk ke dalam deretan nama siswa dengan kelas unggulan.

Di SMA Galaksi memang ada seleksi semacam itu untuk memilah penerus-penerus berprestasi ke depannya, yang akan membawa nama sekolah tersebut supaya tetap harum di seantero kota.

"Gue nanti jarang pegang hp, tapi kalau ada waktu gue bakal ngabarin lo," ujar Jazzki.

Joanna tersenyum, mengimbangi langkah kaki Jazzki yang sengaja dipelankan. Kaki Joanna masih sakit sehingga jalan anak itu tidak bisa secepat biasanya.

"Lo dikarantina cuman semalam kan? Besok selesai olimpid lo kan udah balik," kata Joanna.

"Sehari itu lama ya, Jo," ujar Jazzki yang sebenarnya tidak bisa berpisah lama-lama dengan Joanna. 

"Sehari doang, cepet kok," timpal Joanna. "Gue anter sampai sini, itu temen-temen lo udah pada nunggu," ujar Joanna menyuruh Jazzki supaya sadar jika dirinya sudah ditunggu teman-teman yang lain.

Jazzki memandang teman-temannya, kemudian ia kembali memandang Joanna. Ah ... kenapa rasanya berat sekali?

"Astaga, Jazz! Sumpah lo malu-maluin!" wajah Joanna bersemu merah ketika Jazzki tiba-tiba memeluknya. Masih bisa diterima kalau dia melakukannya di rumah tetapi kalau  dia nekat memeluk Joanna di sekolah rasanya Joanna ingin menghilang dari dunia. Dia paling tidak bisa jika menjadi pusat perhatian apalagi Jazzki cukup populer di sana.

"Ihh... sweet banget sih twins Galaksi yang satu itu..."

"Ya ampun ... mau juga dong dipeluk sama Kak Jazz,"

"Kak Jo boleh juga ya..."

"Ya Alloh Kak Jo ternyata nggak kalah ganteng, kenapa selama ini jarang keluar kelas sih!"

Joanna langsung merasa risih dengan celetuk para siswi.

"Cuman mau berangkat ke hotel satu malam kayak orang mau merantau jauh aja deh!" sewot Joanna tanpa membalas pelukan Jazzki.

"Lo harus janji begitu gue pulang lo udah nunggu di depan pintu. Gue mau wajah lo yang pertama gue lihat di rumah."

"Iya-iya, ah! Lepasin!" berontak Joanna.

"Gue berangkat ya, awas lo, ntar kangen."

Joanna memutar bola matanya malas.

"Kalau gue WA buruan dibales nggak ada slow respon, kalau dah sampai ntar gue kabarin!" ujar Jazzki setia mengoceh.

"Daaah!" Jazzki melambaikan tangannya.

JAZZKI & JOANNACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang