2 Minggu kemudian...
Sekolah memberikan waktu dua minggu bagi siswa dan siswinya untuk mengistirahatkan tubuh serta pikiran mereka dari kegiatan belajar mengajar. Namun waktu libur tersebut tak terasa berlalu begitu cepat, hitungan hari terasa hanya hitungan jam. Yang seharusnya dinikmati malah terjadi beberapa kejadian plot twist yang menguras tenaga.
Sepertinya hanya Jazzki dan Joanna yang terlihat sibuk menghadapi masalah. Buktinya saja teman-teman mereka asyik menikmati hari libur dengan memasang instastory holiday bersama keluarga. Berbeda jauh dengan nasib kedua bocah kembar yang hanya berdiam di rumah saja tetap kena masalah.
Aroma wangi minyak telon menguar dari tubuh Joanna. Entah apa motif anak itu menuangkan banyak minyak pada area dada dan perut sehingga wanginya sudah mirip seperti bayik. Dipadukan dengan wajah Joanna yang polos.
"Jo, susunya diminum jangan main hp mulu," Jazzki menegur Joanna yang duduk di kursi dapur namun masih memberikan atensinya pada ponsel pintar di tangan.
Joanna mematikan ponselnya.
"Masih panas," jawabnya memegang gelas susu yang Jazzki buat dengan air mendidih.
"Air galon abis makanya gue masak air."
"Gue kemarin udah rencana ke warung, tapi malah minum obat jadi tidur dah," Joanna menyendok air susu, ia tiup perlahan.
"Rencana," cibir Jazzki.
"Eh btw almet osis gue jadi lo setrikain kan?" tanya Jazzki baru mengingat jika hari ini almamater tersebut harus dikenakan.
"Udah, dah gue gantung. Ambil aja di kamar gue," titah Joanna.
"Lo nyetrika apa aja?"
"Osis doang sama almet lo."
"Seragam yang lain kaga?"
"Ngapain orang masih dipakai besok."
"Astaga gue kira lo dah tobat."
Semenjak keluarga berantakan, Jazzki dan Joanna tidak pernah makan di meja makan keluarga lagi.
"Nanti pas balik gue lanjutin," cicit Joanna.
"Titip punya gue sekalian," Jazzki menyengir menatap wajah Joanna.
"Taruh di kamar gue mana yang mau disetrika," jawab Joanna dengan mudah. Ia dari dulu memang sudah diperbudak oleh Jazzki.
"Sama outfit gue sekalian boleh nggak?"
"Maruk lo!"
"Nanti malam gue traktir bakso," Jazzki menaik turunkan alisnya.
"Boleh?" tanya Joanna. Sudah lama ia tidak makan makanan favoritnya itu. Semenjak sadar dari koma hingga detik ini.
"Iya, tapi kuah dikit," Jazzki mengangkat ibu jari dan telunjuknya membentuk jarak yang sangat tipis menggambarkan seberapa bolehnya Joanna menyantap kuah dari olahan daging tersebut.
"Emm ... boleh deh," putus Joanna demi semangkuk bakso.
Jazzki tertawa melihat Joanna menjilat bibir. Pasti anak itu sedang membayangkan semangkuk bakso dengan kuah panas yang mengepul ke udara.
"Nanti di sekolah gak boleh jajan macem-macem."
"Yang gak tinggi garem kan?"
Jazzki mengangguk.
"Aman," jawab Joanna.
"Minum pakek mulut, lo sendokin keburu telat kita," protes Jazzki gemas. Ia saja sudah menghabiskan susu pada gelasnya hingga tandas.
KAMU SEDANG MEMBACA
JAZZKI & JOANNA
Fiksi UmumSi Kembar yang satu ini berbeda. Cerita ini menceritakan tentang dua cowok kembar bernama Jazzki dan Joanna. Dari segi fisik mereka berdua memang serupa, tapi apakah sifat mereka serupa pula? Jangan ditanya. Mending langsung baca aja!
