Si Kembar yang satu ini berbeda.
Cerita ini menceritakan tentang dua cowok kembar bernama Jazzki dan Joanna. Dari segi fisik mereka berdua memang serupa, tapi apakah sifat mereka serupa pula? Jangan ditanya. Mending langsung baca aja!
Seperti laki-laki pada umumnya yang tengah terserang demam, Jazzki meringkuk manja seakan menjadi manusia yang paling tidak berdaya. Suhu tubuh Jazzki belum menurun sejak semalam, bahkan pagi ini suhunya bertambah hingga bibir dan wajah anak itu terlihat sangat pucat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tinggi bener," Joanna baru saja menyematkan termometer ke lipatan ketiak Jazzki. Angka yang dihasilkan dari alat pengukur suhu badan tersebut menunjukkan jika Jazzki tengah demam tinggi.
"Lo beneran kangen Mama?" tanya Joanna mencondongkan kepala menyimak pergerakan mulut Jazzki yang terdengar samar.
Joanna memeras handuk hangat hingga setengah kering, mengganti plaster pereda demam yang sudah dipakai semalaman lalu membiarkan kening Jazzki terkompres dengan handuk alami saja.
Joanna iseng menyematkan termometer ke tubuhnya saat dirasa hawa di sekitar terasa sedikit berbeda.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sialan malah ketularan," Joanna menghela nafas melihat hasil pengukuran dari alat tersebut.
Tubuh Joanna sendiri belum fit. Begitu mudah imun tubuhnya dibobol oleh virus sehingga kini kondisinya sebelas dua belas seperti yang Jazzki rasakan.
Joanna lekas meminum obat penurun demam sebelum gejala semakin bertambah parah. Joanna tau bila tubuhnya rentan tertular apabila orang di sekitarnya tengah sakit, namun ia tidak mau memusingkan hal tersebut. Ia tetap menemani Jazzki, tidur di sebelahnya, merawatnya dan kini Joanna harus ketularan akibat tidak menjaga jarak aman.
"Jazz," Joanna kembali membangunkan Jazzki.
"Lo pilih dibawa ke rumah sakit terus disuntik atau lo minum obat sekarang juga," ancam Joanna.
Jazzki melenguh tidak nyaman. Ia mencoba membuka mata ketika aliran yang bersumber dari handuk lembab yang berada di kening menetes melewati telinganya.
"Tenggorokan gue sakit," Jazzki mengeles seperti balita yang musti dibujuk-bujuk supaya mau meminum obat.
"Makanya minum obat, biar mendingan," Joanna bersabar teringat jika selama ini ketika dia sakit Jazzki mau merawatnya dengan sabar. Namun siapa juga yang tidak gemes melihat orang sakit disuruh minum obat saja susahnya minta ampun.