26: Hanya Menjadi Beban

4.4K 410 140
                                        

Guys chapter ini setara dengan 2 chapter sekaligus. Puanjang banget... jangan bosen ya bacanya😌

Oh iya, bagi yang belum follow bisa langsung difollow ya akun andarrr

Terimakasih sebelumnya dan selamat membaca!

●●●

Malam itu hujan deras mengguyur kota Jakarta, beruntungnya sebelum rintik hujan semakin lebat Jazzki dan Joanna sudah tiba di rumah. Namun seragam yang mereka kenakan tetap terasa lembab akibat menerobos rintikan hujan ringan di sepanjang jalan.

"Lo mandi duluan," titah Jazzki kepada Joanna. Jazzki sengaja menyuruh Joanna untuk cepat-cepat mandi supaya anak itu tidak terserang demam. Maklum, imun Jazzki lebih kebal dari Joanna, ia masih bisa bertahan sampai menunggu Joanna selesai mandi meskipun dia sendiri juga kedinginan.

"Oke, tunggu lima menit," sahut Joanna tidak membutuhkan waktu lama hanya untuk sekedar mandi.

"Pasti nggak pakek jas hujan," timpal Elvi geleng-geleng kepala melihat seragam kedua putranya basah.

Jazzki menyengir merasa tidak bersalah.

"Dibeliin jas hujan yang katanya modern, masih aja nggak mau makai," sambung Elvi menarik hidung mancung Jazzki.

"Jo ngebut tadi, jadi Jazz ngikut aja," ujar Jazzki.  "Biar kita nggak kehujanan lagi, beliin mobil dong, Ma," usul Jazzki.

"Enak banget ya kamu ngomongnya, minta dibeliin mobil kayak minta dibeliin gorengan," jawab Elvi.

"Hehe ... kan uang Mama sama Papa banyak..."

"Apa? Jazz minta dibeliin mobil?" Yohan berjalan menuruni anak tangga bersama secangkir kopi di tangannya.

"Iya tuh, mentang-mentang habis diajarin nyetir mobil malah keenakan megang mobil," timpal Elvi.

"Lumayan Ma, dah bisa nyetir besok tinggal daftar SIM," Jazzki menaik turunkan alisnya.

"KTP aja belum beres, gimana mau bikin SIM," beo Jazzki menertawakan ucapannya barusan.

"Kalau Papa ngasih uang jajan, nggak usah kamu pakai buat jajan ditabung aja buat beli mobil keinginan kamu," ujar Yohan sambil merogoh saku celananya.

"Oh iya, ini kan akhir bulan! Wah ... Mama sama Papa gajian dong!" ujar Jazzki semangat.

"Jo mana?" tanya Yohan.

"Mandi dia, Pa," balas Jazzki.

"Ini buat kamu," Yohan memberikan sejumlah uang kepada Jazzki.

"Pokoknya harus cukup buat satu bulan ke depan, motor nggak usah dineko-neko, awas aja kalau knalpot kamu nekat di-brong," ujar Yohan sebelum Jazzki menerima uang jajan bulanan pemberiannya.

"Asyik, dapat uang jajan..."

"Jangan lupa nabung," titah Elvi.

"Jo, sini!" Elvi mengayunkan tangannya melihat Joanna sudah berganti dengan kaos putih dan celana training panjang.

"Jazz dikasih uang jajan tuh, minta juga gih sama Papa..." Elvi menarik tangan Joanna, putranya yang satu itu sungguh tidak banyak permintaan.

"Kapan jadwal kamu check-up?" tanya Yohan ketika Joanna sudah berada di hadapannya.

"Besok aja, Pa. Mumpung les nya libur," jawab Joanna.

"Besok kamu sibuk nggak, Ma?" tanya Yohan.

"Besok ya? Besok kan hari rabu, aduh... Mama harus packing sarana buat event beauty class besok kamis. Sama Jazz aja nggak papa kan, sayang?"

JAZZKI & JOANNACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang