Sebelum mulai membaca, aku agak kaget lihat view cerita ini udah 2k pembaca... Mau tanya dong, kalian tau cerita ini dari mana weh🤣 Perasaan gue baru promosiin di wall, selebihnya gue belom sempet promosi di lapak anak-anak gue yang lain.
Makasih ya udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak kalian juga.
●●●
Sebelum berangkat sekolah sudah ada nota kecil yang berada di atas meja makan. Jazzki tidak tau entah sepenting apa urusan kerja kedua orangtuanya sampai pagi-pagi buta sudah berangkat saja.
"Hari ini kita sarapan seadanya. Mama sama Papa udah berangkat," ujar Jazzki menyadari Joanna berjalan menuruni tangga.
Bukannya menuju meja makan, Joanna justru langsung ngacir keluar tanpa mempedulikan Jazzki yang sedang mengoles selai pada beberapa roti untuk mereka makan berdua.
"Jo," panggil Jazzki.
"Adek gue Jo..." rengek Jazzki mengekori Joanna.
"Dih, apasih!" Joanna memberontak ketika Jazzki tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang.
"Udah dong ngambeknya," cicit Jazzki bergelayut manja pada pundak Joanna. Setelah Jazzki renungkan, ia menjadi merasa bersalah. Tidak seharusnya ia berkata seperti semalam pada Joanna yang kondisi fisik serta psikisnya sedang tidak stabil.
"Najis, lepas nggak?!" bentak Joanna.
Tidak ingin membuat Joanna semakin marah, Jazzki pun menurut melepas pelukannya. Begitu Joanna menatap wajah Jazzki, Jazzki langsung menarik bibirnya hingga membentuk senyuman manis. Sok imut banget.
"Lo pikir lo lucu kek gitu?" tanya Joanna jengah.
"Menurut lo gimana?"
"Nggak sama sekali, jijik gue lihatnya. Minggir," titah Joanna pada Jazzki yang berdiri di hadapannya.
"Tunggu, lo udah enakan? Dada lo masih sakit nggak?"
"Nggak usah lo sok peduli."
"Gue kan emang peduli sama lo."
"Bodoamat!"
"Heh!" Jazzki menarik paksa tas gendong Joanna membuat anak itu mau tak mau akhirnya menunda langkah kakinya lagi.
Joanna menoleh, melayangkan tatapan tidak bersahabat.
"Sarapan dulu, nanti ada jam olahraga," sambung Jazzki.
Joanna pernah bilang jika Jazzki sebenarnya baik. Ya, Jazzki memang saudara yang baik. Jazzki adalah anggota keluarga yang paling sabar menurut Joanna. Namun juga yang paling menyebalkan.
Jazzki ialah sosok yang lembut dan penyayang. Dengan sabar Jazzki selalu mengingatkan Joanna supaya belajar. Andai mau bertanya, dengan senang hati Jazzki akan mengajari Joanna sampai Joanna benar-benar paham. Kadang Joanna sendiri yang gengsi jika ingin belajar dengan saudaranya itu. Selain terlalu percaya diri, Jazzki adalah tipe orang yang cerewet.
"Gue buatin susu ya," ujar Jazzki setelah menyodorkan piring berisi empat helai roti tawar yang sudah diisi dengan selai coklat.
"Jangan segelas penuh," usul Joanna sebelum Jazzki menuang air hangat.
"Oke, siap," jawab Jazzki. "Yang kental dan gurih kan maksud lo?" Jazzki menyeringai sembari mengaduk susu di dalam gelas.
"Gurih?"
Jazzki mengangguk.
"Bukannya susu itu manis?"
"Susu ada juga yang gurih adekku sayang."
KAMU SEDANG MEMBACA
JAZZKI & JOANNA
General FictionSi Kembar yang satu ini berbeda. Cerita ini menceritakan tentang dua cowok kembar bernama Jazzki dan Joanna. Dari segi fisik mereka berdua memang serupa, tapi apakah sifat mereka serupa pula? Jangan ditanya. Mending langsung baca aja!
