Jazzki kira Joanna tidak suka diberi semacam bunga dan buah tangan dari orang lain. Perasaan setiap Jazzki mendapat kado-kado semacam itu Joanna terlihat tidak peduli. Nyatanya hari ini anak itu terlihat bahagia dengan beberapa barang di tangannya.
Tau begitu Jazzki pasti membagi barang-barang yang pernah dikasih orang lain kepada saudara kembarnya itu. Jazzki tidak tau jika selama ini Joanna tidak pernah merasakan sedikit pun berada di posisinya. Mendapat perhatian dari orang sekitar hingga mendapat semacam kado kecil yang ternyata memiliki arti tersendiri di hatinya.
Jazzki rasa bunga dan tumbler hanya hadiah kecil biasa. Namun bagi Joanna tidak. Ia merasa dihargai karena tidak banyak orang yang mengenalnya sehingga mustahil rasanya ia diberi barang-barang semacam itu dari orang lain.
"Nih."
Joanna memberikan satu bunganya kepada Jazzki. Joanna jadi tidak enak dengan Jazzki. Biasanya Jazzki yang dikasih namun hari ini dia tidak mendapat satu barang pun dan kini Jazzki hanya memperhatikan Joanna sedari tadi.
"Sejak kapan lo suka bunga?" tanya Jazzki sembari menerima bunga pemberian Joanna. Ia tidak kepingin sebenarnya, ia hanya candu melihat Joanna tersenyum tulus.
"Ini bunga dari orang lain, gue belum pernah sebelumnya dapat ginian hehe..." kekeh Joanna. "Beda aja gitu."
Jazzki ikut tersenyum melihat sudut bibir Joanna tidak berhenti mengembang.
Rasanya beban di tubuh Joanna berkurang. Kabar-kabar baik hari ini memberikan energi positif bagi dirinya.
"Keren banget saudara gue ... udah masuk 10 besar dapat bunga sama tumbler dari cewek-cewek lagi. Good job, Jo. Awal yang baik di perjalanan kelas tiga," ujar Jazzki.
Joanna mengerjapkan matanya.
DEMI?!
Seorang Jazzki memujinya?
Tak ada angin tak ada hujan entah mendapat dorongan dari mana hingga mulut Jazzki dapat selancar itu memuji hasil pekerjaan Joanna. Biasanya jika tidak mengejek ya meremehkan meski pada dasarnya Jazzki sungguh menyayangi Joanna.
Senyum Joanna semakin lebar mendengar kata-kata baik yang terucap. Ia senang sekali jika ada orang yang mau menghargai hal-hal kecil yang telah diupayakan seseorang.
"Hoki gue kepake hari ini," cicit Joanna.
Degg...
"Shhh ... jantung gue," Joanna tiba-tiba mendesis. Raut wajahnya yang riang kini berubah menjadi tegang. Telapak tangannya merayap menggenggam dada sebelah kirinya yang berdenyut tidak karuan.
"Kan, dibilangin jangan banyak jalan," Jazzki mengambil alih bunga mawar dan tumbler yang Joanna pegang.
"Tung ... napa lagi sih lo... sssh..." monolog Joanna sembari memijit dadanya perlahan.
"Gimana rasanya?"
Joanna memejamkan mata mencari atensi jantungnya supaya mau diajak kerja sama. Naluri Joanna memberikan sinyal kepada organ satu itu, membujuk dengan bahasanya sendiri.
Tarikan nafas yang terasa menyakitkan diringi debaran jantung yang cepat.
"Jo jangan bikin gue jadi panik!"
"Hah..." Joanna mengesahkan nafas secara perlahan. Ia takut jika seandainya setiap tarikan nafas semakin membuatnya kesakitan.
Joanna bergeming, menghitung mundur angka satu sampai lima. Ia percaya jika jantungnya pasti mendengar apa yang telah ia katakan. Joanna sering menggunakan sugesti itu untuk membuat dirinya lebih tenang dan tetap bisa menguasai tubuhnya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
JAZZKI & JOANNA
General FictionSi Kembar yang satu ini berbeda. Cerita ini menceritakan tentang dua cowok kembar bernama Jazzki dan Joanna. Dari segi fisik mereka berdua memang serupa, tapi apakah sifat mereka serupa pula? Jangan ditanya. Mending langsung baca aja!
