30: Keluarga Toxic

6.5K 484 155
                                        

Sebelum membaca aku akan sangat ridho kalau kalian follow akun ini dulu andarrr, ga maksa sih tapi ngarep wkwkwk...

TAPI BAB SEBELUM INI UDAH PADA BACA KAN? UDAH DIVOTE KAN? Ntar langsung ke sini tapi belum baca yang atas kan jadi hah heh hoh🗿

Oke, aku mau ngasih tau kalau bab ini ada unsur 🔞, nanti adegan yang mengganggu bisa langsung di skip. I hope you enjoy, guys...

●●●

Jazzki memotret medali emasnya dengan perasaan bangga. Ia sudah tidak sabar untuk memamerkan kemenangan ini kepada Joanna. Menurut Jazzki, Joanna tidak pernah iri atas segala pencapaian yang ia peroleh. Selama Jazzki antusias menceritakan kegiatan lombanya, Joanna tetap mendengarkan dan sesekali memberikan tanggapan.

Lima siswa yang dikirimkan dari SMA Galaksi itu pulang dengan perasaan gembira. Mereka semua berhasil membawa pulang juara, dan menyumbangkan piala cantik yang nantinya akan dipajang di gedung utama Galaksi.

"Jazz, kamu beneran nggak mau mampir ke dokter dulu?" tanya Pak Hengki melirik ke kaca spion, beliau yang bertugas untuk menyetir mobil.

"Nggak perlu, Pak. Saya udah nggak sabar sampai ke rumah," timpal Jazzki sibuk memotret medali yang ia bawa.

Jazzki membuka room chat grup keluarganya. Ia menekan ikon kamera lalu hendak mengirimkan hasil jepretannya tersebut ke dalam sana.

"Ah," desah Jazzki mengingat jika kondisi keluarganya sedang tidak baik-baik saja.

"Apa gue bikin story aja ya," Jazzki masih gengsi jika ingin mengawali kecanggungan ini. Salah siapa Mama dan Papa tidak memberikan Jazzki semangat di saat ia akan berangkat lomba, alhasil Jazzki menjadi merajuk.

Jazzki mengupload gambar tersebut ke dalam story pribadinya. Dengan harapan penuh, Jazzki berharap besar jika kedua orang tuanya ada yang melihat, lalu memberikan tanggapan dan bisa diajak komunikasi lagi. Sungguh, hati anak mana yang tidak merindukan suasana hangat keluarga. Apalagi Jazzki merasa, selama ini ia sangat dibanggakan oleh kedua orang tuanya.

Ting!

Ting!

Ting!

Jazzki hanya memandang deretan umpan balik yang diberikan teman-temannya usai Jazzki memposting postingan tersebut. Tetapi bukan tanggapan mereka yang Jazzki inginkan.

Hingga setengah perjalanan, Jazzki masih memantau story pribadinya. Ia belum puas, jika orang yang ditunggu belum melihat postingannya. Ia rela memosting story 24 jam sampai target sudah melihat isi dari story yang ia buat.

Ting!

Mama
Sayang, kamu kapan lombanya?
13.20

Jazzki menggigit bibir bawahnya, menahan perasaan senang ketika story miliknya di reply oleh Mama kesayangannya.

Jazzki sengaja mengulur waktu beberapa saat, supaya tidak ketahuan jika ia sedang memantau komentar.

hari ini ma
13.25

Waaahhhh😍😍😍
13.25

Proud of you, dear...
13.25


13.25

dapet medali emas, ma
13.25

😍selamat ya sayang, mama banggaaaaaaa banget sama kamu❤
13.25

JAZZKI & JOANNACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang