Follow dong guys andarrr!!!
Chapter ini agak panjang, semoga kalian nggak bosan. Happy Reading!
●●●
Dari kecil Jazzki itu sudah bawel, sekarang ditambah seakan mendapat tanggung jawab untuk merawat Joanna dia semakin bawel tidak karuan.
Jazzki memang oke dalam dunia komunikasi dan akademik namun ketika dihadapkan dengan pekerjaan rumah hingga berbagai situasi tertentu dia tidak bisa langsung menangkap atau mengambil tindakan dengan cepat. Bisa-bisa jika setiap harinya pekerjaan rumah tidak dibantu Joanna, Jazzki akan kewalahan. Bahkan dalam urusan memasak pun dia masih sering gagal lantaran kecerobohannya.
Meski begitu Jazzki tidak pernah menyerah. Mental pantang menyerah telah melekat pada dirinya karena terbiasa dituntut untuk selalu berhasil.
Saat ini Jazzki sedang duduk di kursi dapur menyimak video tentang cara memasak sayur. Ia merasa bosan setiap hari hanya membuat menu itu-itu saja. Kali ini dia ingin membuat menu makanan yang berbeda. Padahal kalau mau gampang bisa saja dia membeli di warung, seperti yang selalu Mama mereka lakukan dulu. Pagi hanya sarapan susu dan roti selai, siang disuruh jajan di luar dan malamnya kalau pulang Elvi beli makanan dari luar. Pantas saja dapur di rumah mereka bersih melulu.
"Jo, gue punya resep masak baru pagi ini," ujar Jazzki begitu Joanna turun. Terlihat dari wajahnya sepertinya Joanna baru bangun tidur.
Joanna menyipitkan matanya melihat pergerakan yang ada di layar ponsel kembarannya.
"Hmm," gumam Joanna yang masih setengah ngantuk.
"Lo cuci piring gih, gue yang masak. Pokoknya lo gue kasih pekerjaan yang dingin-dingin, biar bagian yang ada panasnya gue saja," celoteh Jazzki.
Joanna mengangguk samar. Menggunakan air dari wastafel dapur untuk membasahi wajahnya. Ia mulai membersihkan piring-piring kotor yang teronggok belum dicuci sejak kemarin---maklum anak cowok.
Ketika semua piring telah bersih dicuci, Joanna kembalikan piring itu ke tempat semula. Berbeda dengan Jazzki apabila tengah mencuci piring. Kadang buih dari sabun pencuci piring masih tersisa lalu piring yang sudah bersih dicuci masih ditaruh di atas wastafel.
Huh, memang nol besar Jazzki bila disuruh mengerjakan pekerjaan rumah.
"Udah," lapor Joanna kepada Jazzki.
"Udah?" Jazzki menoleh sekilas sementara atensinya sibuk mengukur seberapa banyak air yang nantinya akan menjadi kuah pada masakannya.
"Masak apa sih lo? Kelihatan ribet gitu," tanya Joanna.
"Kan gue udah bilang, gue mau masak menu baru pagi ini," ujar Jazzki.
"Selama ini masakan gue enak kan, Jo?" tanya Jazzki percaya diri.
"Hmm," gumam Joanna mengiyakan saja, ia tidak mau merusak mood saudaranya itu
"Nah sekarang lo nggak ada kerjaan?"
Joanna mengangkat bahunya.
"Panasin motor lo, sekalian motor gue," titah Jazzki paling jago menyuruh.
"Kunci?"
"Kunci motor gue?"
"Iya lah," terang Joanna. Pakek nanya lagi si Jazzki.
"Oooh... di kamar, ambil ae."
Joanna pergi tanpa mengatakan sepatah kata lagi. Langsung mengerjakan perintah Jazzki tanpa banyak berprotes. Makin enak saja Joanna disuruh-suruh membuat Jazzki tidak kerepotan sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
JAZZKI & JOANNA
General FictionSi Kembar yang satu ini berbeda. Cerita ini menceritakan tentang dua cowok kembar bernama Jazzki dan Joanna. Dari segi fisik mereka berdua memang serupa, tapi apakah sifat mereka serupa pula? Jangan ditanya. Mending langsung baca aja!
