part 6

637 92 115
                                        

🔥HAPPY READING🔥

---

Sesampainya di depan gerbang sekolah, Reyna panik karena gerbang sudah ditutup. Ya, benar sekali, ia terlambat lagi.

“Woi, Pak! Cuma telat beberapa menit doang, masa udah ditutup gerbang neraka jahanam ini!” protes Reyna.

“Maaf, Non. Hari ini ada guru baru, jadi jam masuk kelas dipercepat,” jawab satpam.

“Heleh, pasti gara-gara gurunya cantik. Kepala sekolah kan kalau ada yang manis dikit langsung deketin.”

“Tau aja, Non. Gurunya emang cantik,” cengir satpam. “Tadi Pak Satya juga jalan bareng ke kelas 11C sama guru itu.”

“WHAAAT!” teriak Reyna kaget.

“Jangan teriak atuh, berisik.”

“Hehe, maaf, Pak. Kaget banget.” Reyna cengar-cengir sambil menggaruk kepala yang tak gatal.

“Eh, Non kenapa kayak cemburu denger Pak Satya deket sama cewek lain?” tanya satpam.

“Eh, ng-nggak, ih. Lagian heran aja, kok ada yang mau sama kulkas dingin kayak dia.”

Reyna pun masuk kelas. Satya hanya menggeleng melihatnya.

“Reyna, ini Ibu Rumi, wali kelas baru 11C menggantikan Bu Cantika,” jelas Satya.

“Salam kenal, Bu. Saya Reyna Ananta Wijaya.”

“Cantik sekali kamu. Pasti sudah punya pacar ya,” ujar Bu Rumi.

“Halah, SKSD. Itu cowok di sebelah situ suami gue, tahu,” batin Reyna kesal.

---

Waktu istirahat, Reyna melihat Satya makan satu meja dengan Bu Rumi. Hatinya panas.

“Rey, sabar. Jangan kebawa emosi,” ujar Della menahan.

“Siapa juga yang emosi? Gue kaget aja, cowok itu ternyata playboy juga,” ketus Reyna.

Saat lewat, kakinya tak sengaja menendang kursi Satya. BRUUK! Reyna jatuh dan jidatnya terbentur meja.

“Ya ampun, Rey, kamu nggak apa-apa?” Keyla membantu.

“Uhh, sakit banget, plis malu banget.” Reyna meringis.

Satya hanya memperhatikan, khawatir tapi menahan sikapnya.

“Maaf, Pak, ganggu momen pacarannya,” sindir Reyna.

“Eh, siapa yang pacaran. Kami cuma bahas pekerjaan,” Satya gugup.

“Hahaha, bisa saja kamu,” sahut Bu Rumi terkekeh.

“Hii, so manis. Kalau bukan guru udah gue jambak tuh rambut,” batin Reyna.

“Guys, anter gue ke UKS. Mau obatin jidat,” kata Reyna.

---

Di UKS, Reyna melampiaskan amarah. “Huaaa, kesel banget gue sama si beruang kutub tua itu!”

“Katanya nggak suka, kok cemburu?” sindir Della.

“Dia kan suami gue. Nggak mau gue lihat dia duduk berduaan sama cewek gatel kayak Bu Rumi,” gerutunya.

“Ututu, ada yang gengsi tapi cemburuan.” ejek Keyla.

“Halah, ribut banget sih kalian, Sana pergi deh. Gue nggak ikut ke kantin, ga selera makan.”

Mereka pun pergi, tapi Reyna malah menyusul ke kantin.

“Ish, nggak ngajak-ngajak!” protes Reyna.

“Lah, tadi lu yang ngusir,” balas Della.

Akhirnya Reyna ikut makan. “Gue bingung sama perasaan gue, hiks. Tadi juga malu banget,” lirihnya.

“Orang galau makannya lahap ya? kaya orang kesurupan.” goda Della.

“Baru kali ini liat Reyna makan kayak belum makan sebulan.” tambah Keyla.

Reyna hanya tertawa, sementara dua mangkuk baksonya tandas dalam sekejap.

---

My teacher my husband-Telah TerbitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang