Part 41

240 17 38
                                        

Pagi pun tiba. Reyna melakukan aktivitas seperti biasanya. Ia terbangun pukul 07.00, dan menyadari di sebelahnya tidak ada Satya. Ia tahu suaminya itu pasti sudah berada di ruang makan.

"Hoaaam..." Reyna meregangkan tubuhnya, merasakan seluruh badannya pegal dan sedikit sakit.

"Sudah jam tujuh, sebaiknya aku mandi saja daripada melamun," gumamnya.

Lima menit kemudian, Reyna keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk sarapan.
"Pagi, Abang," sapanya sambil tersenyum.

"Pagi juga," jawab Satya, masih fokus pada laptop.

"Abang lagi apa?"

"Rekap nilai, biasalah," jawab Satya singkat.

"Oh ya, nanti pulang sekolah aku mau ke rumah Kak Vivi, ya."

"Boleh. Tapi kalau mau menginap, kabari aku dulu," ujar Satya.

"Siap, Abang."

"Sekarang sarapan dulu. Jangan sampai sakit gara-gara lupa makan," pesan Satya.

"Iya, Abang." Reyna pun menyantap nasi goreng buatan si Mbok dengan lahap.

Di Sekolah

Reyna melangkah santai memasuki kelas, namun tiba-tiba langkahnya terhenti. Di mejanya, tersusun beberapa foto yang membuat dadanya berdegup kencang.

"Siapa yang menaruh ini?" gumamnya geram.

Tangan Reyna bergetar saat melihat foto Satya duduk berduaan dengan seorang wanita hamil tua.

"Siapa wanita ini? Kenapa mereka terlihat begitu mesra?" lirihnya.

Saat Reyna termenung, Alisa dan Keyla menghampirinya.

"Rey, lo kenapa?" tanya Keyla.

"Lihat ini," ucap Reyna sambil menunjukkan foto.
"Lo dapat dari mana?"

"Baru datang, dan foto-foto ini sudah ada di meja gue," jawabnya kesal.

Alisa mencoba menenangkan. "Jangan emosi dulu. Mungkin itu saudara jauh pak Satya."

"Bener, Rey. Jangan langsung mikir negatif," tambah Keyla.

"Huft... entahlah. Baru mulai nyaman sama dia, malah muncul masalah lagi," keluh Reyna.

"Itu namanya ujian, Rey. Lo harus selesaikan masalahnya, bukan pernikahannya," kata Keyla serius.

Alisa menatap sinis. "Tumben lo bijak."

Keyla menyengir. "Gue emang pinter dari lahir."

"Gui iming pintir diri lihir," cibir Alisa pura-pura.

"Ye, sirik lo!" balas Keyla.

"Sttt! Bisa diam nggak?" sentak Reyna. Mereka langsung bungkam.

Tak lama, ponsel Reyna bergetar. Pesan masuk dari nomor tak dikenal.

+62...
Heh bocah, kamu merasa menang ya melawan bos saya? saya mau kasih tahu kamu soal masa lalu Satya yang belum kamu tau. Dulu dia pernah menikah dengan gadis desa. Tapi gadis itu jadi ODGJ karena Satya sering KDRT saat istrinya hamil. Bayinya meninggal, diberi nama Alesha Putri Nadella.

Reyna terdiam. "Omong kosong apa lagi ini?" gumamnya.

Reyna
Bukannya Riana dipenjara?*

+62...
Prosesnya masih berjalan. Tapi lihat saja, aku dan anak buahku yang laim akan membebaskan bos kami.

Reyna
Terserah kalian, aku gak akan percaya,karena itu hanya akal-akalan bos kalian aja yang nggak bisa memiliki suamiku.

+62...
Keras kepala! Kalau kamu nggak percaya, jangan menyesal kalau nasibmu sama seperti Alika, mantan istrinya!

Reyna tertegun. Pikirannya berputar. "Apa benar bang Satya pernah menikah? Kenapa dia nggak jujur? Apa benar wanita itu jadi gila karena dia?"

"Rey, lo pucat banget," kata Keyla khawatir.

"Gue... gue tahu siapa yang nyebar foto ini. Pasti orang suruhannya Riana."

"Bukannya dia lagi di proses hukum?" tanya Keyla.

"Gue juga nggak tahu. Tapi gue takut dia bisa bebas."

"Tenang, Rey. Gue yakin dia bakal masuk bui," ujar Keyla menenangkan.

Jam pelajaran pertama dan kedua usai. Reyna keluar kelas dengan wajah murung.

"Gue harus nanya langsung ke Abang Satya. Kalau benar dia pernah menikah, kenapa nggak jujur?" gumamnya.

Namun langkahnya terhenti ketika seseorang menabraknya.

"Punya mata nggak sih?" protes Reyna.

"Kalau nggak mau, kenapa?" sahut Bianka dengan nada menantang.

"Lo nyari masalah mulu, Bianka?" balas Reyna ketus.

"Gue mau kasih pelajaran buat lo!" bentak Bianka.

Keyla dan Alisa segera menghampiri.
"Woi, jaga omongan lo ya!" ucap Keyla.

"Gue nggak akan tenang sebelum dia keluar dari sekolah ini!" ujar Bianka menunjuk Reyna.

"Sorry, Bi, tapi nggak ada alasan buat lo ngusir gue," jawab Reyna tenang.

"Oh, jelas ada! Gue tahu rahasia lo! Lo nikah diam-diam sama guru olahraga kita!" teriak Bianka lantang.

Reyna tersenyum santai. "Terus kenapa?"
Bianka terdiam sesaat.

"Kenapa gue harus takut? Semua orang juga udah tau kok kalau gue istrinya Pak Satya!" kata Reyna lantang.

Beberapa murid langsung bereaksi.
"Bianka kurang update banget ga sih gays"

Seketika, tawa memenuhi koridor sekolah. Bianka yang tadinya berencana mempermalukan Reyna justru malah mempermalukan diri sendiri. Reyna menatapnya dengan tatapan tegas.
"Lain kali pikir dulu sebelum nyerang orang, Bi," ucapnya dingin.

Reyna kemudian melangkah pergi dengan kepala tegak, meninggalkan Bianka yang terdiam penuh amarah, sementara di hatinya masih tersisa tanya besar-tentang kebenaran masa lalu suaminya.

---

My teacher my husband-Telah TerbitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang