Part 42

237 16 40
                                        

Keributan di halaman sekolah membuat Satya segera berlari ke arah Reyna. Ia menemukan istrinya tengah bersitegang dengan Biaka, sementara Keyla berdiri di samping, tampak mengamati situasi dengan tenang.

“Ada apa ini?” tanya Satya dengan nada tegas. Namun Reyna hanya menoleh sekilas dan menyindir, menyebut bahwa hanya ada satu "tikus" yang terjebak dalam permainannya sendiri.

Keyla pun ikut bicara, memberi kode kepada Satya untuk segera membawa Reyna pergi sebelum suasana makin memanas. Satya yang sudah memahami situasinya tak banyak bertanya lagi. Ia menggenggam tangan Reyna dan membawanya pergi.

Di dalam mobil, Reyna terdiam. Tatapannya kosong menembus kaca mobil, menyapu jalanan Jakarta yang macet. Satya mencoba bertanya, tapi jawaban Reyna selalu singkat dan dingin. Ia tahu, ada sesuatu yang mengganggu pikiran istrinya, tapi belum tahu apa.

Sesampainya di rumah, Reyna langsung masuk lebih dulu. Satya menyusulnya, dan sempat mendapati istrinya sedang mengganti pakaian di kamar. Reyna tampak kesal karena Satya masuk sembarangan, namun keintiman dan candaan kecil mereka sempat mencairkan suasana sesaat.

Tak lama kemudian, Reyna menemui Mbok Sumi di dapur. Kehangatan antara mereka terlihat saat Reyna meminta Mbok Sumi makan bersama, sesuatu yang jarang dilakukan. Makan siang berjalan tenang, diiringi pujian Reyna terhadap masakan sederhana Mbok Sumi. Satya ikut bergabung dan makan dengan lahap, bahkan dua kali tambah nasi, membuat Reyna sempat heran.

Namun ketenangan itu tak bertahan lama.

Setelah makan, Reyna dan Satya duduk di ruang tengah. Tanpa basa-basi, Reyna mengangkat satu pertanyaan penting yang selama ini mengganjal hatinya. Ia menyerahkan sebuah foto kepada Satya — gambar seorang wanita hamil yang membuat wajah Satya langsung berubah tegang.

Foto itu rupanya berasal dari orang suruhan Riana, musuh lama mereka yang belum berhenti mengacau. Satya pun menghela napas, lalu perlahan menceritakan sebuah kisah kelam yang selama ini ia simpan sendiri.

Wanita itu bernama Alika — mantan kekasih kakaknya, Sehan. Dalam keadaan mabuk, Sehan memperkosa Alika lalu kabur ke luar negeri. Ayah mereka, demi menjaga kehormatan keluarga, memaksa Satya untuk menikahi Alika sebagai pengganti. Satya setuju, meski tanpa cinta, demi tanggung jawab dan rasa kasihan. Tapi Alika tak tahan tinggal di rumah mereka. Ia kabur. Beberapa bulan kemudian, Alika ditemukan di rumah sakit dalam kondisi mengenaskan. Luka di tubuhnya, ketakutan di matanya, dan janin yang tak bisa diselamatkan menjadi bukti kekerasan yang ia alami.

Satya mengungkapkan bahwa dalang dari semua itu adalah Riana. Wanita itu begitu cemburu dan dendam karena Satya pernah menikahi Alika. Ia menyewa orang untuk menyiksa Alika — tindakan yang membuat Alika trauma berat hingga akhirnya dirawat di rumah sakit jiwa.

Reyna hanya bisa terdiam, air matanya menetes satu per satu. Semua tuduhan dan prasangka buruknya kini runtuh oleh kebenaran yang tak pernah ia duga. Dengan suara gemetar, ia meminta maaf. Satya hanya tersenyum tipis dan memeluk Reyna erat, mencoba meredakan kesedihannya.

Meski luka lama kembali terbuka, malam itu Satya dan Reyna menyadari satu hal — bahwa kebenaran, seberapa pun pahitnya, jauh lebih menenangkan daripada kebohongan yang dibungkus rapi.

My teacher my husband-Telah TerbitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang