Kisah cinta Reyna Ananta Wijaya dan Satya Nadella yang terjebak dalam perjodohan yang dipaksakan oleh masing-masing orang tua mereka, dua jiwa yang terjebak dalam pernikahan tanpa cinta.
"Aku tidak bisa menolak perjodohan ini, ayahku sudah memutuska...
Reyna sedang lahap menikmati mie gacoan. Mulutnya merah karena pedas, keringat di kening mengalir, wajahnya pun memerah, tapi ia tetap melanjutkan hingga habis.
Satya yang sudah selesai makan hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.
"Kamu benar-benar suka pedas, ya?" tanyanya.
Reyna mengangguk, mulutnya penuh. "Pedas tuh enak banget!"
"Habiskan dulu. Habis ini kita mau ke mana?"
"Sudah sore. Enaknya ke pantai aja Bang."
"Ke Ancol, yuk. Bisa makan jagung bakar juga."
Reyna langsung antusias. "Boleh!"
Beberapa menit kemudian, usai makan, Reyna membuka chat grupnya
<KAUM REBAHAN>
Keyla Rey, lo di mana?
Reyna Kepo, lo ah
Alisa Pasti lagi sama ayang
Reyna Yoi
Keyla Bentar lagi baby R turun dari kayangan nih
Alisa Maksudnya
Keyla Reyna bentaran lagi juga bakalan punya debay
Reyna Otak kalian udah rusak!
Alisa Cieee yang lagi sama paksu
Reyna Dasar sirik! Udah ah Gue mau ke pantai dulu
Keyla Baliknya langsung bikin bayi ya Rey
Alisa Jangan lupa Live streaming Rey
Reyna Gila kalian!
Reyna senyum-senyum sendiri melihat isi percakapan mereka, Satya hanya menatapnya penuh keheranan.
"Kamu kenapa?"
"Enggak, cuma chat sama Keyla dan Alisa."
"Kirain sama cowok lain," ujar Satya pura-pura cemberut.
"Dih, enggak lah."
"Yakin?" godanya.
"Bang, ayo ke pantai!" Reyna mengalihkan pembicaraan.
Satya mengantar Reyna ke mobil. Mereka pun berangkat ke pantai.
Di pantai, Reyna duduk di samping Satya menikmati sunset.
"Indah banget," ucap Reyna.
"Aku senang lihat kamu bisa tersenyum lagi," batin Satya.
"Bang, kok bengong?" tegur Reyna.
"Eh, enggak. Kamu mau apa?"
"Jagung bakar!" jawab Reyna semangat.
Satya pun membeli. Begitu jagung datang, Reyna langsung menggigitnya.