Part 31

303 22 22
                                        

Reyna sedang lahap menikmati mie gacoan. Mulutnya merah karena pedas, keringat di kening mengalir, wajahnya pun memerah, tapi ia tetap melanjutkan hingga habis.

Satya yang sudah selesai makan hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.

"Kamu benar-benar suka pedas, ya?" tanyanya.

Reyna mengangguk, mulutnya penuh. "Pedas tuh enak banget!"

"Habiskan dulu. Habis ini kita mau ke mana?"

"Sudah sore. Enaknya ke pantai aja Bang."

"Ke Ancol, yuk. Bisa makan jagung bakar juga."

Reyna langsung antusias. "Boleh!"

Beberapa menit kemudian, usai makan, Reyna membuka chat grupnya

<KAUM REBAHAN>

Keyla
Rey, lo di mana?

Reyna
Kepo, lo ah

Alisa
Pasti lagi sama ayang

Reyna
Yoi

Keyla
Bentar lagi baby R turun dari kayangan nih

Alisa
Maksudnya

Keyla
Reyna bentaran lagi juga bakalan punya debay

Reyna
Otak kalian udah rusak!

Alisa
Cieee yang lagi sama paksu

Reyna
Dasar sirik! Udah ah Gue mau ke pantai dulu

Keyla
Baliknya langsung bikin bayi ya Rey

Alisa
Jangan lupa Live streaming Rey

Reyna
Gila kalian!

Reyna senyum-senyum sendiri melihat isi percakapan mereka, Satya hanya menatapnya penuh keheranan.

"Kamu kenapa?"

"Enggak, cuma chat sama Keyla dan Alisa."

"Kirain sama cowok lain," ujar Satya pura-pura cemberut.

"Dih, enggak lah."

"Yakin?" godanya.

"Bang, ayo ke pantai!" Reyna mengalihkan pembicaraan.

Satya mengantar Reyna ke mobil. Mereka pun berangkat ke pantai.

Di pantai, Reyna duduk di samping Satya menikmati sunset.

"Indah banget," ucap Reyna.

"Aku senang lihat kamu bisa tersenyum lagi," batin Satya.

"Bang, kok bengong?" tegur Reyna.

"Eh, enggak. Kamu mau apa?"

"Jagung bakar!" jawab Reyna semangat.

Satya pun membeli. Begitu jagung datang, Reyna langsung menggigitnya.

"Aw, panas!" Reyna meniup mulutnya.

"Pelan dong. Emang enggak kerasa yah?" Satya tertawa.

"Kerasa sih, tapi aku enggak sabaran." Reyna ikut tertawa.

Malam makin larut, mereka duduk berdua sambil bercanda.

"Sayang, besok Mama pulang," ucap Satya.

"Oh iya? Jadi urusan di toko kuenya udah selesai? Asyik, ada teman ngobrol deh aku" kata Reyna senang.

'Untung Mama pulang. Enggak ada lagi tuh istilah mengulang malam pertama' batin Reyna.

"Rey, ayo pulang. Sudah jam delapan."

Saat berdiri, namun Reyna tersandung kursi. Satya sigap menangkapnya.

Mata mereka bertemu. Jantung Satya berdebar kencang.

"Bang, ini bukan drama Korea. Lepas Ihh malu" ujar Reyna salah tingkah.

Satya gugup. "Eh, maaf."

Di perjalanan pulang, Satya malah melamun hingga hampir menabrak pejalan kaki.

"Awas, Bang!" teriak Reyna.

Satya buru-buru membelokkan setir.

"Ya ampun, maaf! Kamu enggak apa-apa?" paniknya.

"Enggak, tapi jangan melamun lagi," ucap Reyna kesal.

Satya mengangguk. "Iya, enggak lagi."

1 jam kemudian mereka sampai rumah. Reyna langsung masuk, sedangkan Satya menaruh mobil di garasi sambil membawa belanjaan.

"Huh, capek. Semoga dia enggak bad mood lagi," gumam Satya.

Reyna ternyata sudah mandi. Satya menunggu, tapi bosan, lalu rebahan di kasur hingga tertidur.

Beberapa menit kemudian Reyna keluar dengan kimono putih. Ia duduk di samping Satya yang masih terlelap, menatap wajahnya lama-lama.

"Kalau diperhatikan, dia ganteng juga. Pantas banyak yang suka," gumam Reyna.

Saat itu Satya tiba-tiba membuka sebelah matanya. "Hayo ngapain? Lagi liatin aku ya?"

"Ya ampun! Apaan sih? Ngagetin aja!" Reyna langsung memukul Satya dengan bantal.

"Hahaha, ada yang terpesona nih sama ketampanan suaminya."

"Diam gak! Enggak lucu tau!" Reyna salah tingkah, wajahnya memerah.

"Ciee, mukanya langsung merah kayak kepiting rebus."

"Abang gak lucu tau!" Reyna kembali memukul Satya.

"Udah ah, aku mau bongkar belanjaan aku aja," Reyna beranjak ke tote bag.

"Udah ah, aku mau bongkar belanjaan aku aja," Reyna beranjak ke tote bag

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


My teacher my husband-Telah TerbitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang