part 33

271 20 20
                                        

Jam menunjukkan pukul 11:32. Reyna menggeliat, membuka mata sambil menguap.

"Ah, enak sekali rasanya." ucapnya sambil mengucek mata.

"Duh, ini jam berapa ya? Jangan sampai mamah pulang tapi aku masih tidur. Bisa-bisa dicap menantu pemalas aku."

Ia buru-buru mandi lalu menyalakan mesin cuci. Lima menit kemudian, Reyna merasa segar dan turun mencari suaminya.

"Pagi Bangsat," sapa Reyna.

"Siang sayang. Ini sudah jam sebelas lebih," jawab Satya sambil menunjuk jam dinding.

"Hah serius? Pantas saja sedikit gerah, Kenapa nggak bangunin aku aja sih?" protes Reyna.

"Kan hari libur, nggak apa-apa dong bangunnya siang. Lagian mamah juga sudah pulang, sedang istirahat di kamarnya. Aku juga sudah masak ikan bakar dan udang saus Padang, kesukaanmu."

Reyna langsung berlari ke meja makan. "Widih, enak banget!" gumamnya.

Satya tersenyum. "Sayang, aku keluar sebentar ya. Ada urusan dengan klien ayah."

"Aaaaaaaaaaaaa mau ikut!" rengek Reyna.

"Sebentar saja, nanti pulang lagi kok."

Reyna akhirnya pasrah, lalu menyantap masakan Satya. "Eum, enak banget. Jadi makin suka sama Bang Satya," gumamnya.

"Suka sama siapa nih?" suara Bu Rosa membuat Reyna terkejut.

"M-mamah! Ngagetin aja Hehe."

"Ini loh mah, masakan abang enak banget, aku jadi keinget masakan alm mamah."

Bu Rosa tersenyum. "Iya sayang , suami pasti berusaha membuat istrinya bahagia. Kamu senang kan?"

"Senang banget Mah. Ayo makan bareng mah."

"Mamah sudah makan, kamu saja. Nanti temani mamah di ruang TV yah."

Beberapa menit kemudian, Reyna duduk di samping Bu Rosa.

"Rey, kamu nanti mau kuliah atau kerja?" tanya Bu Rosa.

"Masih ragu Mah. Dulu sih pengen kuliah, tapi sekarang pengennya kerja."

"Kalau Satya nggak izinkan?"

Reyna terdiam sebentar. "Ya mungkin aku ikuti kata Abang Satya aja."

Bu Rosa mengangguk. "Kalau mau kuliah, mamah siap bantu carikan yang terbaik. Tapi itu terserah kamu."

"Iya, Mah. Kan aku juga masih Sma."

"Baiklah sayang."

Hubungan mereka semakin hangat, seperti ibu dan anak kandung. Reyna merasa nyaman karena kini ia bisa mengadu pada suami dan mertuanya.

Sementara itu, Satya berada di sebuah kafe, bertemu Hendrik-mantan suami Riana.

"Hendrik, aku mohon jangan menjauh terus dari Riana. Dia mengejarku lagi, ingin merusak pernikahanku dengan Reyna."

"Tuan, maafkan aku. Aku tak sanggup kembali padanya. Dialah penyebab kecelakaanku. Kalau bukan karena ayah tuan, mungkin aku sudah tiada," jawab Hendrik lirih.

"Tapi dia mengancamku. Aku khawatir Reyna terluka."

"Aku tahu. Jika Riana berbuat bodoh lagi, aku akan ikut membalasnya. Aku tak mau istrimu jadi korban berikutnya."

Satya menatapnya tajam. "Kau yakin?"

"Yakin. Aku sudah menyesal menikahi wanita licik itu. Mulai sekarang, aku ingin mengabdi pada keluargamu."

Satya mengangguk. "Baiklah. Tetap di vila keluarga, jaga dirimu. Jika aku butuh bantuan, aku harap bisa mengandalkanmu."

"Siap, Tuan."

Satya lalu pulang. Dalam perjalanan, pikirannya dipenuhi rasa cemas. Ia khawatir saat Reyna masuk sekolah, teman-temannya membully karena menikah muda. Satya pun berniat berbicara dengan kepala sekolah agar pernikahan mereka diumumkan secara resmi.

Sesampainya di rumah, Satya mendapati Reyna sedang menonton TV bersama Bu Rosa.

"Bang, gimana? Tadi kata mamah, abang ketemu Pak Hendrik?" tanya Reyna.

"Iya, maaf ya, aku bohong soal klien tadi."

"Gapapa, aku ngerti kok," jawab Reyna lembut.

Satya duduk di sampingnya, lalu menceritakan semua percakapan dengan Hendrik.

"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Bu Rosa.

"Aku akan mempublikasikan pernikahanku dengan Reyna. Kalau tidak, Riana akan makin berani."

Bu Rosa menatap Reyna. "Bagaimana menurutmu, sayang?"

Reyna menghela napas. "Aku ikut saja, Mah. Kalau itu yang terbaik, aku setuju."

"Baiklah. Sekarang sudah jam tiga. apa kalian mau jalan-jalan lagi?" tanya Bu Rosa.

Reyna langsung bersinar. "Mau! Aku pengen banget es krim."

Satya tersenyum. "Ya sudah, kita jalan."

Hari itu mereka pun pergi jalan-jalan lagi. Meski sering diuji dengan masalah dan godaan, Satya bertekad mempertahankan rumah tangganya, dan Reyna perlahan belajar mencintai Satya dengan sepenuh hati.

---

My teacher my husband-Telah TerbitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang