Part 28

323 23 24
                                        

Sore itu, Reyna bersama Keyla dan Alisa masih menikmati suasana hangat di sebuah restoran ramen. Mereka tertawa, saling menggoda, meski perut sudah terasa penuh setelah sebelumnya juga makan di tempat lain.

"Gila ya, jalan dua jam lebih isinya cuma makan aja. " canda Alisa sambil mengusap perut.

Reyna ikut tertawa. Namun suasana berubah saat Keyla tanpa sengaja menyebut nama Satya.

"Eh Rey, lo bakal ikut sama Galang?" tanya Keyla santai.

"Gatau sih, tapi dia bilang ini terakhir kalinya dia deketin gue, katanya sih lulus sekolah nanti, dia ikut ayahnya ke luar kota"

"Eh Rey, lo bilang sama Pak Satya soal Galang ga?" tanya Keyla santai.

Reyna langsung terdiam. Alisa mengernyit curiga. "Hah? Apa hubungannya Galang sama Pak Satya?"

Keyla menutup mulut, sadar keceplosan. "Eh... anu... gue nggak sengaja ngomong. Maaf."

Alisa makin penasaran. "Ayolah, ada apa? Jangan bikin gue penasaran setengah mati."

Reyna menatap kedua sahabatnya, ragu-ragu. Jemarinya memainkan sumpit, wajahnya memerah. "Tapi... janji ya, jangan bocorin ke siapa pun."

"Janji!" sahut Alisa dan Keyla hampir bersamaan.

Reyna menarik napas panjang, lalu berbisik, "Sebenarnya... sebelum gue pindah ke sekolah ini, gue udah menikah sama Pak Satya."

Alisa membelalakkan mata. "Apa?! Serius lo?"

Keyla buru-buru menambahkan, "Dia ngomong bener, Lis. Gue tahu dari lama. Tapi Rey nggak pernah berani jujur ke siapa pun."

Alisa masih tak percaya. "Gila, Rey! Jadi lo beneran istri guru kita?!"

Reyna mengangguk malu. "Makanya gue suka kesel kalau ada cewek yang sok genit sama dia. Gue nggak bisa terang-terangan ngakuin, takutnya malah jadi masalah besar."

Alisa menatap Reyna dengan ekspresi campur aduk. "Ya ampun... gue kaget banget. Tapi jujur, gue salut lo bisa simpan rahasia gede kayak gini."

Keyla menyenggol bahu Reyna sambil tersenyum nakal. "Ya udah, berarti Reyna ini bukan cuma murid teladan, tapi juga istri setia."

Reyna mendesah kesal. "Jangan bercanda deh. Gue masih sekolah, gue juga masih bingung harus gimana."

Alisa akhirnya tersenyum tipis. "Tenang aja, Rey. Rahasia lo aman sama kita. Semoga lo sama Pak Satya langgeng terus, ya."

Reyna menatap kedua sahabatnya dengan lega. Untuk pertama kalinya, ia bisa jujur dan tidak lagi menanggung beban itu sendirian.

---
Keesokan Harinya, sepulang sekolah, Galang tiba-tiba menghadang Reyna di gerbang. Wajahnya tegang, suaranya meninggi.

"Kenapa lo nolak gue? Semua cewek mau, tapi lo nggak?!" sergahnya sambil mencengkeram tangan Reyna erat.

Reyna panik. "Lepasin, Galang! Gue nggak punya rasa sama lo."

Keyla mencoba menolong, tapi tubuhnya justru terdorong hingga jatuh. Galang lalu memaksa Reyna masuk ke mobil.

Di dalam, ia menyodorkan minuman. "Biar nggak haus. kita main ke villa gue ya, Plis jangan nolak."

Reyna menolak minuman itu , tapi akhirnya meneguknya. Tubuhnya perlahan lemas, pandangannya kabur. Minuman itu ternyata bercampur obat perangsang.

Galang tersenyum puas. "Hari ini lo bakal jadi milik gue, nggak akan ada lagi penolakan."

---

Di sekolah, Satya merasa firasat buruk. Ia bertemu Keyla yang menceritakan kejadian di gerbang. Saat itu juga, pesan Reyna masuk ke ponselnya-alamat villa Galang. Untung Reyna sempat mengirimkan sebelum sampai ke Villa.

Satya segera melapor ke polisi lalu menuju lokasi. Di villa terpencil, ia menemukan Reyna tergeletak lemah di atas kasur, wajah pucat dan tubuh lemah. Tanpa pikir panjang, Satya menggendongnya ke mobil.

Tak lama, polisi datang dan menangkap Galang. Ia mengaku tak mampu mengendalikan obsesinya.

--

Dalam perjalanan pulang, Reyna masih berjuang melawan efek obat. Tubuhnya panas, ia terus menggeliat gelisah, keringat bercucuran.

"Aku nggak apa-apa... aku bisa nahan." lirih Reyna meski tubuhnya bergetar.

Satya panik. Ia menyalakan seluruh AC mobil, mengelus lembut tangan Reyna agar tetap sadar. "Bertahanlah, aku di sini."

Pelukan itu membuat Reyna sedikit lebih tenang. Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar dilindungi.

---

Di rumah, Reyna masih merasakan sisa panas dari efek obat. Ia mengganti pakaian dengan kimono tipis, rambut basahnya terurai indah. Satya menatapnya dengan dilema-antara cinta dan rasa takut menyakiti.

"Aku sangat mencintaimu, Reyna," katanya pelan.

"Aku juga. Tolong aku bang, aku tersiksa,aku mau kamu." balas Reyna dengan mata berkaca.

Satya membaringkannya dengan hati-hati. Ia hanya memeluk dan mengecup keningnya, berusaha menahan gejolak yang membara.

"Aku janji, aku akan selalu melindungimu," ucap Satya tulus.

Reyna tersenyum lemah. "Dan aku akan selalu mencintaimu."

Malam itu menjadi saksi cinta diantara mereka, malam pertama yang indah walau sempat tertunda begitu lama.

---

Galang telah menerima hukuman atas perbuatannya. Reyna selamat, meski harus menanggung trauma yang tak mudah hilang. Namun di balik semua itu, ia sadar, Satya adalah tempat teraman baginya.

Hubungan mereka yang semula penuh rahasia kini semakin kuat, ditempa ujian berat. Cinta mereka bukan lagi sekadar janji, melainkan ikatan yang siap menghadapi masa depan bersama.

Mereka tahu perjalanan tak akan mudah, tapi malam itu Reyna yakin: selama Satya berada di sisinya, ia akan selalu merasa aman.

---

My teacher my husband-Telah TerbitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang