Part 27

291 11 0
                                        

Di koridor sekolah, Reyna bertemu teman-temannya. Mereka asyik berbincang tentang hasil ulangan.

“Pagi Reyna, tumben muka lo segar banget,” sapa Alina.

“Hehe, lagi berbunga-bunga hati gue,” jawab Reyna.

“Tumben! Cerita dong,” kata Keyla penasaran.

“Rahasia ah. Pokoknya gue lagi senang hari ini.”

Alina menghela napas. “Kira-kira hasil ulangan kita memuaskan enggak ya? Gue takut banget enggak naik kelas.”

“Percaya diri aja. Kita udah usaha maksimal,” ucap Alisa.

“Iya, semoga aja semua lulus,” tambah Alina.

“Tenang, ini kan hari terakhir ulangan. Kita fokus aja,” ucap Reyna mantap.

Keyla mengeluh, “Semalam gue belajar sampai ketiduran.”

Obrolan mereka terhenti saat Bianka datang bersama gengnya.

“Yuhuuu, minggir dong. Queen bee mau lewat,” ucap Bianka.

“Dih, najis amat,” sahut Keyla sinis.

“Heh! Seenaknya bilang najis!” bentak Lisa.

“Bisa bahasa Inggris enggak sih lo?” ejek Keyla.

“Maksud lo apa?” tanya Bianka sewot.

“‘Queen’ itu ratu, ‘bee’ itu lebah. Jadi lo ratu lebah dong,” jawab Keyla sambil tertawa.

Muka Bianka merah padam. Saat itu, Galang, Devan, dan Andre muncul.

“Pagi, bidadari surgaku, Reyna,” ucap Galang.

Keyla langsung menyindir, “Duh, yang satu nenek lampir yang satu lagi tukang halu, udah cocok banget sih.”

“Baby, kenapa sih menjauh dari aku?” rengek Bianka.

“Muak gue sama lo, apalagi setelah lo jambak-jambakan sama Reyna,” balas Galang.

“Semua gara-gara lo, Reyna!” tuduh Bianka.

Reyna malas menanggapi. “Udah, gays. Masuk kelas aja. Drama enggak penting.”

Di kelas, suasana hening. Semua fokus mengerjakan ulangan. Reyna tampak gelisah dengan soal matematika.

“Psstt, Keyla! Nomor tujuh apa?” bisiknya.

“Isi asal aja, pilihan ganda kok,” jawab Keyla santai.

“Reyna, Keyla! Jangan bisik-bisik!” tegur Satya.

“Anu pak, Reyna kebelet pipis,” kata Keyla asal.

“Dih, dasar oon,” gerutu Reyna.

“Kalau mau ke toilet, silakan. Jangan lama,” ucap Satya.

“Eh… enggak jadi Pak. air pipisnya balik lagi ke atas,” sahut Reyna malu.

Satu kelas pun tertawa. sedangkan Satya hanya geleng-geleng karna kelakuan konyol istri kecilnya.

Reyna lalu menutup mata dan menunjuk jawaban secara acak. “Cap cip cup… ah pilih B aja dah, bodo amat yang penting keisi.”

Tak lama, waktu habis.

“Pak, saya selesai,” seru Reyna.

“Bagus. Coba dicek lagi, takut ada salah,” ujar Satya.

Reyna hampir keceplosan, “Siap, Aba—eh siap, Pak.”

Usai ujian, Reyna, Keyla, dan Alisa ke kantin. Di sana, Galang sudah menunggu dengan cokelat dan bunga.

“Rey, gue mohon, terima gue kali ini,” ucap Galang sambil berlutut.

Sontak kantin riuh.

“Terima aja, Rey!”

“Udah, jangan mikir panjang!”

Namun Reyna hanya menunduk. “Maaf, Galang. Gue enggak bisa nerima lo.”

“Kenapa? Salah gue apa?”

“Lo enggak salah apa-apa. Tapi jujur, gue enggak bisa.”

Galang menggertakkan gigi.  'Besok gue bakal buat lo mau jadi pacar gue,, bahkan lo akan mohon-mohon buat nikah sama gue'

“Oke, kalau gitu ikut gue besok sepulang sekolah ke vila gue,” desaknya.

“Enggak, Lang. Gue enggak mau.”

“Pokoknya lo harus ikut! Ajak aja dua teman lo biar enggak takut.”

“Denger enggak sih? Reyna enggak mau!” ucap Keyla kesal.

Akhirnya Reyna memilih menjauh, duduk di ujung kantin. Tatapan Galang penuh amarah, jelas ia sedang merencanakan sesuatu.

🔔 Triiiing… 🔔

Bel tanda pulang berbunyi. Reyna dan sahabatnya bergegas berkemas.

“Cus, ke kafe yuk,” ajak Reyna.

“Mending mie gacoan aja,” usul Keyla.

“Setuju! Gue udah lama enggak makan itu,” sahut Reyna.

Mereka keluar sekolah. Reyna sudah pesan taksi online, sambil memberi kabar pada Satya.

Reyna
Abang, aku mau ke mie gacoan bareng Keyla sama Alisa.

Bangsat❤️
Boleh, tapi jangan kemalaman.

Reyna
Tenang, enggak akan lama kok

Bangsat❤️
Baiklah, selamat bersenang-senang, sayang.

Reyna
Makasih ya, Bangsat ❤️

Bangsat❤️
Iya, botol Yakult

Reyna pun merasa aman. Ia siap bersenang-senang bersama sahabatnya, tanpa tahu rencana berbahaya yang sedang disusun Galang.
---

My teacher my husband-Telah TerbitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang