Part 5

748 108 188
                                        

“Dek, kamu nggak apa-apa kan tidur berdua sama Abang di kasur ini?” tanya Satya.

“Terserah, tapi jangan sentuh aku ya!” lirih Reyna sambil melirik.

“Iya, Abang ngerti kok. Kamu belum mau memberikan hak itu sekarang,” jawab Satya sambil terkekeh melihat wajah Reyna yang memerah.

“Abang kenapa sih nggak pakai baju?” tanya Reyna.

“Gerah, Dek.” Satya asyik dengan ponselnya.

'Reyna mendengus dalam hati. Bisa rusak jantung kalau lihat badan sebagus itu'

Saat ia sibuk mengeringkan rambut, Satya tiba-tiba memeluknya dari belakang.

“Eh, Abang ngapain?” Reyna menutup dada dengan resah.

“Masa nggak boleh peluk istri sendiri?” Satya mengacak rambutnya. Lalu ia menunjukkan sebuah kalung berlian indah.

“Om serius beliin Reyna kalung? Ini pasti mahal.” Reyna terkejut.

“Tentu. Abang cuma ingin lihat istriku bahagia.” Satya memakaikan kalung itu ke leher Reyna.

“Om…” lirih Reyna.

“Jangan panggil Om. Panggil Abang aja.”

“Yaudah deh, Abang.”

Malam itu mereka tidur sekamar, meski Reyna memberi jarak dengan guling di tengah.

🌸🌸🌸

Pagi hari, Reyna masih terlelap memeluk boneka kesayangannya. Satya membuka gorden, membuat Reyna protes.

“Kenapa sih dibuka?”

“Sudah siang. Kamu nggak mau sekolah?” Satya menggoyang tubuhnya.

“Sendiri aja, Abang. Aku masih ngantuk.”

“REYNA ANANTA WIJAYA! mau bangun atau saya minta hak saya sekarang!” suara Satya menggema. Reyna kaget, langsung bangun, dan kabur ke kamar mandi.

“Ihhh abang ngancamnya begitu, awas ya, jangan sentuh aku!” teriaknya dari balik pintu.

“Cepatlah, jangan lama-lama.”

Tiba-tiba Reyna menjerit. “Abang! Kok milikku berdarah? Abang perkosa aku semalam ya?”

“Mana ada Abang sentuh kamu. Itu pasti haid.” Satya terkekeh melihat Reyna panik.

“Oh iya ya…” Reyna malu sendiri.

🌸🌸🌸

Usai mandi, Reyna sarapan bersama Satya.

“Besok kan kakakmu menikah. Mau beli baju baru?” tanya Satya.

“Iya, boleh.”

“Setelah pulang sekolah kita ke mal, ya.”

“Tapi jangan bocorin pernikahan kita ke kelas lain. Cukup kelasku aja yang tahu.”

“Kenapa?” Satya heran.

“Soalnya di kelas sebelah banyak cewek gatal yang suka sama Abang!” Reyna mendengus.

“Wah, jangan-jangan kamu sudah ada rasa sama Abang?” goda Satya.

“Idih, siapa juga yang suka!” Reyna memanyunkan bibirnya.

Mereka melanjutkan sarapan, lalu Satya bersiap pergi.

🌸🌸🌸

Di depan rumah, Satya melihat Reyna berdiri di dekat pagar.

“Kamu ngapain?”

“Nunggu angkot lah.”

“Kenapa nggak bareng Abang aja?”

“Ogah. Nanti semua orang tahu aku nikah sama Abang.”

“Loh, konsep macam apa itu? Serumah tapi ogah satu mobil.” Satya frustrasi.

“Sudah, aku naik ojek aja!” Reyna kesal.

'Satya hanya geleng-geleng. Agak lain memang kalau punya istri bocah'

batinnya. Ia pun pergi ke sekolah untuk kembali mengajar.

My teacher my husband-Telah TerbitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang