Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••••
Tiga hari menjelang ujian. Rafael banyak belajar dan mempersiapkan waktu ujian dengan Kaynara hingga tiga hari ke depan, ia mendapatkan hari libur dari Kaynara. Meskipun Rafael mengatakan bahwa itu tidak perlu karena dia suka belajar bersama dengan gadis itu.
Belajar bersama Kaynara itu menyenangkan dan tidak membuatnya merasa bosan atau mengantuk, tapi karena Kaynara memaksa untuk libur, jadi dia tidak akan belajar bersama selama tiga hari ke depan.
Oh iya, sampai saat ini Rafael masih tinggal bersama dengan Ibunya. Meskipun sudah lima hari ini Reina tidak pulang ke rumah, tapi Rafael tetap tinggal di sana. Selama itu juga, Rafael jadi bertanya-tanya tentang sang Ayah.
Apakah Ayahnya akan marah pada Ibunya?
Apakah Ayahnya mencari keberadaannya dan menginginkan dia untuk pulang?
Rafael ingin tau, tapi dia tidak pernah bertanya. Rafael hanya menceritakan itu semua pada Kaynara, meskipun dia masih tetap merahasiakan tentang kegelisahannya.
Hari ini Rafael mengajak Kaynara untuk pergi berjalan-jalan. Karena ini adalah akhir pekan, jadi dia ingin berjalan-jalan sebentar dengan gadis itu. Sebelumnya Rafael juga sudah mendapatkan izin dari orang tua Kaynara untuk mengajaknya pergi.
Tujuan pertama mereka adalah toko buku. Karena Rafael pernah mendengar dari Ghea kalau Kaynara suka membaca novel, dia memutuskan untuk mengajak Kaynara ke sana.
Kaynara terlihat begitu bahagia ketika sampai. Gadis itu sampai tidak sadar kalau Rafael sedang menggenggam tangannya ketika mereka memasuki toko buku.
"Ael, aku kalau di toko buku pasti lamaaaa bangettt, jadi kalau kamu capek atau bosen bilang, ya? Nanti aku bakal cepet-cepet," kata Kaynara sambil mendongak dan menatap wajah Rafael.
"Enggak perlu buru-buru, gue bakal nungguin lo, Kay. Selama apapun itu," kata Rafael dengan senyuman.
Kaynara tersenyum, tanpa tau bahwa ada maksud lain dari kalimat terakhir yang Rafael ucapkan.
"Bener, ya???" kata Kaynara yang dijawab dengan anggukan singkat oleh Rafael.
Kali ini tangan Rafael berganti merangkul pundaknya dan membuat Kaynara cukup terkejut dengan pergerakannya yang tiba-tiba.
"Aku bisa sampai satu jam loh," kata Kaynara lagi.
"Iya, Kaynara. Take your time. Enggak perlu buru-buru, gue bakal nungguin dan enggak akan bosan, jadi tenang aja," kata Rafael sambil mencubit pelan pipinya.
"Hmm oke! Sekarang, kamu harus lepasin tangan kamu dulu, jadi aku bisa lihat-lihat buku yang aku mau," ujar Kaynara.
Tanpa protes, Rafael langsung menarik tangannya. Dia membiarkan Kaynara berjalan menuju rak buku berisikan novel. Gadis itu terlihat sangat antusias, mengambil salah satu buku dengan cover yang menarik perhatiannya lalu membaliknya untuk membaca sinopsis yang tertera di bagian belakang.