••••

••••
Hari pertama ujian, Rafael datang lebih awal dari biasanya bersama dengan Kaynara. Selama ujian berlangsung ia sudah meminta izin pada kedua orang tua Kaynara untuk mengantar dan menjemputnya.
Biasanya Rafael selalu datang terlambat ketika ujian, tapi kali ini berbeda. Untungnya Rafael dan Kaynara berada di satu ruangan yang sama. Sedangkan Elang dan Ghea berada di ruangan terpisah karena absen mereka lebih awal, tapi letak ruangannya bersebelahan, jadi itu bukan masalah besar.
Sekarang Rafael dan Kaynara duduk di depan kelas yang masih tertutup. Beberapa teman mereka juga sudah datang dan terlihat sedang membaca kembali mata pelajaran yang akan diujikan hari ini.
"Aelll, kalau ujian kamu enggak ada yang remedial, aku bakal kasih hadiah." Kaynara tiba-tiba mengatakan hal itu pada Rafael.
"Hadiah?" tanya Rafael.
"Iyaa! Kamu boleh minta apa aja sama aku," kata Kaynara dengan senyuman manis di wajahnya.
"Serius?" tanya Rafael sambil menatap Kaynara yang terlihat begitu yakin dengan perkataannya.
"Kamu udah banyak berubah dan semakin rajin juga waktu belajar, jadi aku mau kasih apresiasi dengan memberikan hadiah. Untuk hadiahnya, apapun yang kamu minta," kata Kaynara yang membuat Rafael ikut tersenyum.
"Bener, yaa???" kata Rafael.
"Bener!" Kaynara mengangguk yakin.
"Hmm oke! Gue udah tau mau minta apa kalau nanti gue beneran enggak ada remedial," kata Rafael dengan semangat.
Kaynara tersenyum senang. Tak lama dari itu Ghea datang bersama dengan Elang dan langsung menghampiri mereka.
Ghea duduk disamping Kaynara dengan raut wajah lesu. Melihat itu membuat Kaynara bertanya-tanya, apa yang membuat Ghea terlihat begitu tidak bersemangat???
"Kenapaa?" tanya Kaynara sambil menatap Ghea.
"Gue... NYESEL BANGET NEBENG ELANG! DIA BAWA MOTOR KAYAK KESETANAN." Ghea berseru kesal hingga membuat Kaynara dan beberapa orang lainnya terkejut.
Ghea menunjuk Elang yang nampak santai dengan mengangkat acuh bahunya. Menurutnya dia membawa motor normal-normal saja, menang Ghea yang terlalu berlebihan.
"Bareng??" tanya Rafael dengan raut wajah terkejut.
"Dia ngajak bareng," kata Ghea.
"Lo yang lebay. Gue bawa motor biasa aja padahal," kata Elang dengan raut wajah tanpa dosa.
"Biasa aja dari mana?????" tanya Ghea emosi.
"Gheaaa sabar." Kaynara merangkul temannya itu sambil mengusap pundaknya pelan.
