Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••••
Kaynara tidak bisa menahan senyumnya ketika melihat Rafael yang berdiri tak jauh darinya sambil merentangkan kedua tangannya yang membuat gadis itu langsung berlari. Tubuh Rafael sampai terhuyung ke belakang ketika Kaynara melompat ke dalam pelukannya.
Tawa Rafael terdengar ketika pelukan itu semakin erat dan disertai dengan ciuman di pipi nya. Sudah lima bulan mereka tidak bertemu dan hari ini Rafael datang tanpa memberitahu Kaynara hingga gadis itu merasa terkejut dengan kehadirannya secara tiba-tiba.
"Aellll enggak bilang kalau datang," kata Kaynara yang terlihat begitu bahagia dengan kehadirannya.
Kaynara masih belum berubah. Kaynara masih terlihat sama seperti Kaynara di masa putih abu-abu. Manjanya masih sama. Cerewetnya juga masih sama. Tidak ada yang berubah, selain dari gaya berpakaian Kaynara yang sedikit berbeda dari sebelumnya.
"Kejutan?" kata Rafael sambil tersenyum.
"Aku kangen banget sama Aelll." Kaynara memeluknya semakin erat.
Rafael membalas pelukan itu tak kalah erat. Dia juga sama. Dia sangat merindukan Kaynara yang belakangan ini pun sangat sibuk hingga mereka hanya saling berbalas pesan saja.
Setelah cukup lama, Kaynara melepaskan pelukannya dan menatap Rafael dengan penuh kerinduan. Dia tersenyum ketika satu cubitan ia dapatkan di pipi nya. Selain Kaynara yang sibuk, Rafael juga sama sibuknya hingga mereka pernah tidak berkomunikasi sama sekali selama tiga hari.
Rafael sibuk membantu Reina yang sekarang mengelola sebuah cafe. Belum lagi dia juga mengikuti organisasi di kampus yang membuatnya disibukkan dengan berbagai macam kegiatan.
"Ael sama siapa??" tanya Kaynara.
"Sendirian," jawab Rafael dengan seulas senyum tipis.
Kaynara baru saja menyelesaikan sesi pemotretan untuk hari ini. Dia berniat untuk segera pulang karena ingin beristirahat. Bahkan tadi Kaynara sempat kesal karena supir yang biasa menjemputnya tak kunjung membalas pesan dan ternyata Kaynara malah bertemu Rafael sekarang.
"Aku yang minta untuk jemput kamu sama Om Raka," kata Rafael yang membuat Kaynara mengangguk singkat.
"Aku kangennn banget," kata Kaynara dengan wajah cemberut.
Rafael tersenyum sambil mencubit pelan pipinya. Ia pun mengajak Kaynara untuk segera pulang, maksudnya pergi ke tempat lain. Rafael tidak akan lama, dia hanya di sini selama tiga hari saja karena meskipun mereka sudah libur semester, tapi Rafael masih harus membantu Reina.
Satu tangan Rafael merangkul pundak Kaynara yang membuat gadis itu bersandar dengan manja di sana. Kaynara juga memeluk lengan Rafael, seolah tak ingin menjauh darinya.