Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••••
"Ael, aku minta maaf karena kemarin udah marah-marah dan maksa kamu untuk cerita."
Itu adalah kalimat pertama yang Kaynara ucapkan. Setelah keduanya hanya duduk diam selama setengah jam di taman yang letaknya tidak begitu jauh dari sekolah.
Kaynara menundukkan kepalanya. Dia menatap kedua kakinya yang berayun dan menyentuh tanah, mencoba menyibukkan diri karena takut mendengar tanggapan Rafael. Sedangkan di sampingnya, Rafael kini menatapnya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.
Karena tak ada tanggapan, Kaynara pun menoleh dan melihat Rafael yang masih diam sambil menatapnya.
"Maaf karena malah buat kamu berada di posisi yang semakin sulit," kata Kaynara, kali ini sambil menatap wajah Rafael.
"Gue yang harusnya minta maaf. Selama ini gue selalu minta lo untuk cerita tentang apapun ke gue, tapi gue enggak ngelakuin hal yang sama," ujar Rafael yang membuat Kaynara menggeleng singkat.
"Enggak papa, tapi apapun keputusan kamu nanti, tolong kasih tau aku, ya." Kaynara meminta dengan penuh permohonan pada Rafael.
"Iya, gue memang mau ceritain hal itu, tapi gue enggak tau harus mulai dari mana. Bahkan gue malah berpikir untuk cerita ketika gue udah memutuskan pilihan yang Mama kasih. Gue tau gue egois karena nyembunyiin ini dari lo bahkan Elang marahin gue setiap hari," ungkap Rafael sambil menatap Kaynara yang kini tersenyum tipis.
"Aku coba untuk ngerti posisi kamu dan aku yakin pasti itu semua enggak mudah. Karena itu apapun keputusan Ael nanti aku bakal selalu dukung kamu. Entah kalau kita jauh nanti bakal gimana, tapi aku selalu berharap dan berdo'a untuk kebahagiaan Ael. Meskipun bukan sama aku..."
"Sama lo lah!" Rafael tiba-tiba memotong perkataan Kaynara karena tidak terima ketika mendengarnya.
"Emm yaa siapa tau," ujar Kaynara pelan.
"Maunya sama lo, Kay. Yang nemenin gue waktu ada masalah sama Mama dan Papa kan lo. Masa tiba-tiba gue sama yang lain, keenakan lah yang lain kebagian gue yang udah senengnya doang," kata Rafael yang membuat Kaynara tertawa pelan.
"Kay."
"Kenapaa?"
"Ada yang mau gue lakuin setelah ujian selesai," aku Rafael sambil menatap Kaynara yang nampak kebingungan.
"Apa? Ael mau ngelakuin apa?" tanya Kaynara.
Rafael bergumam pelan sambil mengambil sesuatu di dalam tasnya. Dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam sana dan memberikannya pada Kaynara.
Kaynara semakin kebingungan ketika menerimanya. Dia membolak-balikkan kotak itu lalu menatap Rafael yang tersenyum padanya.