Greeting Card

47.2K 2.4K 280
                                        

Auriga Suma's Moodboard

Gendhis Anjana's Moodboard

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gendhis Anjana's Moodboard

Gendhis Anjana's Moodboard

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hi, Wind Day's here.

It's the time to write a long author notes, after 52 chapters of The Station. The Mangkunegaran's love bird, katanya.

Apa kabar kalian semua? aku berharap kalian semua selalu sehat, baik, dan bahagia dimanapun itu ya, Kawan!

First thing first, I wanna say thanks to myself. Terima kasih karena sudah berhasil melawan diri sendiri yang hampir menarik cerita ini, yang entah berapa kali mengalami writer block, dan yang berujung menangis menulis chapter terakhirnya.

Kalian harus tau satu hal tentang The Station. Coba siapa yang ikutin The Station sejak pertama mereka aku publish? apa kalian sadar jika diawal cerita aku hampir tidak melanjutkannya? iya, It was a hard time back then... ketika kerjaan dan beberapa hal rasanya terlalu melelahkan, sampai nggak punya tenaga buat nulis. Ini juga yang buat The Station jadi cerita paling lama penyelesaiannya dibandingkan Your Everyday dan Your Time diluar jumlah chapter di dalamnya.

Satu hal lagi, kalian harus tau kalau prolog dan beberapa chapter The Station aku tulis di tengah perjalanan... di dalam rangkaian Banyu Biru, Joglosemarkerto, Argo Anggrek, tak lupa Java Prio. Lucu memang, nyatanya malah aku pertama mendapatkan ide ketika perjalanan ke Prambanan.

Kalian nggak salah baca kok, poin pertemuan Mbak Gendhis dan Mas Riga adalah poin yang aku bawa ketika menonton Ramayana Ballet. Dan siapa sangka aku berhasil membawa mereka sampai bertemu kalian di chapter ini 👏🏻👏🏻👏🏻

Aku nggak pernah menuntut The Station harus dibaca banyak orang, tanpa ekspektasi apapun seperti saat pertama aku menuliskan chapter awal mereka. Aku hanya ingin agar The Station menjadi wujud terbaik dari energiku yang tersisa.

Anyway, mungkin ada beberapa yang akan bertanya 'kok ceritanya nggak ada konflik sih?'

Oke, sejak awal aku memang menjadikan semua cerita yang aku tulis sebagai wadah pelarian dari pelik dan lelahnya reallife. Iya, aku terkadang butuh untuk membuang energi sisa setelah sehari penuh sibuk dengan urusan kantor. Jadi, mungkin jika ada yang berharap 'konflik' namun tidak akan menemukan disini.

Teman, reallife terkadang sudah melelahkan. Maka dari itu, kita butuh pelarian dari itu semua meskipun melalui cerita sederhana. Bukan cuma kalian, karena aku seringkali lelah dan malah berujung membaca ceritaku sendiri 🌝🌝

'Too good to be true' anggap aja seperti itu. Tapi percayalah hanya kalian belum bertemu dengan seseorang yang seperti itu, bukan berarti mereka tidak ada di dunia ini. Dan semoga kalian tidak bosan dengan cerita-cerita seperti ini, yaaaa.

And last, terima kasih banyak buat kalian semua yang sudah mau menemani cerita Mas Wamen dan Mbak Gula sampai tulisan ini. Terima kasih banyak karena kembali membawa tulisanku melampaui apa yang aku bayangkan.

Terima kasih buat kalian yang selalu isi setiap chapter dengan komentar menyenangkan, komentar masukan, serta setiap komentar lucu yang sering aku baca berulangkali. Terima kasih juga untuk kalian yang sudah mempromosikan The Station 🫶🏼🫶🏼

All of The Station parts on Wattpad already published. 0 draft and 52 parts published. It's time to say goodbye to The Station.

Terima kasih sekali lagi dan semoga kalian sehat selalu dan selalu berkenan menemani anak-anakku yang lain, ya.

With Love,

Wind Day.

re : I'll try to keep all the parts that have been published stay, in case you want to re-read them back. Mungkin akan ada extended part di KaryaKarsa, namun masih harus aku pikirkan dan pertimbangkan karena aku juga tidak ingin terlalu terburu-buru. Last, now check link on my bio to find The Station's playlist.


-

Find the newest story on my profile and see you there, Teman!!

Find the newest story on my profile and see you there, Teman!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The StationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang