56

6.5K 579 112
                                        


Happy reading


=====•••=====

Sepeninggal Anin lalu di susul Feni dan Sisca, Gracia masih terlelap dalam tidur damainya. Pemandangan yang kerap membuat hati Shani menghangat, khawatir dan takut di waktu bersamaan.

Memastikaan aman napas teratur kesayangannya itu, Shani menaruh ciuman di dahi Gracia lalu gegas meninggalkannya ke area privat pool yang menghadap langsung ke pantai.

Mendudukan diri di sisi kolam, Shani meletakan kopi kemasan kaleng di sebelahnya lalu menurunkan kedua kakinya ke kolam. Tidak berniat untuk berenang, hanya merendam setengah kaki saja upaya membuat dirinya sedikit lebih rileks dari fikiran bercabangnya soal Anin dan Gracia tadi malam.

Lehernya otomatis menoleh pada sumber suara saat mendengar Gracia batuk beberapa kali. Lalu kembali berpaling saat kesayangannya itu memejamkan matanya kembali.

Merasa cukup dengan fikiran panjangnya, Shani kembali. Bukan ke bed yang ada perempuan favoritenya di sana, tapi ke meja kerja. Membuka laptop lalu berkutat pada projectan yang  sudah ia rampungkan dua hari lalu itu. Mencari-cari kesibukan untuk mengalihkan perhatiannya dari fikiran kalutnya tersebut.

Mendengar deheman dari Gracia, Shani menoleh. Memberinya sebuah senyuman ucapan selamat pagi menjelang siang karena jam sudah berada di jam sepuluh lebih.

Beranjak dari meja kerja menuju ke Gracia dengan senyuman gamang yang belum juga lepas di bibir ranumnya. "Nyenyak amat kayaknya bobonya sayangku? Mimpi indah, ya?" Manis, tapi ini sarkas pemirsa.

Gegas Gracia beringsut duduk sembari merentangkan kedua tanganya. Menunggu Shani menghambur ke dalam pelukannya. "Kagen, Ci," racau Gracia dengan suara serak khas orang baru bangun tidur pada umumnya.

"Kangen aku?" timpal Shani sesaat setelah ia menyambut uluran tangan Gracia untuk memeluknya. Di dadanya, kesayangannya itu mengangguk sambil terkantuk-kantuk dengan mata setengah terpejam dan bibir mengerucut, sementara kedua tangannya memeluk pinggang dirinya sangat erat. Selalu posesif.

Senyum Shani tak lagi gamang sekarang, tapi gemas. Mendapati Gracia mode bangun tidur yang super clingy ini selalu berhasil menghangatkan hati Shani. Entah sepelik apapun perasaannya kini.

Mengelus halus rambut Gracia, lalu meghadiahinya kecupan berkali-kali di tempat yang sama. "Masih ngantuk? Apa mau aku siapin air buat mandi? Atau mau sarapan dulu?"

Gracia berdecak lucu. "Mau peluk dulu, kangen!"

"Kamu peluk aku semalaman, Sayangku."

"Tapi pas aku bangun kamu ngga ada."

"Ini aku di sini?"

"Tadi aku udah bangun, tapi kamu ngga ada yaudah aku bobo lagi aja."

Beberapa saat keduanya hening. Gracia masih mengumpulkan separuh kesadarannya, sementara fikiran Shani kembali tercuri oleh serentetan kejadian tadi malam antara Gracia dengan Anin. Bukan menyesali tindakannya, hanya belum habis fikir saja kenapa sakitnya malah muncul belakangan?

"Ge?"

"Hm?"

"Kalo aku sebel sama kamu, boleh ngga?"

Lil'sistCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang