Edinburgh 1

7.9K 591 117
                                        


Happy weekend!

Selamat membaca, semua.

====•••====

Shani POV

Hidupku tak ubahnya seperti pertunjukan tanpa naskah, tanpa skrip. Langkah pertama adalah menyusuri jalan setapak penuh mawar merah lengkap dengan duri pada tangkainya. Menyusuri jembatan dengan tebing dan jurang curam di setiap sisinya. Adalah teka teki perjalanan yang aku susuri sepenuh hati. Ikhlas menjadi pejalan tanpa peta yang kerap berdamping dengan ketersesatan.

Sesekali aku menari di atas batu kerikil. Dengan kaki berdarah-darah, aku menemukan harmoni dalam luka yang menjadi sahabat abadi. Dan dibalik ribuan sayatan pesakitan, selalu ada setitik cahaya yang membisikan alasan untuk aku tetap melangkah, melucuti setiap kemustahilan.

Dia adalah seutas rasa yang terselip dan tersembunyi. Tumbuh subur diantara getir tak bertepi. Mekar menghiasi seonggok hati yang sunyi.

Beribu kali mencoba berdamai dengan duri dan belati. Berdarah-darah melawan ketidakmungkinan

Sakit, tapi indah.

Namun aku percaya, pada setiap luka adalah pintu menuju cahaya kebahagiaan. Perjalanan menuju makna yang lebih besar. Setiap hari yang aku habiskan dengan kamu, setiap pesakitan yang kerap kita genggam berdua, semoga tidak berakhir dengan dihadiahi kesiasiaan oleh semesta ya, Ge?

Tak apa jika hubungan ini tak pernah jelas, hal terakhir yang paling ingin dikabulkan hanyalah keberadaan kamu di dekatku lebih lama.

Melihatmu sakit aku turut sakit, bahkan lebih dari apa yang kamu tahu. Tugasku tak sekadar menguatkan kamu, melainkan menguatkan diriku juga. Demi Tuhan tak ada yang lebih membuat aku sekarat daripada rasa takut kehilangan yang membayang-bayangi aku setiap saat.

Shania Gracia, Tuhan menghadiahkan kamu untuk aku lebih dari 15 tahun lalu, dan kamu adalah sesuatu yang sampai kapanpun tidak akan pernah bisa aku tukar dengan apapun keberadaannya.

Aku tidak tahu persis kapan kali pertama mulai menyukai keberadaan kamu di dekat aku, namun yang jelas, jatuh kepadamu bukan sejekap, tapi berangsur seiring waktu. Bertambah hari, bertambah pula rasa kepemilikan itu. Tidak rela bahkan saat membayangkan suatu hari dimana kamu menjadi milik orang lain. Mengambilnya dariku dengan cara halus atau memaksa.

Dan beruntungnya kamu belum sekalipun dimiliki siapapun, masih setia dengan penjagaanku bahkan hingga detik ini saat kamu berada di dalam dekapanku lagi sekarang. Tak berjarak bahkan satu inchipun.

Ge, seperti yang pernah kamu bilang, i love you to the moon and back. Hingga Tuhan memisahkan dan mempertemukan kita kembali. Hati aku menghangat segalius perih saat mendengar kamu mengatakan itu untuk aku.

Jika ini bagian dari hukuman karena aku terlambat terbuka dengan perasaan aku, Ge, please hentikan ini sekarang juga. Aku sudah tidak tahan berpura-pura tidak tahu saat kamu sedang menahan sakit, pura-pura biasa saja saat mendapati setiap helaian rambut kamu selalu berkurang setiap waktu, pura-pura tidak sadar dengan pipi kamu yang semakin tirus, menahan sesak napas untuk tidak menangis karena setiap hari pelukanku di badan kamu semakin mengendur.

Ge, aku rindu kamu yang dulu, yang sejauh manapun kamu pergi tanpa aku, aku percaya. Aku benci keadaan kita sekarang yang bahkan untuk sekadar memejamkan matapun aku takut.

=====•••=====

Author POV

Satu jam sedari ia memejamkan matanya, Shani belum juga mendapati dirinya akan terlelap. Isi kepalanya terlalu ramaj untuk ia tinggal tidur dengan tenang. Sibuk sekali berdebat kosong meratapi hidup yang sepertinya enggan memeberikan dia pilihan yang diinginkan.

Lil'sistCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang