50

5.7K 276 62
                                        

hai! gimana kabarnyaaa?tinggalin vote dan komentarnya yaaa! ily💐💐💐

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

hai! gimana kabarnyaaa?
tinggalin vote dan komentarnya yaaa! ily💐💐💐


“Pak Jeff, katanya udah keep kiya untuk penelitian, ini kenapa si istri ngga pilih Pak Jeff jadi dospem?” Lelaki dengan rambut klimis dan bertubuh jangkung itu muncul dibalik kubikel mengintip kegiatan Jeffrey di sebelah kubikel miliknya.

“Emang data mahasiswa udah pada masuk?” Jeffrey balik bertanya.
Pak Dimas masih berada ditempat yang sama, “udah, coba cek aja di email,” balasnya pada Jeffrey.

Lelaki itu tertawa kecil ketika melihat perubahan ekspresi Jeffrey ketika melihat data dosen pembimbing yang di pilih oleh mahasiswa, Pak Dimas amat menantikan wajah kesal Jeffrey ketika tahu bahwa Kiya tidak memilihnya dipilihan manapun.

“Wah, pasti ngga tau ya kalau ngggak di pilih Azkiya? padahal kalau lihat judul yang si istri ajuin sih masih masuk-masuk aja ke Pak Jeff,” ucap Pak Dimas dengan sengaja memanasi Jeffrey.

“Tau, kok. Dosen yang istri saya pilih juga atas saran saya,” jawab Jeffrey dengan sedikit sewot.

Pak Dimas tentu belum puas akan reaksi Jeffrey, “Dari ekspresi Pak Jeff sih kayanya emang nggak dipilih, ya? killer sih…” timpal Pak Dimas lagi.

Mendengar ejekan itu Jeffrey langsung menoleh pada Pak Dimas, seraya memberi tatapan tajam agar Pak Dimas berhenti menganggunya.

“Bercanda, Jeff! kamu tinggal lobi kaprodi aja, udah beres!” ucap Pak Dimas sebelum kembali ke bangkunya meninggalkan Jeffrey yang mendengus sebal sebab ejekan Pak Dimas.

Jeffrey menghela napas panjang, memastikan kembali pilihan Kiya. Empat kata lucu— Kiya tidak memilih Jeffrey!

Dengan pilihan Kiya pada dosen lain itu, maka artinya tawaran atau lebih tepatnya bujukan yg Jeffrey ajukan pada Kiya ditolak olehnya

Lelaki itu mengira ucapan Kiya beberapa waktu lalu hanyalah gurauan, ternyata perempuan itu serius dengan pilihannya. Meski pilihan itu belum pasti dan belum di tetapkan, tetapi Jeffrey yakin 90% persen bahwa Kiya mendapatkan dosen pembimbing sesuai dengan pilihannya.

Berdasarkan judul skripsi yang Kiya ajukan, perempuan itu sudah memilih dosen yang sejalan dengan calon skripsinya—masalahnya, judul itu juga hampir sejalan dengan bidang Jeffrey, harusnya ia juga bisa menjadi dosen pembimbing Kiya.

Entah mengapa Jeffrey merasa kesal. Tidak tahu kekesalan yang menerpanya timbul dari ejekan Pak Dimas atau dari pilihan Kiya. Lelaki itu segera menanyakan pada Kiya— alasan mengapa perempuan itu tidak memilihnya.

Setelah bertukar pesan dengan Kiya, kekesalan  tak redam dengan alasan yang Kiya katakan, justru semakin bertambah sebab Kiya tak memberi penjelasan apapun.

Pak Dimas ikut berdiri ketika mendengar Jeffrey beranjak dari tempatnya dan tampak bergegas dengan cepat, “Pak Jeff mau kemana?”tanya Pak Dimas ketika Jeffrey baru saja melangkah keluar dari kubikelnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 03, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

LecturerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang