Jeno melihat orang yang tiba-tiba muncul di hadapannya dalam diam. Sedangkan orang itu melihat Jeno dengan senyum tipis di wajahnya.
"Hai, lama tidak bertemu Jeno. Aku merindukanmu." Kata orang itu.
Yeonjun tertawa kuat sehingga membuat beberapa orang yang ada disana melihat ke arahnya lalu melihat Jeno, tak terkecuali dengan Karina.
"Aku tidak pernah menyangka kalau itu adalah kalimat yang akan kau ucapkan jika bertemu dengan Jeno lagi. Itu sangat intens." Kata Yeonjun.
"Memangnya kau pikir aku akan mengatakan apa?" Kata orang itu.
"Tidak mengatakan apa-apa. Tapi aku pikir kau mungkin saja akan langsung memeluknya atau bahkan lebih dari itu." Kata Yeonjun santai.
"Aku tidak senekad itu." Kata orang itu santai, Yeonjun tersenyum tipis dan penuh arti.
"Kau, Kang Lia adalah orang yang senekad itu." Kata Yeonjun yakin.
Orang yang disebut 'Kang Lia' itu menatap Yeonjun serius lalu mengalihkan pandangannya pada Jeno.
"Aku mau melakukannya..." Kata Lia tertahan membuat Jeno melihat orang yang bernama 'Lia' itu dengan raut wajah yang tidak bersahabat.
"... tapi alangkah baiknya jika aku tidak melakukannya sekarang." Kata Lia menahan diri setelah melihat raut wajah Jeno itu.
Yeonjun tersenyum penuh arti. Karina melihat orang yang baru dikenalnya dengan sebutan 'Kang Lia' itu dan Jeno bergantian. Raut wajah tidak bersahabat dari Jeno berhasil menarik lebih perhatian Karina.
Karina sadar ada yang tidak beres di antara mereka. Karina bisa merasakan itu dengan sangat jelas. Berusaha untuk tenang, Karina memegang lengan Jeno.
"Mau pergi ke tempat lain saja?" Tawar Karina dengan senyum tipis di wajahnya.
Jeno mengangguk pelan lalu segera membawa Karina meninggalkan kantin yang ramai itu.
"Kenapa dia membawa Jeno sesuka hatinya?" Kata Lia dengan tatapan tidak sukanya.
"Jika aku beri tahu alasannya, kau pasti akan sangat terkejut." Kata Yeonjun.
"Jawab saja pertanyaanku." Kata Lia kesal.
"Dia calon istri Jeno." Kata Yeonjun.
"Apa? Karina adalah calon istri Jeno?!" Kata Lia dengan ekspresi terkejutnya.
Lia pun segera melihat Jeno dan Karina yang belum sepenuhnya menghilang dari pandangannya.
Sebelumnya Lia pernah mendapat kabar kalau Jeno akan di jodohkan dengan orang lain. Tapi Lia tidak menyangka kalau orang itu ada gadis populer di sekolah itu.
Selama ini Lia mengetahui Karina melalui teman-temannya yang pernah bertemu dengan Karina secara langsung. Bahkan dia mengetahui wajahnya hanya dari media sosial saja.
Sedikit merasa terancam dengan fakta itu, Lia melihat Karina dengan tatapan tajam. Sebelum benar-benar hilang, kedua mata milik Lia sempat bertemu dengan kedua mata milik Karina yang sempat melihat ke belakang.
-----
Karina duduk terdiam melihat Jeno yang hanya sibuk dengan isi pikirannya saat ini. Jujur saja Karina ingin bertanya, tapi dia mengurungkannya sampai Jeno selesai dengan pikirannya itu.
Karina teringat akan dua buah permen tangkai yang tadi pagi sempat diambilnya dari tas sekolah Jisung. Karina mengambil permen itu dari saku roknya lalu memberikan salah satunya kepada Jeno.
"Mau makan permen?" Tawar Karina berhasil mengalihkan perhatian Jeno.
Jeno mengangguk lalu menerima permen itu. Jeno membuka bungkusnya lalu hendak memasukkannya ke dalam mulutnya, hingga Karina menarik tangan Jeno itu lalu memakan permennya.
KAMU SEDANG MEMBACA
From Message To Reality
Fanfiction📌 Follow dulu sebelum baca 😊 Masa depan! Adalah hal yang selalu dipikirkan oleh Karina. Masa depan yang cerah akan menantinya karena itulah dia bekerja keras di dalam belajar, dan moto 'usaha tidak akan mengecewakan hasil' adalah pegangannya. Ungg...
