gak diedit.
300 comment untuk buka next chapter ♥♥
[!] bgm, love me not; typo; pengulangan kata.
;:;:;:;
Kembali dalam gendongan Taehyung kala mereka keluar dari ruang kelam itu.
"Kalau kau diasingkan dari bayi, siapa yang mengasuhmu?" Jungkook dengan seribu rasa penasarannya kembali meracau.
"Dayang-dayang dan beberapa ksatria."
"Loh? Kau bilang tidak ada makhluk neraka yang tau dimana kau dibesarkan?"
Taehyung mengangguk, "Memang," melewati lorong sunyi kala ia menunduk; menyambut netra bulat Jungkook yang antusias, "Untuk sekarang sudah tidak—telah ku bunuh mereka semua."
Binar di sekembar obsidian Si Werewolf total berganti jengah, rautnya seketika datar, "Wah, terkejut sekali aku," ungkapnya tak tertarik lantas membuang muka menatap tiap-tiap detail mewah di koridor megah, "Ada saat-saatnya aku melupakan bahwa kau penjahat abad ini."
Demigod Agung itu tertawa ringkas, "Akan ku ceritakan kalau kau mau dengar detail pembunuhan mereka ... agar diorama kejahatanku di kepala mu tak lagi setengah-setengah."
"Tidak, terimakasih," Jungkook mendecih malas.
●●●
Mereka tiba di kamar Jungkook, Taehyung menurunkannya hati-hati ke permukaan ranjang, membaringkan begitu lembut lalu duduk ke bibir ranjang.
"Sini," Jungkook menepuk-nepuk sisi lain kasur yang luas, "Kau ke sini, aku mau tidur."
"Aku sudah menghabiskan waktu bersamamu, ada banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan."
Jawaban itu sontak membuat Si Werewolf merengut jengkel, "Pekerjaan apa? Kau mau kabur? Tidak tanggung jawab padaku?" sungutnya menggebu-gebu, "Aku masih sakit! Kau yang buat aku begini, tanggung jawablah!"
Taehyung menatapnya cukup lama, lalu menarik napas dan mengembuskannya berat; "Kau bilang ingin naik ke permukaan 'kan?" intonasinya berusaha selembut mungkin; paham jika tempramental Jungkook seperti ini akan sangat mudah tersinggung, "Semakin cepat aku menyelesaikan apa yang telah kutinggal semenjak lama, semakin cepat kita bisa meninggalkan neraka."
Jungkook cemberut, masih enggan setuju.
"Jungkook—"
"Tidak mau," selanya, ia pun menggeser duduk sekedar mencengkeram kain di pinggang Taehyung, "Aku mau cepat pulang, tapi tidak mau kau tinggal lagi," sekembar netra boba ini mengkilap.
"Lalu bagaimana aku—?"
"Itu urusanmu! Kau kan Demigod, karena kau pintar pikirkan lah caranya!"
Maka Taehyung pun menunduk, menyangga kening dengan telapaknya lalu kembali mendongak seraya mensugar poni ke belakang, "Hah ...," helaan napas berat kembali teralun.
KAMU SEDANG MEMBACA
YaGook Academy
Fanfiction[ mitologi!AU, fantasy!AU ] Maka banyak sekali kaum yang menghela napas saat sepuluh aristokrat dibuat. Sebab faktanya adalah; mereka menghalangi pertumpahan darah dari bangsa Demigod yang menggunakan akal dan kaum Werewolf yang mendahulukan otot. d...
