095 : Quandary (5).

3.5K 248 604
                                        




Selamat eid mubarak bagi yang merayakan.

Sebenernya wattpad down gini bikin gak mood ngupdate, bar. Tapi karena kalian terlalu gemes dan setia nungguin, tk juga makin gacor, jadi aku tetep update walaupun gak ada notif dan cuma sebagian dari kalian yang bisa akses bab baru awokawok. Jangan lupa vote bangtan di semi final KMA. Nominasi Best Popular Song dan Best Popular Male Group.

400 comment untuk buka next chapter ♥♥








[!] bgm, love me nottypo; pengulangan kata.

;:;:;:;

Dalam lumatan lembut ini, Taehyung menjilat belah bibirnya, membasahi dengan liur lalu mengulumnya pelan. Menyesap bibir bawah Jungkook lalu menggigitnya ringan.

Ia menarik diri, mengambil sedikit jarak sebelum mempertemukan kening mereka.

Netra mereka bersirobok ketika Jungkook membuka kelopak, bertemu dengan sekembar hazel Taehyung yang teduh.

Lalu Sang Pangeran mengecup keningnya, turun ke kelopak matanya, hidungnya, bibirnya, pipi kanannya dan ciuman ini terus merambat turun ke rahang hingga lehernya.

"Mhhh," Jungkook melenguh pelan, mendongak seraya memilin-milin kain di punggung.

Jungkook bisa merasakan Taehyung yang mengendus perpotongan lehernya, menjilat, membasahi kulitnya lalu menglum, "Ngh," geli dan resah berpadu kala Taehyung memberi gigitan di sana lalu menyesapnya.

Berulang, sampai meninggalkan bekas kemerahan.

Taehyung merambat turun, memberi kecupan mengambang di tulang selangkanya, menarik kain yang menutupi dadanya agar tak ada lagi yang menghalangi ciuman demi ciuman memenuhi raganya.

Taehyung mengigit daging dadanya yang besar, membekaskan giginya sebelum menarik jilatan panjang saat meraup puncak dadanya.

"Mnh," nyaman, ia pun menunduk mendapati Taehyung yang memejamkan mata, tampak damai dan tenang saat menyedot-nyedot dadanya di dalam mulut.

Tangan Taehyung bergerak, meremas dadanya yang tengah dihisap, menekan hingga kian mengerucut dan Taehyung meraup lebih banyak ke dalam mulut. Tangan lain bergerak untuk meraba dada satunya, memainkan ujung kuku di puting Jungkook, memberi strum di raga tersebut, lalu ia memutar tarinya mengelilingi puting, berlanjut mencubit, dan memilin-milin.

"Aaahhh," Jungkook meringis, badannya melemas dan mengejang.

Namun rasa takut menjalar di sanubari.

Ia tau apabila mereka tak seharusnya melakukan ini di kedalaman neraka.

Maka jemarinya melepas punggung Taehyung, merangsek ke helaian merah ini dan meremasnya seraya melirih; "Taeh ... h-hentikan, jangan di sini—ngh, ak, aku takut."

Taehyung membuka kelopak, melirik ke atas, melepas dadanya namun lidah itu terjulur; tetap menjilati puncaknya. Ia tidak menjawab, hanya mengendik alis dengan tautan netra yang berkabut.

YaGook AcademyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang