091 : Quandary.

1.9K 280 498
                                        




Aku baru kelar lemburan, bar. Maaf updatenya ngaret jauh, agak gila juga vote di mnet kalah, aku hiatus twitter lagi lah 1-2 minggu, gak kebayang stresnya buka sosmed ngeliat kpopies ngeyapping. 

Sekarang ayo fokus voting SEOUL MUSIC AWARDS, biar aku gak ngacak-ngacak sampah dan makin semangat update.




300 comment untuk buka next chapter ♥♥








[!] bgm, love me not; typo; pengulangan kata.

;:;:;:;

Kemunculan seseorang jelas dapat Jungkook rasakan dari indra-indra Serigala yang tajam, tak jauh di belakangnya Taehyung melangkah, kian dekat lalu menekuk salah satu kaki jenjang ke permukaan ranjang.

Taehyung bergerak dengan lutut menekuk hingga benar-benar memangkas jarak, jemarinya merambat ke pinggang Jungkook, meremas ujung-ujung kain di sisi seraya menempelkan pipinya perlahan ke bahu itu, sekembar netra hijaunya mengarah ke bantal-bantal, rautnya stagnan.

Jungkook menoleh kecil sambil mendelik, "Kapan aku mengizinkanmu meyentuhku?"

Sang Pangeran Neraka diam beberapa detik, tak mengubah posisi sama sekali; "Kau bilang, kau menginginkanku," bisiknya rendah. Bukan pertanyaan.

Serigala muda ini memutar bola mata ke atas sambil kembali menatap lurus, "Bukan berarti aku memaafkanmu."

Hening merajai tanpa balas dari Taehyung.

Sosok itu sunyi, memiliki sepi beberapa saat hingga jari-jari ini bergerak maju ke depan perut Jungkook, menempelkan tubuh mereka kala memeluknya erat; "Tapi aku tidak mau melepaskanmu," vokalnya menjadi lebih jelas.

"Haaah," helaan napas Si Werewolf terdengar, ia menoleh lagi sekedar menyaksikan helaian merah ini, "...," sorot mata serigalanya begitu dalam sementara punggungnya bisa merasakan detak jantung Taehyung yang memburu gelisah, alhasil Jungkook kembali berpaling; "... ceritakan."

Pewaris Sang Hades itu masih mendengarkan.

"Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai kau tak merespon panggilanku, dan kemana kau pergi saat aku kesulitan."

Taehyung mengerjap, mengangkat pipinya dari bahu Jungkook, beralih memangku dagu ke sana seraya menatap sisi wajah itu, "Jika aku menceritakannya apa kau akan mempercayaiku?"

Lagi-lagi ruang dirundung hening, sorot mata Si Werewolf terpapar tajam namun ia menarik napas dalam-dalam seraya memejam kelopak, menoleh untuk mempertemukan netra mereka.

Bisa ia lihat bagaimana hazel hijau Taehyung yang dikenalinya penuh kesombongan dan selalu percaya diri; kini meredup layu, seakan-akan berharap apabila jawabannya adalah ya dan ya.

YaGook AcademyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang