HAPPY JUNGKOOK DAY!!!
300 comment untuk buka next chapter ♥♥
[!] bgm, risk it all; typo; pengulangan kata.
;:;:;:;
Tak seperti Taehyung yang segera memasuki Bangsal para Demigod, Mingyu yang sempat berpapasan dengan sosok itu masih menyusuri istana megah ini, untuk memenuhi panggilan ayahnya—Poseidon.
Tiba di bilik-bilik Dodekatheon, ia berhenti di depan gerbang raksasa dengan pasak Dwisula sebagai ornamen yang menguncinya. Mingyu menghantarkan arus nadi begitu tenang, hingga pasak itu bergejolak atas energinya yang dikenali, mulai terbelah lalu membuka gerbang ini.
Marmer kebiruan; bercahaya menyilaukan menyambutnya yang memasuki ruang dengan kepala menunduk, tempat yang luas bagai tak berhujung, dan suara Poseidon menggetarkan seluruh area seiring gerbang di belakang tertutup rapat; "Putraku, putraku, putra terbaikku."
Getar suara Sang Penguasa Lautan mengiringi tiap langkah Mingyu yang menuju tengah ruangan.
Tak seperti Hades yang gemar bermain-main dengan wujud setengah manusia di dalam neraka, Poseidon mengampakkan wujud aslinya yang Maha Agung, sebatas pinggang ia tertampak, menatap Sang putra yang tak lebih besar dari kelereng di hadapannya.
"Wahai putraku, Putra terbaikku. Apa yang membuatmu terlibat dalam pemberontakan ini?"
Masih terus menunduk, Mingyu pun berhenti di tengah ruang, segera melungsurkan pijak dan bersujud di hadapan Sang ayah, memastikan kepalanya sejajar dengan marmer ini; "Engkau yang Maha Mengetahui apa yang putramu ini pikirkan, Father."
"Kau ciptaanku yang paling sempurna, aku memberimu kebebasan berpikir dan memilih. Maka beritahu padaku apa yang membuatmu meyakini pilihanmu, Putra terbaikku?"
"Keuntungan bagi darah-darahmu di masa depan," Mingyu membalas tanpa keragu-raguan.
Poseidon memberi waktu, matanya yang selalu menyala terang mengunci Mingyu lekat-lekat, "Itu yang kau yakini?"
"Ya, Father."
"Maka pertanggung jawabkan hal-hal yang telah kau pilih, dan hadapi lah penyesalan yang mengampirimu kelak."
Diam, dalam sembahnya Mingyu membuka kelopak, menatap marmer yang kurang dari satu jengkal. Total tergugu atas peringatan yang ditujukan oleh Sang ayah.
"Putraku, Putra terbaikku ...," getaran suara Poseidon menjadi berkali-kali lebih kuat, "Sejatinya pilihan yang kau yakini akan membawamu pada tujuanmu," bersamaan dengan itu Mingyu menyadari kemarahan dalam vokal tenang ayahnya, dan pelan-pelan, lantai marmer ini menjadi samar, "Tapi berhati-hatilah atas malapetaka yang menghampirimu, tak ada cara untuk kembali ... karena kau telah terlibat pada jalan yang paling keji."
Napas Mingyu tercekat, kepalanya berat, tubuhnya mengigil dan begitu kesadaran menghampiri sanubari ... ia mengangkat kepala sekedar menemukan dirinya berada di depan gerbang yang terkunci—terusir dari jangkauan Poseidon.
KAMU SEDANG MEMBACA
YaGook Academy
Fanfiction[ mitologi!AU, fantasy!AU ] Maka banyak sekali kaum yang menghela napas saat sepuluh aristokrat dibuat. Sebab faktanya adalah; mereka menghalangi pertumpahan darah dari bangsa Demigod yang menggunakan akal dan kaum Werewolf yang mendahulukan otot. d...
