094 : Quandary (4).

2.1K 243 430
                                        




300 comment untuk buka next chapter ♥♥








[!] bgm, love me not; typo; pengulangan kata.

;:;:;:;

Pintu yang tertutup mengiringi kepergian Jimin tak serta membawa amarah Taehyung bersamanya. 

Waktu telah bergulir panjang menyisakan ruang redup yang membara, di atas meja, Jungkook bertelungkup dengan kaki-kaki menggantung, tangan terikat rantai sementara Taehyung duduk di kursi menghadap bokong sintalnya yang terluka bekas-bekas cambukan.

Sekembar obsidian mereka bertaut, onix besar Jungkook terpapar sayu; mengintip dari balik bahunya yang bersemu. Kelopak sendu ini membawa netranya yang tampak jernih, sekitar mata membengkak, hidung serta beberapa titik di wajah pun berona kemerahan—sisa dari tangis, malu, amarah bercampur padu.

Mengunci panorama tersebut dalam sorot tajam ... pelan-pelan meredakan tepramental Taehyung.

Ia bangkit dari duduk, mendekat, menyingkirkan virubus atas rantainya hingga pergelangan Jungkook terbebas, meninggalkan bekas jegal yang pekat.

Lalu Taehyung membalik raga Jungkook perlahan, mengangkat pinggangnya hati-hati, memastikan bokongnya yang terluka tak tergores sudut meja. Makanala Jungkook telah telentang di atas meja kerjanya dengan kaki-kaki menekuk dan terbuka, Taehyung membungkuk, menyentuh lutut Jungkook seraya mempertemukan wajah mereka dari jarak terlampau dekat.

Membangkitkan sinyal waspada kepada seluruh penduduk neraka; tatkala dengan sengaja menggores luka di ujung telunjuk, mengalirkan darah kudusnya.

.

.

Salah seorang ksatria menoleh di depan pintu kepada rekan jaga, "Yang Mulia terluka," ungkapnya tegas.

Ada sedikit keragu-raguan kala keduanya saling pandang; "Um ... Sang Mirknis bilang jangan ada yang masuk 'kan?"

Soonyoung masih berjongkok bersama Si anjing yang kini tertidur di sebelah, menyahut; "Yang Mulia bersama Si Werewolf," ia mendongak menatap mereka yang lekas memperhatikannya, "... kalian mengerti maksudku 'kan?" 

Karena semua ksatria di tingkatan ini telah mendengar kejadian saat itu, kala Sang pangeran dipukili sementara ksatria yang berjaga diperintahkan untuk pergi.

Maka kedua penjaga kembali saling pandang lalu mengangguk-angguk, mengecualikan sinyal tersebut.

.

.

Taehyung menggerakan ujung jari yang berdarah ke celah bibir Jungkook, tapi pemuda ini justru menatapnya lekat-lekat.

"Kau sudah sadar?" dari bawah, Jungkook berbisik pelan.

Taehyung tidak membalas, justru memasukkan jemarinya begitu saja, alhasil membangkitkan lagi kemarahan Si Werewolf. Serigala muda ini menepis kasar lengannya hingga jari Taehyung keluar, merengut jengkel;

YaGook AcademyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang