aku dateng, baaar. kangen sekali sama kalian, maaf ya baru bisa update lagi.
500 comment untuk buka next chapter ♥♥
[!] bgm, risk it all; typo; pengulangan kata.
;:;:;:;
"Dasar menyebalkan," mungkin, adalah kali keseribu Jungkook menggerutu pada udara, melontarkan kekesalan batin atas kepergian Taehyung yang tiba-tiba, "Kalau tau dia akan langsung menghilang, lebih baik aku pura-pura tidur."
Duduk di tangga pendek penghubung teras dan pekarangan luas, ia menerima ranting dari gigitan Yeontan, melemparkannya, membuat anjing kecil itu berlari dengan ekor berkibas-kibas.
Helaan napas terembus berat mengiringi sorot netra yang mengawang memperhatikan Si Ciberus, "Seharusnya jangan panik," kedua kaki terbuka dengan tangan-tangan lurus di atas paha, "Jika aku langsung memeluknya saat dia mulai menghilang, ada kemungkinan dia berteleport sambil membawaku 'kan?"
Yeontan kembali ke depan kaki, meletakkan ranting, antusias menunggunya seraya merundukkan dagu sejajar tanah.
Jungkook pun membungkuk sekedar mengamit dan melemparkan kembali; meski isi kepala masih berandai-andai, "Haaah ... sialan," memandang hampa pepohonan rimbun di seberang sana, "Aku kesal, Kim Taehyung. Aku kesal sekali padamu."
●●●
Selepas kepergian Taehyung, Jungkook mulai terbiasa menghabiskan waktu bersama Yeontan.
Permadani angkasa melarutkan tinta kebiruan, mentari terbias cerah, pohon-pohon yang berhenti tumbuh atau mati dalam gelombang sihir barikade; bergemerisik terbawa embus angin yang diizinkan masuk, sementara cicit samar burung-burung terdengar, membentuk formasi ujung tombak kala terbang di atas kubah kerak neraka.
Tak ada makhluk berkaki di seluruh hutan kecuali anjing kecil dan serigala jadi-jadian yang berlari, memacu ambisi, berseru riang; "Yang sampai pohon itu duluan yang menang!"
Wujudnya utuh sebagai segirala, memimpin lomba dengan curang, kaki-kaki besarnya jelas lebih cepat daripada tapak mungil Yeontan.
Pomeranian ini hanya mengerti tengah diajak main, jadi dengan ekor bergoyang ia mengejar Sang serigala teramat senang, sementara sosok itu memutari satu kali pohon raksasa yang dimaksud, lantas mengubah wujud ke bentuk fana; "Aku menang!"
Jungkook pun menunjuk-nunjuk Yeontan yang masih berlari, menertawakan anjing kecil itu kemudian mengulurkan kedua tangan manakala Yeontan kian dekat dan melompat ke arahnya.
Menyambutnya dalam pelukan.
"Ahahaha! Pintarnya! Pintarnya!" ia merapal seraya menengadah, geli karena Yeontan menjilati wajahnya sambil mengibaskan ekor antusias, "Walaupun kalah tapi kau hebat! Good bo—"
KAMU SEDANG MEMBACA
YaGook Academy
Fanfiction[ mitologi!AU, fantasy!AU ] Maka banyak sekali kaum yang menghela napas saat sepuluh aristokrat dibuat. Sebab faktanya adalah; mereka menghalangi pertumpahan darah dari bangsa Demigod yang menggunakan akal dan kaum Werewolf yang mendahulukan otot. d...
