happy bts day!
200 comment untuk buka next chapter ♥♥
[!] bgm, risk it all; typo; pengulangan kata.
;:;:;:;
Puing-puing bangunan yang terbakar, pasak telah menjadi arang, tembok kokoh berserak, kota itu lululantak dan menjelma bagai daratan hangus di tanah lapang.
Serpihan debu hitam beterbangan bekas-bekas bangunan—atau, barangkali dari jasad yang terkremasi sempurna.
Berceuse menyisakan tiga persen dari jejak kehidupan, sebagian kecil gedung di pusat kota lolos atas kegilaan api di hari-hari itu. Kebakaran besar yang sulit padam, menjadi bencana, menghancurkan peradaban, memaksa Manusia Murni yang tersisa memulai segalanya dari awal.
Di tengah semua kekacauan ini sebuah pasak tinggi berdiri menjulang, persis di tengah gradasi kota yang menjadi arang dengan bagian mungil bangunan-bangunan yang selamat.
Menarik seluruh perhatian manusia murni—memanggil Tentara-Tentara Bumi berkumpul ke sini, mengelilingi pasak tersebut seraya bersimpuh lutut dan mendongak, mengangkat tangan tinggi-tinggi kepada jasad telanjang Sang Putri yang ditusuk dari tengah selangkangannya hingga menembus ke puncak leher yang putus, tanpa kepala, tanpa penghormatan.
Membuat semua Tentara Bumi meraung-raung histeris di tempat ini.
●●●
Jungkook terganggu kala bias mentari terpapar ke wajahnya, mendistraksi lelap dan membuatnya mengernyit. Kelopak yang terpejam bergetar-getar lalu mulai terbuka, perlahan, membiasakan diri pada cahaya seraya kesadaran merangsek di akal.
Jungkook masih mengantuk manakala ia menepuk bagian ranjang di depannya, tubuhnya berbaring miring—hanya dalam hitungan detik, ia tersentak, rasionalitas mendadak utuh atas kekosongan yang ada di depannya, lebih-lebih saat menunduk dan tak menemukan lengan yang memeluknya dari belakang, maka ia segera menoleh sambil mendudukkan diri.
—lalu menemukan Taehyung berbaring di sana.
Menghadapnya seraya memangku sisi kepala dengan lengan menekuk di bantal, hanya menatapnya yang dirundung keterkejutan.
"Sialan! Kupikir kau pergi!" Jungkook berseru, alis menekuk kesal.
Hening mengudara beberapa saat, dan Werewolf muda ini tak keberatan diberi sunyi atas panorama pagi yang dirinya dapati kini.
Sang Demigod yang berbaring menyamping, memangku kepala, terbias mentari teduh dengan helaian lembut bergerak jatuh, wajahnya—jangan ditanya, terlampau luar biasa dan memanjakan mata. Seolah berkah besar tertulis dalam tiap-tiap alur hidup Jungkook karena memiliki sosok ini sebagai objek pertama yang dilihatnya kala terbangun dari lelap.
KAMU SEDANG MEMBACA
YaGook Academy
Fanfiction[ mitologi!AU, fantasy!AU ] Maka banyak sekali kaum yang menghela napas saat sepuluh aristokrat dibuat. Sebab faktanya adalah; mereka menghalangi pertumpahan darah dari bangsa Demigod yang menggunakan akal dan kaum Werewolf yang mendahulukan otot. d...
