#42 jangan berhenti

32 1 0
                                        

Dobelllll nichh
Enjoyyyy....

***

"Lebay banget lo, Sa!" kata Kenzo. 

"Saking cintanya sampe nggak mau ceweknya dibonceng sama orang lain. Padahal yang bawa motor juga sahabat terbaik dan tertampannya sendiri?" sambung cowok dengan sebelah strap bahu yang digunakan. Farzan berjalan layaknya seorang bad boy dari SMA Taruna Bangsa. 

"Jelas nggak mau. Nanti kalau cewek gue lecet, lo mau tanggung jawab? Nggak bisa pake ketok magic karena dia barang langka." balas Aksa langsung mendapat cubitan di pinggangnya. 

"Kamu bilang aku itu barang?" tajam Meisya. Si ketua Liberios hanya membalasnya dengan cengengesan seperti biasa. 

Anggota inti Liberios serta Meisya dan Naila mendatangi rumah sakit sepulang sekolah.

Namun berbeda. Ketika Aksa mendapat kabar tentang kecelakaan Saguna dari Jordan semalam, baru sempat membaca pesannya pagi tadi. Aksa memutuskan untuk tidak berangkat ke sekolah melainkan pergi menuju rumah sakit. 

"Ew, bucin." oh hampir lupa, ada Freya juga. 

"Bayangin aja. Kenzo udah boncengan sama Freya dan Samuel sama Nail. Bisa aja Meisya naik motor gue. Tapi malah harus nunggu Aksa ke sekolah buat jemput SANG PACAR!" kata Farzan. 

"Mau bonceng cewek? Makanya punya pacar." sambar Samuel. 

"Bangke." cibir Farzan. 

Mereka berjalan di koridor rumah sakit sembari mengobrol ria. Aksa berada di urutan paling depan untuk menunjukkan jalan ke ruang rawat inap, Saguna sempat dipindahkan pagi tadi dari ruang instalasi gawat darurat.

"Selamat siang, Om." 

"Selamat siang juga. Kalian datang untuk menjenguk Saguna?" sapa Ardana yang berdiri di depan pintu ruang inap seorang diri. 

"Iya, Om." jawab Kenzo mewakili. 

"Om mau masuk juga?" tanya Aksa melihat Ardana sibuk sekali dengan ponsel di tangannya. 

"Tidak, Om harus pergi sebentar karena ada urusan. Tapi di dalam ada Tante Ashe kok, jadi kalian boleh langsung masuk aja." ujar Ardana.

Seluruh anggota keluarga yang sempat meningap di ruang tunggu. Menantikan datangnya kabar perkembangan dari Saguna. Hingga Jordan pamit lebih dulu untuk mengambil baju ganti. Kyla yang izin keluar sebentar. Sampai Ardana juga harus kembali mengurus beberapa pekerjaan di kantor. 

Ardana berpamitan pada mereka semua. Sedangkan Aksa mempersilahkan teman-temannya masuk. 

"Kayanya kebanyakan kalau masuknya barengan. Mungkin kalian duluan aja." ujar Freya menujuk anggota inti Liberios. 

"Boleh, jam besuk juga baru dimulai. Jadi pasti keburu sih walau harus gantian." jawab Samuel. "Aku masuk duluan ya, cayangku." sambungnya mengelus pipi Naila lembut. 

"Ayok!" kata Kenzo menarik kerah baju Samuel masuk ke dalam. 

***

Di dalam ruang rawat inap. Mereka dapat melihat jelas Saguna yang terduduk menyender, di sampingnya sudah ada Ashe sedang mengajak Saguna mengobrol ringan. 

"Permisi, Tante." 

"Eh, kalian sudah datang. Saguna baru aja bangun dari tidur siang." ujar Ashe mempersilahkan mereka masuk. 

"Mantap dong, Na. Baru bangun tidur siang?" ucap Kenzo tertawa. 

"Saguna tidur karena butuh waktu istirahat yang cukup buat penyembuhan. Kalau lo mah emang kerjaannya cuma tidur doang, beda!" kata Farzan membalas ucapan Kenzo atas nama Saguna. Farzan tahu kalau Saguna masih lemas, jadi biar dirinya yang mengatakan.

Saguna Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang