By : Ika Puspita
PART 2
****
" JAUHARA... Berhenti... "
" Ayo... kejar aku OMAR... "
" Aku akan mendapatkanmu JAUHARA... "
Ditengah kebun Naflah ( bunga matahari ), tampak seorang pemuda dan seorang pemudi sedang menunggang kuda dengan begitu kencangnya, dapat dipastikan mereka sedang berlomba memacu kuda sekencang mungkin tidak mau kalah satu sama lain, untuk saat ini sang gadis memimpin 5 meter didepan sang pemuda, dengan menggunakan baju putih dan wajah tertutup cadar sang gadis tampak seperti pahlawan yang gagah berani sedang memacu kuda di tengah medan pertempuran, ia benar - benar jelmaan dewi perang yunani, anggun namun mematikan, semakin kuda sang pemuda mendekat pada kudanya, sang gadis semakin kencang melajukan kuda tunggangannya.
" Ayo.. OMAR!!! Mana kehebatanmu!!! Apa kau akan menyerah kalah dengan seorang wanita?!?! " cibir sang gadis tanpa menurunkan tempo pacuannya, Omar nama sang pemuda yang mendapat cibiran segera memacu kudanya lebih cepat sehingga kini mereka berada sejajar, dengan tatapan saling ingin mengalahkan mereka menghentakkan kaki ke badan kuda memerintah sang kuda untuk mempercepat larinya.
" Hya... Ayo LAILI berlarilah yang kencang!!! jangan mau kalah dengan SAFAR. " ucap sang gadis pada kuda putih kesayangannya.
" Hya... Ayo SAFAR.. melesatlah bagaikan anak panah. " teriak Omar memberi semangat pada kuda hitamnya.
Aksi adu cepat itu pada akhirnya dimenangkan sang gadis dengan LAILI nya, sedang Omar dengan SAFAR nya berada 5 langkah dibelakang sang gadis, dengan lincah sang gadis turun dari kudanya lalu memeluk Laili kuda putihnya.
" Laili.. kau benar - benar hebat!!! " puji sang gadis.
" Yeah... itu karena Safarku mengalah pada Lailimu. " ucap sang pemuda lalu turun dari atas kudanya.
" Kau banyak alasan OMAR !!! "
" Hahaha... kau benar - benar hebat JAUHARA, kau selalu membuatku kagum dengan bakat yang kau miliki. "
" OMAR!!! berhenti memanggilku JAUHARA!!! karena aku merasa kau sedang mengejekku." ucap sang gadis dengan tatapan mata jengkelnya.
" Lalu aku harus memanggilmu siapa JAUHARA?!?! kau tidak mau memberi tahu namamu padaku bahkan gurupun hanya memanggilmu " NAK " ." protes sang Omar.
" Hoh... baiklah... katakan padaku apa arti panggilan itu?!? JAUHARA apa artinya??"
" Apa kau ingin tau apa arti dari nama panggilanmu itu ?!?! "
" Ya.. katakan!!! "
" Ehm... JAUHARA artinya adalah..... " Omar sengaja tidak melanjutkan ucapannya karena ingin membuat sang gadis semakin penasaran.
" JAUHARA artinya RA HA SIA wueek.." ucap Omar sambil menjulurkan lidahnya.
" OMAR!!! Aku benci kamu. " segera sang gadis langsung naik keatas kudanya melesat meninggalkan Omar yang sedang tertawa puas karena untuk kesekian kalinya ia berhasil membuat jengkel gadis itu, sebelum benar - benar menghilang dari hadapan Omar sang gadis menoleh kearah Omar sambil membuka cadarnya, untuk sesaat seolah detakan jantung Omar berhenti melihat kecantikan gadis itu, meskipun sudah 3 bulan ini ia menikmati kecantikan gadis itu namun tetap saja hati Omar selalu berdebar melihat tatapan mata indah itu.
( " Siapapun namamu bagiku kau adalah JAUHARA, kau adalah PERMATA, dan sepertinya aku telah jatuh hati padamu JAUHARA." suara hati Omar.)
##**##
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hidden Diamond
Historical Fiction-Jodha Kunwari Hazeb -Jalalludin Babur Khan -Omar Babur Khan perjuangan memperoleh status,kehormatan,penghormatan,kekuasaan,kedudukan yang di bumbuhi oleh intrik2 licik,serta perjuangan menemukan CINTA SEJATI yang tidak mudah dalam lingkaran Cinta...
