By : Ika Puspita
PART 44
*****
" Moty!!! panggil tabib sekarang!!! atau kau akan aku hukum!!! " perintah raja tegas membuat ratu Jodha kalut mendengarnya.
" Ba.. baik yang mulia... " ucap Moty begitu mendengar perintah raja tanpa bisa menolak sekalipun ratu Jodha memberi kode untuk tidak memanggil tabib.
" Yang mulia... sungguh aku tidak apa - apa... ini hanya goresan kecil, kau tidak perlu khawatir... "
" Diam!!! sudah cukup kau tidak mau mendengar perintahku!!! sekarang tabib akan memeriksamu dan mengatakan padaku apa yang sebenarnya terjadi padamu!!! " bentak raja mengejutkan ratu Jodha.
Tidak berapa lama kemudian Moty Bai masuk dengan seorang tabib, wajah ratu Jodha tampak semakin memucat, ia binggung bagaimana harus menghindar dari pemeriksaan tabib ini, ratu tidak ingin raja tau bahwa ia sedang hamil sampai kompetisi ini berakhir.
" Yang mulia aku..."
" Tabib periksa ratu Jodha sekarang!!! " perintah raja tanpa memperdulikan penolakan ratu Jodha.
Segera sang tabib mulai memeriksa ratu Jodha, awalnya tabib memeriksa luka yang ada di jemari ratu Jodha, sang tabib terkejut melihat luka - luka itu, ratu Jodha memberi kode pada sang tabib untuk tetap tenang, tabib mengerti maksud sang ratu, setelah itu tabib memeriksa keadaan ratu Jodha, dan semakin terkejut saat tabib mulai menyentuh bagian perut ratu Jodha, matanya terbelalak, ratu Jodha yang melihat reaksi sang tabib langsung menggelengkan kepala pelan untuk memberi isyarat pada sang tabib untuk tidak memberi tahu siapapun soal kehamilannya.
" Bagaimana keadaan ratu Jodha tabib?!? " tanya raja penuh kekhawatiran.
" Yang mulia ratu... yang mulia ratu Jodha sedang... sedang kelelahan yang mulia, ratu Jodha membutuhkan banyak istirahat, " ucap tabib berbohong, ratu Jodha lega tabib tidak memberi tau kehamilannya pada raja.
" Lalu luka di jemarinya??? "
" Luka - luka itu seperti terkena goresan benda tajam, bisa pisau, pecahan kaca, tapi obat yang telah ratu gunakan telah tepat yang mulia, luka itu akan segera mengering, yang dibutuhkan ratu hanya istirahat dan untuk sementara ratu jangan melakukan aktifitas yang menggunakan jemarinya agar luka - luka itu cepat sembuh." jelas tabib membuat raja sedikit tenang.
" Baiklah... pergilah... " perintah raja, segera Moty Bai dan sang tabib keluar dari kamar ratu Jodha, begitu keluar Moty Bai langsung mengajak sang tabib pergi keruangannya untuk menjelaskan semua hal, Moty mengatakan pada tabib agar tidak memberitahuakan keadaan ratu Jodha pada siapapun bahwa ratu Jodha sedang hamil, dengan alasan bahwa ratu Jodha ingin memberi kejutan kepada raja Jalal, sang tabib mengerti dan berjanji tidak akan memberitahu kehamilan ratu Jodha pada siapapun.
*
Sementara itu didalam kamar ratu Jodha, sang raja masih menatap tajam kearah istrinya.
" Bisa kau jelaskan padaku bagaimana jemarimu itu bisa terluka seperti itu?!?! " tanya raja tegas dengan tatapan tajamnya.
" Ini... luka ini aku dapat karena tanpa sengaja aku terjatuh dan telapak tanganku menyentuh tanah dan tergores kerikil - kerikil kecil jadi luka ini... "
" Ratu Jodha!!!! " teriak raja mulai tersulut emosinya karena mendengar penjelasan yang tidak masuk akal istrinya.
" Huft... ya baiklah... akan aku katakan!!! luka ini aku dapat karena telah lama aku tidak bermain kecapi, jadi begitu menarik senar kecapi tanganku jadi terluka seperti ini!!! " jelas ratu ketus, raja tetap menatap tajam padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hidden Diamond
Fiksyen Sejarah-Jodha Kunwari Hazeb -Jalalludin Babur Khan -Omar Babur Khan perjuangan memperoleh status,kehormatan,penghormatan,kekuasaan,kedudukan yang di bumbuhi oleh intrik2 licik,serta perjuangan menemukan CINTA SEJATI yang tidak mudah dalam lingkaran Cinta...
