By : Ika Puspita
PART 26
*****
" Bunga Lotus bagiku adalah bunga yang istimewa, ia seperti guru kehidupan yang dilahirkan dari alam, itulah kenapa aku membuat gambar bunga Lotus di.... "
" Yang Mulia....?!?! "
" Kau...?!?! " ucap raja Jalal, yang terkejut melihat siapa yang menegurnya.
" Salam ratu Salima, salam sultan Omar... " sapa ratu Jodha yang ternyata orang yang menegur mereka adalah sultan Omar dan ratu Salima.
" Salam yang mulia, salam ratu Jodha... " balas sultan Omar.
" Apa yang kalian lakukan disini??? " tanya ratu Salima heran, melihat raja Jalal dan ratu Jodha duduk santai dibawah pohon, hal yang tidak pernah ratu Salima lihat untuk dilakukan raja Jalal.
" Kami sedang menikmati keindahan taman, sekaligus mendengarkan ratu Jodha yang bercerita tentang bunga kesuakaannya, Lotus... Lalu apa yang kalian lakukan disini??? " tanya raja Jalal yang sedikit terkejut melihat ratu Salima bersama adiknya Sultan Omar.
" Kami baru saja dari Astana Giri Bangun, mengunjungi makam ayah, saat kami akan kembali, kami melihat kalian disini... jadi kami putuskan untuk menyapa kalian, maaf kalau kedatangan kami mengganggu kalian..." ucap sultan Omar sambil tidak lepas menatap Jauharanya dengan perasaan sedih melihat kebersamaan kakaknya dan Jauhara, ratu Jodha hanya tertunduk, entah mengapa ada perasaan tidak enak melihat sultan Omar bersama ratu Salima.
" Tidak... kalian tidak menganggu... silahkan bergabung dengan kami, kita nikmati sama - sama keindahan taman Astana Giri Bangun ini, lihatlah...( sambil menunjuk arah taman ) aku tidak menyangka puluhan tahun aku hidup di istana ini namun baru kali ini aku benar - benar duduk untuk menikmati keindahan taman ini, bukankah itu sangat aneh...??? " ucap raja Jalal, ada nada penyesalan dalam suaranya.
" Terkadang kita sibuk menikmati pemandangan indah diluar sana tanpa kita menyadari bahwa disekitar kita ada pemandangan yang jauh lebih indah, saat kita mulai menyadari keberadaannya timbul rasa penyesalan karena kita telah banyak melewatkan hal yang berharga dalam hidup kita karena sibuk melihat hal - hal lain yang diluar jangkauan kita, - manusiawi -." ucap sultan Omar sambil duduk disamping kakaknya, sedang ratu Salima memilih duduk disamping ratu Jodha, pandangan mereka sama menuju arah taman dan kolam bunga Lotus yang ada didepan mereka, semua larut dalam pikiran masing - masing menyelami ucapan sultan Omar yang benar adanya.
" Kau menyukai bunga Lotus ratu Jodha??? " tanya ratu Salima.
" Ya... Lotus bunga yang sangat indah dan istimewa, bukan hanya indah rupa dan harum baunya, namun seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik itu untuk makanan atau bahan obat - obatan." jelas ratu Jodha antusias.
" Dan Jauhara begitu pandai mengolah bunga Lotus menjadi makanan yang lezat, aku dan guru begitu menyukai masakan bunga Lotus buatan Jauhara."
(#jeduaaarrr) kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir sultan Omar tanpa ia sadari, yang sontak saja membuat semua mata terbelalak menuju kearahnya, tampak dari raut wajah ratu Jodha yang memucat mendengar ucapan sultan Omar, sultan Omar yang menyadari kecerobohan ucapannya tampak tergagap bingung harus menjelaskan bagaimana."
" Maksudku... dulu Jauhara... aku dan guru...."
Ratu Salima mencengkeram erat ujung duppatanya mendengar sultan Omar menyebut nama wanita yang telah mengalahkan cintanya.
" Wah... jadi Jauharamu itu memiliki banyak kelebihan??? Katamu selain dia cantik, pintar, berbakat, ia juga pandai memasak??? pantas saja kau jatuh cinta padanya..." puji raja Jalal membuat sultan Omar dan ratu Jodha kesulitan menelan ludah, sedang ratu Salima hanya bisa menahan kecemburuannya mendengar pujian pada wanita yang dicintai oleh cintanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hidden Diamond
Historical Fiction-Jodha Kunwari Hazeb -Jalalludin Babur Khan -Omar Babur Khan perjuangan memperoleh status,kehormatan,penghormatan,kekuasaan,kedudukan yang di bumbuhi oleh intrik2 licik,serta perjuangan menemukan CINTA SEJATI yang tidak mudah dalam lingkaran Cinta...
