By : Ika Puspita
PART 43
*****
" Hari ini kompetisi babak ke-2 akan segera dilakukan... pada babak kali ini kalian harus menunjukkan bakat kalian dalam bidang wiraga ( tari ), wirasa ( bermain musik ) atau wicara ( bernyanyi ). Pada babak kali ini akan ada 5 peserta gugur dan 10 peserta yang akan lolos ke babak selanjutnya. Bagi pemenang babak ini akan mendapatkan hadiah berupa berlian Ruby yang sangat mahal dan langkah, serta kemenangannya akan memberikan 1 poin untuknya. Babak ke-2 kompetisi Pancasoka dimulai... " suara genderang menyambut pidato pembukaan raja Jalal pada babak ke-2 kompetisi Pancasoka, seluruh peserta bersiap untuk menunjukkan bakatnya,
Peserta pertama dibuka oleh ratu Salima yang menunjukkan bakat bermain musiknya, dengan lincah jemari lentiknya memetik senar sitar, semua terpukau mendengar alunan musik dari ratu Salima,
" Permainan musik yang luar biasa ratu Salima, benar - benar lagu yang indah." puji sultan Omar setelah ratu Salima mengakhiri permainan sitarnya, sontak hal itu membuat ratu Salima tersenyum bahagia mendapat pujian dari sultan Omar.
" Terima kasih sultan, musik yang saya mainkan tadi menceritakan suasana hati seorang wanita yang begitu mencintai kekasihnya, mereka saling mencintai namun takdir harus memisahkan jalinan cinta mereka. " jelas ratu Salima sontak membuat sultan Omar dan ratu Jodha langsung saling menatap.
( " Inilah takdir kita sekarang Jauhara.... " batin sultan Omar.)
( " Dulu aku memang mencintaimu Omar... tapi sekarang didalam hatiku telah terukir nama suamiku Jalalludin Babur Khan, kau akan tetap tersimpan dalam sudut hatiku sebagai kenangan yang terindah." batin ratu Jodha.)
Setelah ratu Salima menunjukkan bakatnya, giliran 3 orang peserta lain menunjukkan bakat mereka, ada yang menari, menyanyi dan bermain musik, setelah itu giliran ratu Ruqayah menunjukkan bakat seninya, dengan penuh kepercayaan diri yang tinggi ia maju kehadapan para dewan juri untuk memberi hormat lalu berjalan menuju panggung kecil yang disediakan untuk para peserta yang menunjukkan bakat bermain musiknya.
Sebuah harpa yang terbuat dari emas dengan ukiran yang begitu indah, senar garpa berkualitas tinggi menjadi media ratu Ruqayah menunjukkan bakatnya, ya... Ratu Ruqayah memainkan harpa sekaligus bernyanyi dalam babak ke-2 ini.
Setelah mengambil posisi cukup nyaman ratu Ruqayah dengan penuh percaya diri mulai memetik sinar harpa yang diikuti suara merdunya, semua yang hadir terkagum melihat penampilan ratu Ruqayah tak terkecuali ratu Jodha, tampak jelas bahwa ratu Ruqayah begitu lihai memainkan nada - nada pada senar harpa, suaranyapun cukup merdu, sudah menjadi rahasia umum jika ratu Ruqayah mampu menghipnotis pendengar dengan permainan indah harpanya, memang keahliannya ini ia dapat selain dari bakat seni yang ada sejak kecil, ratu Ruqayah juga berguru pada maestro harpa pada jaman itu. Hal itu membuat tak seorangpun meragukan keahliannya bermain harpa. Seketika suara tepuk tangan bergemuruh saat ratu Ruqayah menyelesaikan permainan harpanya, semua bertepuk tangan kagum tidak terkecuali ratu Jodha, semua orang memuji permainannya, tak ayal Raja Jalal langsung memberikan pujian setinggi langit pada ratu Ruqayah, raja puas dengan permainan ratu Ruqayah, setidaknya ini menjadi standart tinggi yang harus dikalahkan oleh peserta lain termasuk ratu Jodha.
" Subhanallah... permainan yang begitu sempurna ratu Ruqayah... peserta lain harus berjuang keras untuk mencapai tahap itu, dan kau melakukannya dengan sangat luar biasa sempurna, kami benar - benar terhanyut dalam permainan harpamu, Badhar bangga memiliki ratu yang berbakat sepertimu." puji raja Jalal.
" Terima kasih atas pujiannya yang mulia, saya hanya ingin mempersembahkan yang terbaik dihadapan anda yang mulia."
" Sempurna... " Ucap raja sambil melirik ratu Jodha, seolah ingin memberi sinyal pada ratu Jodha jika tidak mudah mengalahkan ratu Ruqayah, ratu Jodha cukup paham bahwa permainan ratu Ruqayah tadi benar - benar luar biasa, bahkan dirinyapun tidak mampu untuk bermain harpa sebaik ratu Ruqayah, hatinya sedikit ketar - ketir untuk hasil pertandingan kali ini, ini tidak mudah.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hidden Diamond
أدب تاريخي-Jodha Kunwari Hazeb -Jalalludin Babur Khan -Omar Babur Khan perjuangan memperoleh status,kehormatan,penghormatan,kekuasaan,kedudukan yang di bumbuhi oleh intrik2 licik,serta perjuangan menemukan CINTA SEJATI yang tidak mudah dalam lingkaran Cinta...
