By : Ika Puspita
PART 42
*****
" Braaakkk!!!! "
" Jodha awas..... "
" Aaaggghhh.... Bruukk... " Sungguh sebuah kejadian yang tidak terduga dan sangat cepat terjadi, tiba - tiba saja kereta kuda yang dinaiki ratu Jodha dan Moty Bai mengalami patah AS pada roda kereta saat melewati jalan yang berbatu, alhasil roda kereta yang patah itu menyebabkan keseimbangan kereta tidak dapat terkendali lalu tergulung menyebabkan para penumpang yang ada didalam kereta terjerembab, sebuah benturan cukup keras antara sisi kursi kereta dengan pinggang ratu Jodha, menyebabkan ratu Jodha spontan berteriak kesakitan, Salman yang melihat kejadian tak terduga itu segera turun dari kudanya lalu segera membantu para penumpang kereta untuk keluar dari kereta yang terguling itu.
" Ratu Jodha... Ratu Jodha... bagaimana keadaanmu... jawab aku ratu... " teriak Salman penuh kekhawatiran.
" Salman cepat keluarkan kami dari sini!!! " teriak Moty Bai kalut, ratu Jodha hanya meringis kesakitan merasakan pinggangnya yang mendapat benturan keras.
Segera Salman bersama prajurit lain berusaha mengeluarkan ratu Jodha dan Moty Bai, dengan berbagai cara yang bisa mereka usahakan akhirnya Salman berhasil mengeluarkan ratu Jodha dan Moty Bai, lalu memapah mereka untuk duduk bersandar disebuah pohon besar.
" Ratu... bagaimana keadaanmu Ratu?!?! Apa anda baik - baik saja.... "
" aahh... Moty... perutku sakit sekali.... " pekik ratu Jodha sambil memegang perutnya.
" Ya... Tuhan Jodha!!!!! itu.... kau mengeluarkan da... darah... " pekik Moty Bai seketika saat melihat rembesan darah segar dari kaki ratu Jodha. Semua terkejut melihatnya, terjadi pendarahan karena benturan yang cukup keras tadi.
" Moty.... Moty... ini tanda yang tidak baik... aku tidak ingin kehilangan anakku... Moty.... " ucap ratu Jodha mulai menangis.
" Kita harus segera mencari bantuan dan harus segera menghentikan pendarahan ini Jodha.... Salman kita harus mencari bantuan dan harus segera menghentikan pendarahan ini, cepat suruh prajurit mencari kereta yang bisa digunakan untuk membawa ratu Jodha dirumah penduduk sekitar, kau cari tanaman yang aku perintahkan, aku akan mengurus ratu Jodha. Lakukan segera!!!" ucap Moty memberi interuksi pada Salman. Segera mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh Moty Bai, sementara itu Moty mencoba menenangkan ratu Jodha yang mulai kalut kehilangan calon bayinya.
" Tenang Jodha..Kau harus tenang... kita harus menghentikan pendarahan ini."
" Aku tidak ingin kehilangan anakku Moty... yang mulia belum tau... Aku tidak boleh kehilangan anakku sebelum ayahnya tau... cepat bantu aku menghentikan pendarahan ini Moty." isak ratu Jodha.
" Sekarang kau harus berbaring dan tenang agar pendarahannya tidak semakin parah."
" Cepat ambil jarumku, kita harus segera menghintikan pendarahan ini sebelum terlambat, ambil jarum akupunturku Moty cepat!!!! " perintah ratu sambil meringis menahan sakit pada perutnya, segera Moty berlari mengambil jarum akupuntur ratu Jodha yang tersimpan didalam kereta yang terbalik tersebut, dengan susah payah akhirnya Moty berhasil mendapatkan jarum tersebut, lalu segera ia membawanya ke hadapan ratu Jodha.
" Sekarang aku harus melakukan apa Jodha??? "
" Lakukan sesuai dengan instruksiku, tusuk pada titik2 yang aku tunjukkan."
" Baik... " ratu Jodha mulai menunjukkan dimana Moty bai harus menusukkan jarum akupuntur pada dirinya, dengan penuh kehati - hatian, Moty melakukan sesuai yang diperintahkan ratu Jodha, Ratu Jodha mulai sedikit tenanang, ia berbaring di atas rumput, bernafas secara teratur untuk mengurangi kekalutannya, dengan beberapa jarum yang menusuk pada dirinya ratu memohon pada Tuhan untuk menyelamatkan calon bayinya, karena yang mulia belum mengetahui berita bahagia ini, ratu berdoa dengan pengharapan yang begitu besar akan keselamatan calon bayinya. Bersyukur langkah cepat pertolongan pertama itu mukai berhasil menghentikan pendarahannya, perlahan Moty bai mulai mencabuti jarum yang menancap pada tubuh ratu Jodha.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hidden Diamond
Historische Romane-Jodha Kunwari Hazeb -Jalalludin Babur Khan -Omar Babur Khan perjuangan memperoleh status,kehormatan,penghormatan,kekuasaan,kedudukan yang di bumbuhi oleh intrik2 licik,serta perjuangan menemukan CINTA SEJATI yang tidak mudah dalam lingkaran Cinta...
