By : Ika Puspita
PART 26
*****
Raja Jalal tertegun saat mengetahui ukiran bunga Lotus yang terdapat pada belati pemberian ratu Jodha, ucapan ratu Jodha yang mengatakan bahwa ia menyukai bunga yang terdapat pada ukiran belati ini terngiang di telinganya, tiba - tiba saja batinnya mengatakan bahwa gadis Lotus dan putri Rajmera bisa jadi orang yang sama, teringat kembali saat bagaimana ratu Jodha mampu mengatasi sabetan pedangnya dengan mudah bahkan ia mampu membalasnya dengan begitu telak, seolah ia memiliki ketrampilan ilmu beladiri dan kekuatan yang besar, hal yang sama seperti yang dimiliki oleh gadis Lotus itu saat dimedan pertempuran, teringat bagaimana saat ia untuk pertama kali melihat mata gadis Lotus yang lembut itu dengan saat ia melihat mata ratu Jodha yang warna dan kelembutannyapun juga sama, dan aroma tubuh mereka....
" Aaagghhh..... apa yang sebenarnya sudah aku lewatkan?!?!? " rutuk raja Jalal, menyesali kebodohannya,
bagaimana bisa akhir - akhir ini ia kehilangan kepekaannya, bagaimana bisa akhir - akhir ini ia seringkali hilang kendali, ia tak menyangka rasa sakitnya atas penolakan putri Rajmera telah mengubah banyak hal pada dirinya, bahkan ia merasa seperti bukan Jalal yang dulu, yang kuat, cerdas, peka, gesit, dan tangkas, Jalal yang sekarang adalah orang yang mudah marah, hilang kendali, mudah emosi, tidak peka dan lemah, ia tak tau apa yang telah terjadi padanya, apa putri Rajmera itu telah mengubahnya tanpa ia sadari??? Entahlah... ia tak tau,
Dan bahkan saat inipun ia tak tau pasti apa perkiraannya benar atau tidak, yang pasti saat ini ia harus mencari tau kebenaran tentang siapa putri Rajmera yang sebenarnya.
~~~
Ratu Jodha baru saja selesai membersihkan diri di hamamnya, perjalanan ke kuil dewa Krisna dan sedikit duel dengan suaminya cukup membuatnya sedikit letih, setelah merasa sedikit segar ratu Jodha berniat untuk berbaring sejenak melepas lelah, aroma bunga Lotus yang keluar dari pembakaran aroma teraphy membuat pikirannya begitu tenang dan matanya terasa berat hingga akhirnya ratu Jodha terbuai dalam alam mimpi.
Tak berselang beberapa lama kemudian raja Jalal muncul dengan membawa belati di tangannya, seperti biasa raja Jalal masuk ke kamar ratu Jodha tanpa meminta ijin terlebih dahalu, alhasil begitu masuk raja mendapati ratu barunya sedang terpejam dalam kedamaian, untuk sesaat raja Jalal berdiri mematung melihat keindahan illahiah yang dipanjarkan dari dalam diri ratu barunya, mulutnya terkatup, matanya melebar, jantungnya berdegub kencang, keindahan yang begitu illahiah berhasil menghipnotis jiwa sang raja, perlahan raja mendekati tempat peraduan sang bidadari, dipandanginya wajah ayu ratu barunya, tergoda hatinya untuk menyentuh keindahan itu dengan ujung jarinya, perlahan dengan jari sedikit gemetar raja mulai menelisik keindahan wajah ayu putri Rajmera, disentuhnya dengan lembut bulu mata sang ratu dengan ujung jari telunjukknya, raja tersenyum merasakan begitu halus dan panjangnya bulu mata itu membingkai mata indah sang ratu.
Setelah puas mengagumi bulu mata sang ratu, jari telunjuknya bergerak lembut menyusuri hidung mancung sang ratu, kembali raja tersenyum, puas dengan hidung sang ratu kini mata elang raja terpaku pada bibir mungil sang ratu, senyum lebar tercipta dibibir sang raja, teringat kembali olehnya bagaimana ketus dan pedasnya saat bibir mungil ini berbicara namun pada saat yang sama bibir ini begitu lembut, hangat dan lezat, ia telusuri sisi bibir mungil itu dengan extra lembut mengunakan ujung jarinya seolah napak tilas kembali bahwa ia pernah merasakan setiap sudut dari bibir mungil ini, entah dari mana datangnya sebuah dorongan yang begitu kuat untuk mencicipi kembali bibir ketus milik istrinya, perlahan raja mulai mendekatkan wajahnya kepada wajah ratu Jodha, mata elangnya membidik bibir mungil istrinya dan menghilangkan jarak antara mereka, dengan lembut raja Jalal mengecup bibir ketus itu, sontak saja hal itu langsung mengejutkan ratu Jodha, begitu terkejutnya ratu Jodha saat membuka mata ia mendapati suaminya dengan jarak yang begitu dekat sedang tersenyum penuh misteri kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hidden Diamond
Ficción histórica-Jodha Kunwari Hazeb -Jalalludin Babur Khan -Omar Babur Khan perjuangan memperoleh status,kehormatan,penghormatan,kekuasaan,kedudukan yang di bumbuhi oleh intrik2 licik,serta perjuangan menemukan CINTA SEJATI yang tidak mudah dalam lingkaran Cinta...
