Part 80 " Kerinduan"

1.4K 67 4
                                        

By : Ika Puspita

***

Akhirnya raja mengetahui kebenaran akan siapa pria yang begitu di cintai gadis lotusnya, hatinya merasakan kebahagiaan tak terkira mengetahui bahwa dirinyalah pria yang diinginkan gadis Lotusnya untuk menghabiskan hidup bersama, ciuman yang ia rasakan pun terasa lebih manis dari yang sudah - sudah, saat ini terasa lebih dari manis, terasa surgawi...

" Aauuwww.... " tiba - tiba saja raja melepaskan pertautan bibir mereka saat merasakan sesuatu menendang perutnya dengan cukup keras.

" Kau kenapa yang mulia??? Apa aku menyakutimu??? " tanya ratu penuh kekhawatiran. Raja hanya menggelengkan kepala dengan pandangannya tertuju pada perut buncit istrinya, perlahan ia sentuh perut ratu Jodha, tersungging senyum kebahagiaan dapat menyentuh kembali calon bayinya. Melihat apa yang dilakukan suaminya, ratu hanya tersenyum lembut, hatinya tak sabar ingin memberitahu suaminya bahwa mereka akan memiliki 2 bayi sekaligus.

" Mereka begitu merindukanmu yang mulia.. " ucap ratu yang seketika menghilangkan senyum dibibir raja dan langsung memberikan tatapan terkejut.

" Mereka??? Apa maksudmu dengan MEREKA??? " dengan lembut ratu menangkup wajah suaminya, ditatapnya dalam mata bulat tajam itu dengan tatapan penuh cinta, perlahan ratu mulai mengalunkan berita bahagia dengan suara merdunya.

" Kita tidak hanya akan memiliki 1 bayi saja yang mulia... Kita akan memiliki 2 bayi sekaligus. " ucap ratu lalu meletakkan tangan raja diperutnya.

" Ke... Kembar???? " ratu mengangguk mantap sebagai jawaban.

" TABIB!!! CEPAT KEMARI!!! " teriak raja tiba - tiba membuat ratu terkejut mendengarnya.

" Mengapa kau memanggil tabib yang mulia??? "

" Sekarang berbaringlah aku ingin tabib memeriksa kondisimu." ucap raja dingin sambil berusaha bangkit dari tempat tidurnya dengan sedikit meringis menahan sakit disekujur tubuhnya.

" Apa yang akan kau lakukan yang mulia??? Mengapa kau bangun??? Kau masih sakit yang mulia... Tenanglah aku baik - baik saja yang mulia... " ucap ratu penuh kekhawatiran sambil memegang bahu suaminya membantunya untuk bangkit dari tidurnya.

" Ini perintah!!! Cepat berbaringlah!!! " perintah raja dingin dengan tatapan tajamnya.

" Tapi yang mulia... aku... "

" Permisi yang mulia... apa ada yang terjadi??? Apa anda merasakan sesuatu?? " ucap tabib saat masuk kedalam tenda menanyakan keadaan raja Jalal.

" Aku sudah lebih baik tabib terima kasih, sekarang kau periksa keadaan ratu Jodha, periksa baik - baik bagaimana kondisi ratu Jodha dan bayi kami." perintah raja tegas tak bisa di tolak sekalipun raja dalam keadaan tak sehat. Ratu Jodha hanya bisa menurut pasrah dengan perintah suaminya, penolakan akan membuat suaminya marah dan itu akan bisa mempengaruhi kesehatan suaminya, ratu Jodha cukup menyadari kekhawatiran suaminya mendengar ia sedang mengandung bayi kembar dan melakukan peperangan.
Tabibpun segera memeriksa ratu Jodha, tampak ia memeriksa denyut nadi ratu Jodha, lalu menyentuh perut buncitnya untuk mengetahui kondisi janin yang ada didalamnya, senyum legapun tergurat jelas diwajah sang tabib membuat raja yang memperhatikannya cukup merasakan kelegaan.

" Bagaimana kondisi anak dan istriku??? " tanya raja begitu tabib selesai memeriksa ratu Jodha.

" Alhamdulillah... semua dalam keadaan yang baik yang mulia, baik ratu Jodha maupun bayi - bayi kalian semua dalam keadaan baik, ini sangat luar biasa mengingat ratu Jodha sempat ikut berperang dalam kondisi seperti ini. " jelas tabib yang seketika membuat raja menegang menahan amarah yang tiba - tiba saja menyeruak ke permukaan kala memgingat peperangan yang dahsyat yang baru saja mereka lalui.

The Hidden DiamondTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang