Part 7 " Terluka "

1.4K 74 2
                                        

By : Ika puspita

PART 7

*****

Rasa penasaran raja Jalal yang begitu besar pada prajurit misterius bercadar yang sedang menunggang kuda bersamanya membuatnya tanpa sadar perlahan menarik cadar yang menutupi wajah sang prajurit, baru saja ikatan itu terlepas tiba - tiba saja dari arah samping meluncur sebuah anak panah yang tepat menggores tangan raja Jalal, seketika darah segar mengucur dari punggung tangan raja Jalal, putri Jodha yang sempat terkejut karena 2 hal, percobaan raja Jalal yang membuka cadarnya dan anak panah yang melesat dan mengenai tangan raja Jalal, segera saja kembali membetulkan ikatan cadarnya, dengan tatapan tajam putri Jodha menoleh kebelakang dan alangkah terkejutnya putri Jodha saat mendapati sepasang mata tajam seperti mata elang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

" Siapa kau?!?! " tanya putri Jodha, raja Jalal hanya terdiam tak menjawab karena kini mata raja Jalal sedang terikat kuat dengan sepasang mata teduh milik putri Jodha.

Tatapan mata keduanya yang saling menarik sama kuat membuat mereka untuk sesaat kehilangan kesadarannya dan seolah masuk dalam dunia lain, raja Jalal seperti tersedot kuat masuk kedalam mata teduh putri Jodha sedang putri Jodha merasa terserap masuk kedalam mata elang raja Jalal.

Tanpa mereka sadari seorang prajurit mewar menyerang mereka dari belakang, dengan menggunakan sebuah tombak, prajurit Mewar tersebut memukulkan tongkat tombaknya ke punggung raja Jalal, seketika itu juga hantaman keras itu membuat raja Jalal kehilangan keseimbangannya dan untuk kedua kalinya raja Jalal kembali jatuh dari atas kuda, Namun belum sempat sampai menyentuh tanah dengan sekuat tenaga putri Jodha menarik tangan raja Jalal, tapi sial kali ini bebannya begitu berat apalagi darah segar terus mengucur dari lengan raja Jalal yang robek terkena sabetan anak panah, membuat pegangan tangan raja Jalal pada lengan putri Jodha terlepas dan menyobek lengan baju putri Jodha.

" Bukkk... " kembali raja Jalal tersungkur ke tanah, segera saja prajurit Mewar menyerang raja Jalal dari segala arah.

" Sonuuuuu.... " teriak putri Jodha pada burung elangnya karena melihat raja Jalal terkepung, segera setelah mendapat panggilan dari sang majikan, burung elang ratu Jodha menyibakkan sayap besarnya melawan para prajurit Mewar yang hendak menyerang raja Jalal, melihat prajurit Mewar sibuk dengan ulah sang burung elang, putri Jodha segera memacu kudanya untuk kembali menolong raja Jalal, dengan satu gerakan kuat dan cepat serta sigap putri Jodha menarik tangan raja Jalal dan membatunya naik keatas kudanya, untuk saat ini putri Jodha tidak mau memikirkan siapa sebenarnya orang misterius yang ada dibelakangnya ini, yang terpenting sekarang segera menyelamatkan orang misterius tersebut untuk segera diobati lukanya, karena anak panah prajurit Mewar mengandung racun yang berbahaya.

Segera putri Jodha memacu kudanya keluar dari medan pertempuran membawa orang misterius tersebut.

Raja Jalal yang sesekali ikut menahan serangan musuh tiba - tiba matanya dikejutkan dengan adanya sebuah tatto bergambar bunga lotus dibahu belakang sang gadis misterius, lengan bajunya yang sobek karena ia tarik untuk berpeganggan membuat bahu sang gadis terbuka dan memperlihatkan kulit putihnya yang bak batu pualam, tatto bunga lutus semakin memperindah bahu sang gadis misterius.

" Siapa kau sebenarnya??? Apa kau adalah anggota dari pasukan khusus itu??? " batin raja Jalal.

Putri Jodha berhasil keluar dari medan pertempuran, dengan gesit ia memacu kudanya masuk kedalam sebuah hutan, raja Jalal hanya menurut tanpa bertanya, kemanapun putri Jodha membawanya pergi.
Setelah dirasa aman, putri Jodha menghentikan laju kudanya dibawah sebuah pohon besar.

" Duduklah disini, aku akan mengobati lukamu, panah mereka sangat beracun, 6 jam jika luka itu tidak diobati akan menyebabkan pembusukan daging pada luka tersebut yang akan bisa menyebabkanmu cacat seumur hidup." ujar putri Jodha yang dituruti oleh raja Jalal, untuk pertama kalinya raja Jalal merasakan nyeri yang sangat pada lukanya, dengan cekatan putri Jodha mengeluarkan seperangkat alat jarum akupunturnya lalu dengan tanpa buang waktu segera menusukkan jarum - jarum tersebut pada titik - titik penting sekitar lengan raja Jalal untuk menghentikan laju racun agar tidak menyebar kemana - mana.
Raja Jalal yang belum pernah melihat pengobatan yang dilakukan putri Jodha hanya bisa terbengong melihat apa yang dilakukan putri Jodha pada tangannya.

The Hidden DiamondTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang