By : Ika Puspita
PART 19
*****
" Apa jalan - jalanmu menyenangkan ratu Jodha?!?!?! "
" Ka.. kakak??? " alangkah terkejutnya sultan Omar dan ratu Jodha kedatangannya disambut oleh raja Jalal dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan.
" Lainkali jika kau ingin jalan - jalan katakan padaku, aku yang akan menemanimu. Jangan kau merepotkan adikku!! " ucap raja Jalal marah.
" Kak.. aku bisa jelaskan.. ini semua bukan salah ratu Jodha, aku yang salah karena tidak meminta ijin dulu padamu, tadi pagi aku berencana ingin mengajakmu ke bukit untuk menikmati matahari terbit seperti yang kita lakukan saat kita masih kecil dulu, tapi aku takut menganggumu akhirnya aku memutuskan untuk pergi sendiri, tetapi tidak sengaja aku bertemu ratu Jodha dan aku mengajaknya untuk melihat matahari terbit dari bukit, jadi ini bukan salah ratu Jodha kak.." ucap sultan Omar memberi alasan,
raja Jalal tak bergeming, begitupun ratu Jodha yang hanya diam tidak memperdulikan tatapan tajam suaminya, hatinya masih marah apalagi saat teringat kembali bagaimana perkaluan kasar suaminya semalam.
" Aku pergi ke kamar dulu, permisi.... Oh ya... terima kasih untuk pagi yang begitu menyenangkan sultan Omar, itu benar - benar luar biasa." ucap ratu Jodha sengaja didepan raja Jalal setelah itu ia pergi menuju kamarnya.
Raja Jalal hanya bisa mengepalkan tangannya menahan emosi, rahangnya mengeras, nafasnya berat menahan amarah didadanya.
" Kak... Kami hanya... "
" Bersiaplah.. ibu suri memanggil kita keruangannya pagi ini." ucap raja Jalal memotong ucapan sultan Omar baru setelah itu raja pergi dari hadapan sultan.
Sultan hanya bisa menghela nafas berat, ia tak tau apa yang akan dilakukan kakaknya pada Jauharanya, sultan bingung bagaimana harus bertindak, disatu sisi ada wanita yang sangat ia cintai, disisi lain ada kakak yang sangat ia sayangi dan pada sisi lainnya ada norma, kehormatan, dan etika yang harus ia jaga, sungguh kenyataan ini membuat dada sultan terasa sesak, ia benar - benar tak berdaya.
~~~
" Jodha kau dari mana saja??? raja mencarimu, maafkan aku jodha aku tak tau harus bicara bagaimana raja mencarimu dan mendapatimu tidak ada di kamar, raja mengancamku akan menghukummu jika aku tidak mengatakan kau ada dimana, demi melindungimu aku terpaksa mengatakan bahwa kau sedang pergi berkuda, aku mohon maafkan aku Jodha, maaf...". Ucap Moty Bay dalam tangisnya begitu melihat ratu Jodha masuk ke dalam kamarnya.
" Tenanglah Moty... tidak ada yang menyalahkanmu, aku tidak marah padamu, kau sudah melakukan hal yang benar, tenanglah.. aku tidak apa - apa, aku tidak perduli raja mau menghukum aku dengan cara bagaimana, aku sedikitpun tak takut pada hukumannya, jadi berhentilah menangis... " ucap ratu Jodha menenangkan sahabatnya.
" Tinggalkan kami berdua!!! " ucap raja Jalal tiba - tiba mengejutkan ratu Jodha dan Moty Bay, segera Moty keluar dengan perasaan cemas akan keselamatan ratunya.
Raja Jalal menatap tajam kearah ratu Jodha sedangkan ratu Jodha berdiri santai tanpa ada rasa takut sedikitpun dengan kemarahan suaminya.
" Apa kau benar - benar ingin menguji kesabaranku Jodha?!?! Apa kau fikir dengan statusmu sebagai ratu kau bisa keluar masuk istana ini tanpa ijin dariku hah...?!?! "
" Apa kau fikir dengan statusmu sebagai raja kau bisa keluar masuk kamarku tanpa permisi hah?!?! " balas ratu Jodha tak kalah sengit.
" JODHAAA!!!! Berapa kali aku sudah memperingatkanmu untuk mengendalikan mulutmu!!! atau kalau tidak aku akan... "
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hidden Diamond
Исторические романы-Jodha Kunwari Hazeb -Jalalludin Babur Khan -Omar Babur Khan perjuangan memperoleh status,kehormatan,penghormatan,kekuasaan,kedudukan yang di bumbuhi oleh intrik2 licik,serta perjuangan menemukan CINTA SEJATI yang tidak mudah dalam lingkaran Cinta...
