By : Ika Puspita
PART 23
*****
" PLAAAKKK.... "
" RUQAYAH!!! " sontak teriakan keras raja Jalal mengejutkan ratu Ruqayah dan ratu Jodha.
" Ja... Jalal... aku... aku... " ratu Ruqayah tergagap, ia tak tau harus memberi alasan apa, raja Jalal menatapnya dengan tatapan tajam penuh amarah.
" Apa statusmu memberimu hak melakukan tindakan kasar pada ratu Jodha!!! Bukankah aku sudah katakan padamu, Jangan campuri urusanku dengan ratu Jodha!!! Apa kau tuli?!?! keluar dari kamarku sekarang... Keluar!!!! " usir raja Jalal penuh amarah.
" Ja.. Jalal.. kau... kau mengusirku demi wanita ini?!?! kau mengusirku demi wanita yang telah merendahkanmu ini?!?! kau mengusirku demi wanita yang sudah menolakmu jalal...?!?! "
" Wanita itu memiliki nama Ruqayah!!! wanita itu istriku, dia ratu kerajaan ini!!! dan aku berhak menentukan siapa yang boleh tinggal dikamarku dan siapa yang aku usir keluar dari kamarku!!! kau benar - benar telah mengecewakan aku Ruqayah, pergilah..."
Ratu Ruqayah tak percaya raja Jalal mengusirnya demi ratu Jodha, ia tak percaya suaminya lebih membela wanita Rajmera itu dari pada dirinya, ia merasa terhina, ia merasa dilecehkan dan dia tidak terima dengan perlakuan ini, dengan rasa sakit hati dari penghinaan yang ia terima, ratu Ruqayah keluar dari kamar raja Jalal dengan air mata yang tak terbendung, ia sangat marah dan kecewa ia dipermalukan didepan wanita Rajmera itu, ini sebuah penghinaan besar untuknya, dan ratu Jodha harus membayar penghinaan ini.
" Kau tidak apa - apa ratu Jodha??? " tanya raja Jalal penuh kekhawatiran sambil memeriksa pipi ratu Jodha yang habis ditampar ratu Ruqayah, namun saat raja ingin menyentuh bekas tamparan itu tangannya langsung ditepis oleh ratu Jodha.
" Aku tidak apa - apa, lebih baik kau kejar istrimu yang sedang merajuk itu, ia pasti kecewa padamu dan merasa terhina karena kau mengusirnya didepan wanita yang ia benci!!! " ucap ratu Jodha ketus.
" Kau juga istriku... dan tidak ada satupun yang boleh memerintahku kepada siapa aku harus memberikan waktu dan perhatianku!!! "
" Lebih baik aku kembali ke kamarku sebelum istrimu yang lain melihatku disini dan membunuhku!!! " ucap ratu Jodha ketus.
" Hahaha... apa kau cemburu kepada istri - istriku yang lain ratu Jodha??? "
" Jangan mimpi... aku tidak tertarik sedikitpun pada pria kejam sepertimu!!! " ucap ratu Jodha sambil beranjak akan pergi dari hadapan raja Jalal, namun baru saja ia akan melangkah pergi tiba - tiba raja Jalal menarik tangannya sehingga tubuh ratu Jodha langsung menimpa raja Jalal, keduanya sama - sama terkejut dengan keadaan ini, mereka tertegun untuk sesaat, mereka hanya terdiam merasakan sesuatu perasaan hangat yang tiba - tiba muncul diantara mereka, perlahan raja jalal menyentuh pipi ratu Jodha yang habis ditampar ratu Ruqayah.
" Maaf.... " ucapan lirih itu keluar dengan tulus dari bibir raja Jalal, lalu perlahan raja Jalal mencium pipi ratu Jodha,
seolah tersihir ratu Jodha tak mampu bereaksi akibat kata maaf yang keluar dari pria yang ia benci, wajahnya menghangat saat dengan lembut pria yang ia benci itu mencium pipinya bekas tamparan ratu Ruqayah,
rajapun tak mengerti kata maaf itu meluncur begitu saja dari bibirnya, untuk pertama kali dalam hidupnya ia mengucapkan kata maaf pada seorang wanita dan wanita itu adalah ratu Jodha, wanita yang telah menolak dirinya.
Moment yang tak biasa yang tiba - tiba muncul diantara mereka memberi sensasi tersendiri dalam diri mereka, jantung mereka saling berpacu merasakan kedekatan yang tak lazim ini, mata mereka saling mengunci satu sama lain, nafas mereka menghangat, seolah ada tarikan magnet diantara mereka, wajah mereka saling mendekat menghilangkan jarak antara mereka, semakin dekat nafas mereka semakin memburu hingga mereka mampu merasakan hembusan nafas satu sama lain menerpa wajah mereka, jarak itu menghilang saat bibir mereka bersentuhan dengan lembut, seolah tersengat listrik sentuhan itu membuat mereka ingin merasakan lebih, dengan lembut raja Jalal memagut bibir ketus istrinya, ratu Jodha pun langsung membalas pagutan lembut suaminya, perlahan tangan raja Jalal menekan tengkuk ratu Jodha untuk bisa merasakan lebih dalam bibir ketus istrinya, sungguh rasanya sangat berbeda ciuman mereka kali ini, ciuman kali ini benar - benar ciuman yang sesungguhnya bukan sebuah ciuman hukuman, mereka terhanyut dengan sensasi ciuman mereka hingga menyulut sesuatu dalam diri mereka untuk merasakan yang lebih, pagutan yang awalnya lembut menjadi sedikit meningkat memicu hasrat manusiawi mereka, sebuah erangan lembut lolos dari bibir ratu Jodha, merasakan sensasi yang diberikan pria yang ia benci pada dirinya, seolah lupa bahwa dirinya sedang sakit, ia membiarkan pria yang ia benci ini mengecap bibirnya dengan penuh hasrat.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hidden Diamond
Fiksi Sejarah-Jodha Kunwari Hazeb -Jalalludin Babur Khan -Omar Babur Khan perjuangan memperoleh status,kehormatan,penghormatan,kekuasaan,kedudukan yang di bumbuhi oleh intrik2 licik,serta perjuangan menemukan CINTA SEJATI yang tidak mudah dalam lingkaran Cinta...
