Part 12 " Berlian Badhar "

1.4K 77 1
                                        

By : Ika Puspita

PART 12

*****

Raja Jalal duduk tertegun tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat, ia tak menyangka bahwa gadis yang baru saja ia kagumi kecantikannya, yang telah berhasil membuatnya kehilangan kata - kata adalah wanita yang beberapa hari lalu ia nikahi dan telah ia ucapkan sumpah padanya bahwa ia tidak akan pernah melihat wajahnya selamanya.

Semua memory tentang ucapan kasarnya pada ratu Jodha kembali memenuhi ingatannya, bahkan apa yang ia lakukan saat malam pertama mereka membuat raja Jalal tersenyum miris tak percaya,

sepertinya ia telah melewatkan sesuatu yang indah. Namun saat ingatannya kembali pada ucapan ratu Ruqayah dimana putri Rajmera itu begitu membencinya membuat raja Jalal sakit hati dan direndahkan.

Rasa terpesona dengan kecantikan yang Illahi dari putri Rajmera dan rasa marah ingin balas dendam karena penolakan dari putri Rajmera saling bertarung didalam dada sang raja Jalal, sebagai seorang pria tidak dipungkiri bahwa ia terpesona dengan kecantikan istri barunya, tetapi sebagai seorang raja ia sangat marah dengan penolakan dan hinaan dari istri barunya, untuk pertama kali dalam hidupnya sang raja merasakan gejolak pertarungan sebuah rasa dalam hatinya.

" Aku tidak menyangka bahwa kau begitu cantik Jodha, aku akui aku terpesona oleh kecantikanmu, tapi sayang... Mulutmu begitu berbisa, kau telah menolak dan menghinaku!!! Dan aku tidak akan mengampuni perbuatanmu itu!!! Kecantikanmu tidak akan bisa membuatmu terbebas dari siksaanku... Kau akan merasakan penderitaan dan kehinaan hingga kau berlutut padaku dan memohon ampunanku!!! " sumpah sang raja.

Raja kembali kedalam tendanya dengan tekad bulat untuk membuat hidup ratu Jodha menderita, namun hati kecil sang raja tak yakin bahwa usahanya untuk membuat hidup sang ratu baru menderita akan berjalan mulus, sang raja tak percaya dengan apa yang ia alami, baru beberapa hari menginjakkan kaki di tanah Rajmera ia telah dibuat terpesona oleh 2 orang gadis, yang pertama sang bunga Lotus pemilik mata teduh dan yang kedua sang putri Rajmera yang kecantikannya begitu illahiah...

" RAJMERA.... Kau benar - benar telah banyak menyimpan permata, tak heran jika banyak kerajaan yang menginginkanmu, dan akulah yang pada akhirnya memilikimu, aku penasaran apa lagi yang kau sembunyikan dari dunia Rajmera...??? " batin raja Jalal dengan senyum misteriusnya.

**

" Ratu Jodha...??? darimana saja kau malam - malam begini?!?! "

" Berhenti memanggilku ratu Moty!!! meskipun aku telah menikah dengan raja lalim itu, aku tetaplah putri Rajmera... jadi jika kau tidak ingin aku marah dan menghukummu maka berhenti memanggilku ratu!!! karena sebutan itu selalu mengingatkan aku bahwa aku hanyalah sebuah boneka bagi raja kejam itu!!! "

" Maaf.. putri... "

" Apa kau lupa dengan kebiasaan kita Moty?!?! apa perjalanan menuju Badhar telah membuat ingatanmu lupa akan kebiasaan kita di Rajmera?!?! "

" Maafkan aku Jodhaaaa... " ucap Moty sambil menarik nafas panjang.

" Bagus... jika kau tidak lupa, bagiku kau bukan pelayan tapi sahabatku.. jadi jangan pernah ada jarak jika kita sedang bersama."

" Baiklah... sekarang katakan padaku, kau dari mana malam- malam begini hah??? kau pergi keluar sendirian tanpa ada yang menemani bagaimana jika ada yang ingin berbuat jahat padamu?!?! jika terjadi sesuatu padamu maka ayahmu akan.... "

" Stop Moty!!! aku tidak apa - apa dan tidak kemana - mana, aku hanya duduk diluar menikmati indahnya malam ini, apa kau tau?? malam ini bulan tampak begitu sempurna, cahayanya begitu mendamaikan jiwa, aku begitu terhanyut menikmati keindahannya." ucap ratu Jodha sambil tersenyum penuh arti.

The Hidden DiamondTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang