Part 29 " Dilema "

2.1K 77 1
                                        

By : Ika Puspita

PART 29

******

" Sepertinya telah terjadi sesuatu di hatiku Lotus... " batin raja Jalal sambil mengelus lembut tatto bunga Lotus dibahu istrinya.

Setelah percintaan mereka yang tak terduga, raja tidak dapat memejamkan mata, ia masih belum percaya bahwa kini gadis Lotusnya, putri Rajmera telah menjadi miliknya seutuhnya, ia peluk tubuh polos gadis Lotusnya dalam keposesifan yang utuh, ia pandangi wajah lelah istrinya setelah percintaan dahsyat mereka, ia tak tau bagaimana hubungan mereka esok pagi, yang ia tau saat ini hatinya sedang bahagia, kebahagiaan yang baru pertama kali ia rasakan selama hidupnya, dan alasan dari kebahagiaan itu adalah putri Rajmera sang gadis Lotus.

" Sepertinya aku mulai menemukan hatiku kembali... dan kaulah penemu hatiku Jodha.... " ucap raja tulus sambil mengecup lembut kening istrinya, lalu iapun memejamkan mata dalam kedamaian dan kebahagiaan bersama hati barunya.


~~~


Tampak suasana diluar tenda sedikit berantakan akibat badai semalam, barang - barang perbekalan yang mereka bawa sudah tidak pada tempatnya, para prajurit mulai mengumpulkan satu - persatu barang perbekalan, dan memperbaiki beberapa tenda yang roboh dan peralatan yang rusak, suara yang ditimbulkan dari kesibukan para prajurit membangunkan ratu Jodha, perlahan ia mulai membuka mata, mencoba mengumpulkan kembali kesadarannya, matanya mulai menelisik setiap sudut ruangan, seketika matanya terbelalak saat menyadari bahwa ini bukan tendanya, otaknya mulai memutar memorinya tentang apa saja yang telah ia lalui kemarin, perburuannya bersama raja, keguncangan yang dialami raja, pertengkarannya dengan raja, dan....

Ratu Jodha semakin terbelalak tak percaya saat ingatannya sampai pada malam tak terduga antara dirinya dengan raja Jalal, perlahan ia mulai merasai dirinya, jatungnya terasa berdegub kencang saat tiba2 ia merasakan suatu menekan pada perutnya, perlahan ia buka selimut yang menutupi tubuhnya alangkah terkejutnya ratu Jodha saat mendapati sebuah tangan kekar memeluk posesif tubuh polosnya, segera ia menoleh kebelakang tubuhnya untuk memastikan pemilik tangan kekar tersebut, jantungnya terasa berhenti berdetak saat ia melihat wajah raja Jalalludin Babur Khan, sedang berbaring disisinya dengan memeluk dirinya dengan kondisi yang sama seperti dirinya, bagaikan Adam dan Hawa yang baru diciptakan olah Tuhan.

Rasanya seperti tersambar petir disiang bolong, mendapati pria yang telah mengambil Rajmeranya juga telah mengambil kesuciannya, ingatannya tentang bagaimana percintaan mereka semalam kembali memenuhi ingatannya, perlahan ratu Jodha menyingkirkan tangan suaminya dari perutnya lalu beranjak turun dari tempat tidurnya.

" Ahh... " rintih ratu Jodha pelan saat ia merasakan rasa nyeri yang khas pada bagian sensitif tubuhnya.

Air matanya mulai jatuh, segera ia bangkit memakai bajunya lalu pergi dari tenda suaminya.

*
*

" Ratu Jodha... " panggilan seseorang menghentikan langkahnya saat ia baru saja keluar dari tenda suaminya, segera ia hapus air matanya, lalu menoleh kearah sumber suara.

" Hai... selamat pagi sultan Omar. " sapa ratu Jodha senatural mungkin pada sultan Omar sosok yang menyapa dan yang mendapatinya keluar dari kamar kakaknya.

" Selamat pagi juga ratu Jodha... kau kenapa??? apa kau sakit??? " tanya sultan Omar penasaran karena melihat penampilan ratu Jodha yang tidak biasa, wajahnya agak pucat dan ada bekas air mata yang tak bisa ditutipi darinya.

" Tidak... tidak ada apa - apa, aku hanya melihat kondisi yang mulia, karena semalam yang mulia demam karena kehujanan kemarin." ucap ratu Jodha memberi alasan.

The Hidden DiamondTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang