By : Ika Puspita
PART 3
*****
Tidak ada satupun yang tau apa yang sedang ada diotak raja Jalal, tapi semua setuju bahwa apapun yang sedang direncanakan raja Jalal adalah sesuatu yang sangat luar biasa cenderung tak biasa.
Dengan diikuti perdana menteri Bhairam khan, komandan Salim Pasha dan beberapa orang mentri kepercayaannya, Raja Jalal menuju keruang majelis Raudha, ruang berukuran 20m x 30m berbeda dengan ruang - ruang lain yang ada di istana Badhar, ruang majelis ini begitu sederhana, jika diruang lain istana Badhar dihiasi dengan berbagai ukiran emas, perak, vas - vas raksasa, kelambu - kelambu yang terbuat dari kain sutra, ruang majelis Raudha hanya dihiasi oleh ukiran kalimatullah pada dindingnya, tidak ada singgasana yang terbuat dari emas hanya permadani yang digelar di lantai, ruang ini dikhususkan sebagai ruang untuk menimba ilmu agama, setiap para ulama yang datang ke istana Badhar yang berasal dari seluruh penjuru bumi, pasti akan diundang untuk datang ke istana dan diminta untuk membagikan ilmunya, doa dan nasehatnya kepada seluruh penghuni istana diruang majelis Raudha ini.
Dan sore ini sesuai dengan janjinya pada ibu suri Hamida, raja Jalal menemui syeikh Husein al - Badr, dengan langkah tegap raja Jalal masuk kedalam ruangan majelis lalu duduk disebuah singgasana yang sudah disiapkan sebelumnya atas permintaan raja Jalal.
Syeikh Husein al - Badr yang ternyata telah ada didalam bersama ibu suri Hamida dan beberapa bibi dan paman raja Jalal hanya tersenyum melihat sikap angkuh raja Jalal.
" Assalamualaikum Jalal... " salam syeikh Husein al - Badr ramah.
" RAJA JALAL syeik.. RA - JA JALALLUDIN BABUR KHAN!!! " peringat Jalal tegas.
" Assalamualaikum raja Jalal... semoga Allah selalu memberkahimu dengan kebaikan di dunia dan akhirat, aamiin."
" Waalaikumsalam... doamu sudah terkabul syeikh, Tuhan telah memberiku kekuasaan yang begitu luas, kerajaanku sangat besar dan kuat, aku tidak terkalahkan disetiap pertempuran, semua musuhku takut begitu mendengar namaku, aku adalah Raja bumi ini!! " ucap raja Jalal angkuh, syeikh Husein al - Badr hanya tersenyum mendengar ucapan Jalal sedang ibu suri hanya bisa menghala nafas berat melihat keangkuhan putranya.
" GIRI LUSI JALMA TAN KENA ING NGINA
Diatas langit masih ada langit yang mulia raja Jalal,
AJA ADIGANG, ADIGUNG,LAN ADIGUNA,
Jangan sok berkuasa, sok besar dan sok sakti,
Tidak ada yang abadi di dunia ini selain kebenaran. " nasehat sang syeikh yang membuat raja Jalal mengertakkan giginya menahan amarah.
" Aku datang kesini atas permintaan ibu suri, aku sudah menemui syeikh sesuai dengan janjiku, sekarang aku harus pergi, banyak urusan yang lebih penting yang harus segera diselesaikan!! "
" Tunggu Jalal... biarkan syeikh Husein al - Badr mendoakanmu nak... Bukankah kau akan pergi berperang??? ini demi keselamatanmu nak.. " cegah ibu suri Hamida Khan pada raja Jalal yang beranjak akan pergi, dengan berat hati raja Jalal kembali duduk diatas singgasananya padahal semua orang duduk dilantai. syeikh Husein al - Badr hanya tersenyum melihat sikap raja Badhar.
" Kau tidak berubah yang mulia, kau tetap sama seperti 20 tahun yang lalu, TETAP SAMA. " ucap syeikh membuat Jalal semakin mengeraskan rahangnya mendengar sindiran syeikh Husein al - Badr.
" Cepat doakan aku syeikh... aku tidak memiliki waktu berlama - lama disini!!! "
" Tidak ada satupun manusia yang PANTAS DUDUK LEBIH TINGGI DARI ILMU, siapa yang tidak menghormati ilmu maka tidak akan ada satupun penduduk bumi dan langit yang akan menghormatinya!! " ucap syeikh Husein al - Badr tanpa takut sedikitpun, mendengar hal itu raja Jalal langsung berdiri dari singgasananya penuh dengan amarah, baginya syeikh Husein al - Badr sudah begitu lancang berani berkata seperti itu pada seorang raja hebat di muka bumi ini. Perdana menteri Bhairam yang melihat amarah Jalal langsung ikut berdiri lalu memegang pundak Jalal agar Jalal meredam emosinya, melihat kode yang diberikan baba_ nya raja Jalal langsung duduk dilantai sama seperti yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hidden Diamond
Historical Fiction-Jodha Kunwari Hazeb -Jalalludin Babur Khan -Omar Babur Khan perjuangan memperoleh status,kehormatan,penghormatan,kekuasaan,kedudukan yang di bumbuhi oleh intrik2 licik,serta perjuangan menemukan CINTA SEJATI yang tidak mudah dalam lingkaran Cinta...
