By : Ika Puspita
****
" Selamat pagi yang mulia.... " bisik ratu Jodha yang seketika membuat raja langsung menoleh kearah sumber suara, sepasang tatapan penuh kehangatan, senyum yang lembut menyambut dirinya dari " Kematian ".
" Lo... Lotus??? " ucap raja tergagap mendapati ratu Jodha berbaring disisinya.
" Kami mencintaimu yang mulia.... ( CUP )."
" Hah????? " raja terbengong mendengar apa yang diucapkan ratu Jodha yang dilanjutkan sebuah ciuman selamat pagi dikeningnya.
( " Mimpi yang indah... " ) batin raja.
" Ada apa yang mulia??? Mengapa kau hanya diam saja??? Apa punggungmu masih terasa sakit??? Atau kau merasakan sakit dibagian yang lain??? " tanya ratu penuh kekhawatiran sambil memeriksa luka - luka raja, sedang raja sendiri masih tertegun dengan apa yang ia alami barusan, pikirannya belum sepenuhnya menyatu dengannya akibat masa kritis yang berhasil ia lalui semalam, pikirannya masih sibuk mencari jawaban apakah yang ia dengar tadi benar atau cuma khayalannya semata.
" Akan aku panggilkan tabib untuk memeriksamu yang mulia, kau tunggulah sebentar... " ucap ratu langsung bangkit dari tidurnya dan pergi memanggil tabib meminggalkan raja yang masih tertegun, tenggelam dalam pikirannya.
Tak berapa lama kemudian ratu Jodha kembali bersama dengan seorang tabib, segera ratu Jodha mempersilahkan tabib untuk memeriksa yang mulia raja Jalal.
" Bagaimana keadaan sultan Omar. " tanya raja menghentikan tabib yang hendak memeriksanya.
" Alhamdulillah... sultan Omar baik - baik saja, memang luka yang ia terima disekujur tubuhnya cukup banyak, tapi luka itu akan segera sembuh karena sultan Omar orang yang cukup kuat. " jelas sang tabib membuat raja bisa bernafas lega.
" Aku ingin melihat sultan Omar. "
" Jangan dulu yang mulia... luka anda masih belum mengering, untuk sementara anda belum boleh banyak bergerak terlebih dahulu, anda masih membutuhkan banyak istirahat." cegah tabib saat raja hendak bangun dari tidurnya.
" Aku tidak bisa berdiam diri terus diatas tempat tidur, prajuritku membutuhkanku, aku tidak mungkin meninggalkan mereka begitu saja tanpa mengetahui keadaan mereka, begitu juga dengan keadaan sultan Omar. " kukuh raja tak ingin dicegah.
" Yang mulia... jika kau ingin mengetahui keadaan prajuritmu, maka aku akan memeriksanya dan akan segera melaporkan padamu, jika kau ingin mengetahui keadaan sultan Omar maka aku akan ke tendanya untuk melihat keadaannya dan akan melaporkan kepadamu jika kau tidak percaya dengan ucapan tabib, beristirahatlah... semakin cepat kau pulih semakin cepat pula kau bisa melihat keadaan rakyatmu, tolong kali ini jangan keras kepala, ikuti apa yang dikatakan oleh tabib, demi kebaikanmu dan semua orang." ucap ratu yang setelah itu langsung pergi tanpa mendengar penolakan raja lagi untuk melihat keadaan pasukan Badhar dan sultan Omar, raja hanya bisa menatap pasrah melihat kepergian ratu Jodha.
( " Aku tau kau juga pasti sangat mengkhawatirkan keadaan sultan Omar, untuk itu kau langsung bergegas untuk menemuinya tanpa mendengarkan ucapanku terlebih dulu... Jadi apa yang aku dengar saat membuka mata tadi hanyalah halusinasiku saja... Lotus.... " batin raja.)
~~~
" Salam sultan... bagaimana keadaanmu??? " ucap ratu saat masuk kedalam tenda sultan Omar dan mendapati sultan Omar sedang diperiksa oleh seorang tabib.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Hidden Diamond
Historical Fiction-Jodha Kunwari Hazeb -Jalalludin Babur Khan -Omar Babur Khan perjuangan memperoleh status,kehormatan,penghormatan,kekuasaan,kedudukan yang di bumbuhi oleh intrik2 licik,serta perjuangan menemukan CINTA SEJATI yang tidak mudah dalam lingkaran Cinta...
