Chapter 2 - Gerwish?

114K 9.7K 267
                                        

Pria itu langsung menarik dan memeluk Luna ke dalam cermin.

"Apa ini?! Kau siapa? Lepaskan aku!'' Luna memberontak dan mencoba melepaskan pelukannya.

Luna memberontak sekuat tenaga, tapi tenaga pria itu jauh lebih besar darinya.
Ia lalu tersedot ke dalam cermin bersama laki-laki itu, dan akhirnya ia pingsan karena syok.

Luna membuka matanya dan langsung melihat sebuah sosok yang menariknya ke cermin tadi tidur dengan mata terpejam di sebelahnya.

Sesaat ia terpana menatap laki-laki berwajah tampan di hadapannya itu, tapi lalu tersadar, dan perhatiannya teralihkan oleh ruangan yang sangat unik itu.

Ia melirik ke atap kamar, ornamen kamar ini sangatlah klasik. Ia sedikit kaget, tapi lalu menguasai kembali dirinya.

Luna berpikir pasti ia sudah dibawa ke Gesh ... Ger ... yah (apapun itu ia tak peduli) seperti yang dikatakan neneknya.

"Sialan! Ini hari tersial yang pernah kurasakan dalam hidupku!'' maki Luna pelan lalu menghela napas.

Luna hanya diam menatap seorang pria berambut perak yang memeluknya erat dan tidur di sebelahnya dalam satu ranjang dengan rasa penasaran.

"Apakah aku sebegitu tampannya hingga kau tak berkedip sama sekali?'' pria itu berbicara tanpa membuka matanya.

"Tidak juga. Aku menunggumu menyingkir dariku. Kau berat!'' kata Luna datar.

Pria itu membuka matanya, agak lama Luna bertatapan dengannya. Jarak wajah mereka sangatlah dekat, tapi Luna sama sekali tak gugup, cuma agak jantungan. Sedikit.

Ia memanglah gadis yang pemberani, ia tak takut pada apapun. Kecuali pada keramaian atau kerumunan orang. Luna mengidap gangguan psikologi yang bernama Agoraphobia.

Pria itu akhirnya bangun dan berdiri sambil merapikan bajunya.

Luna mengernyitkan dahinya heran melihat pakaian mewah yang dipakai laki-laki itu.

"Kau tak terkejut?'' tanya pria itu menatap dingin Luna.

"Menurutmu?'' Luna malah balik bertanya.

"Tidak. Sama sekali tidak.''

Apanya yang nggak! Tentu aja aku terkejut! Jantungan malah! Aku bahkan tak tahu ini dunia macam apa! Batin Luna menyembunyikan ekspresinya sambil melihat jam tangannya.

Jam 16:37.

"Ah, baru setengah jam rupanya.'' gumam Luna tak jelas.

Pria dihadapannya hanya diam memperhatikannya.

"Sekarang jam berapa?'' tanya Luna tanpa mengalihkan tatapannya dari jam tangannya. Ia penasaran apakah waktu di dunia ini dengan bumi berbeda.

"Kenapa kau bertanya?''

Luna menatap pria itu kesal, ''Bisakah kau menjawab dulu pertanyaanku, baru kau menanyakannya?''

"Waktu di dunia ini sama seperti di bumi.'' jawabnya ketus.

Luna hanya diam lalu berdiri. "Antarkan aku ke orangtuaku.''

"Kau, mengetahuinya?''

"Menurutmu?'' tanya Luna balik.

"Kau sangat menyebalkan.'' Katanya lalu berjalan kearah pintu.

"Kuanggap itu sebagai pujian.'' Luna mengikuti pria itu.

Silver Moon (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang