"Apakah ia baik-baik saja?'' Luna bertanya pada Orion saat ia mengunjungi kamar Luna.
"Ia baik-baik saja, ibumu bilang ia hanya kehilangan darah, tapi ibumu sudah mengobatinya.'' Orion menggenggam tangan Luna.
"Ah, syukurlah.'' Luna lega.
"Rion, kau pasti belum tidur. Ah! Aku tak tahan melihat lingkaran hitam di wajahmu. Cepat tidur!'' Luna menarik kepala Orion dan menaruh di pahanya agar Orion berbaring di sofa.
Orion tak mengatakan apa-apa dan hanya menuruti Luna.
"Pasti kau sangat lelah.'' Luna membelai rambut perak Orion dengan sayang.
Orion terlelap seketika ketika Luna menyuruhnya tidur.
Ah dia benar-benar lelah. Pikir Luna tersenyum lalu mengelus pipinya lembut.
Orion sudah tertidur 3 jam dipangkuan Luna. Luna pun tak bergerak sedikitpun dari tempat itu. Ia hanya terus memperhatikan wajah Orion yang sangat polos ketika tidur.
Luna tersenyum ketika Orion membuka matanya.
"Aku benar-benar tidur, rupanya...'' Orion memiringkan kepalanya lalu melingkarkan tangannya dipinggang Luna.
"Jangan tidur lagi. Kau harus makan, Rion. Aku tahu kau belum makan apapun dari semalam.'' Luna mengusap pipi Orion.
"Elsy sudah menyiapkan makanan untuk kita.''
"Hmmm, baiklah sayang.'' Orion menatap Luna tersenyum. Tanpa disangka Orion menarik kepala Luna yang menunduk menatapnya lalu mengecup bibirnya beberapa saat.
"A..apa yang kau lakukan?!'' wajah Luna memerah lalu mendorong kepala Orion agar ia duduk.
Orion duduk dan terkekeh geli melihat wajah Luna yang memerah.
Sekali lagi Orion mendekatkan wajahnya dan mengecup pipi Luna dengan lembut.
"Ayo makan..'' Orion lalu berdiri dan mengambil nampan berisi makanan diatas meja yang ada didepan sofa.
***
Tok..tok..
"Permisi putri.. ini Ersy.''
"Masuk..'' jawab Luna.
"Ah maaf pangeran, putri. Aku tak tahu kalian sedang makan.'' Kata Ersy tak enak.
"Ah, tak apa. Kami sudah selesai kok.'' Luna tersenyum.
"Oke, kami akan kesana sebentar lagi.'' kata Orion datar.
***
"Sebutkan namamu, jelaskan kenapa kau bisa sampai masuk ke istana ini.'' Orion menatap anak itu tajam.
"Na..namaku Rindo. Aku pengelana, aku dikejar-kejar sekelompok bandit karena aku melawan mereka. Jadi.. aku memanjat pohon dan melompat melewti dinding. Aku.. ku benar-ubenar tak tahu kalau ini sebuah istana.'' jawabnya ketakutan.
Luna mengintip pemuda itu dari belakang punggung Orion dan tersenyum.
"Berapa umurmu?'' Luna mendekatinya, tapi seperti yang kalian duga, Orion menggenggam tangan luna seperti rantai hingga ia selalu mengikuti setiap langkah kaki Luna.
"15 tahun.'' jawab Rindo menatap Luna lama sekali sampai-sampai Orion memelototinya.
"Wahhh, sudah kuduga kau masih bocah.'' kata Luna dengan cueknya.
"Hmm? Kau pikir berapa umurmu?'' Orion mengernyit heran.
"Bulan putih nanti umurku 18 tahun. Kau tak percaya?'' Luna mulai kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silver Moon (END)
Fantasy#1 in Fantasy (12-03-2017) Sebuah cermin menuntun seorang gadis bernama Luna ke dunia penuh keajaiban. Di sana, pangeran berambut perak yang terlahir di bulan perak telah menunggu sekian lamanya untuk membawanya pada takdir berbahaya. Orion, itulah...
