Untuk kesekian kalinya Luna terus berdoa dalam hati sambil terus mengawasi Orion yang berhadapan dengan Aron.
Kekuatan mereka hampir seimbang, kalau saja Orion tak sambil melindungi Luna dari sasaran sihir Aron. Walaupun begitu, Orion bisa mengunggulinya berkat kemampuan berpedangnya.
"Putri!'' teriak seseorang dari arah pintu.
"Zelya!'' Luna berlari ke arah pintu. Untunglah kamar ini sangatlah luas, serta Orion dan Aron bertarung hingga ke pojok kamar, dan jauh dari pintu masuk kamar ini, jadi Luna bisa bergerak bebas ke arah pintu.
"Putri, gawat! Paman Leto terluka!'' Zelya panik.
"Papa?! Kenapa ia bisa disini?!'' Luna melotot kaget.
Luna menoleh ke arah Orion drngan wajah pucat.
Pergilah, aku tak apa. Aku akan baik-baik saja. Selamatkanlah ayahmu.
Sebuah suara muncul dikepala Luna.
Orion ternyata mendengar percakapannya dengan Zelya, dan langsung melakukan telepati.
Aku akan segera kembali! Jangan sampai terluka! Aku mohon..
Luna terus menatap Orion.
Baikah, aku janji. Jawab Orion tersenyum sekilas.
"Apa yang kau tertawakan?!'' Aron semakin memanas melihat senyum Orion walaupun sekilas.
***
"Papa! Apa yang terjadi?!'' Luna langsung memeriksa denyut nadi Leto yang hampir tak sadarkan diri.
"Syukurlah, kau baik-baik saja nak.'' Leto tersenyum sambil meringis menahan sakit.
"Uhuk!'' Leto terbatuk dan mengeluarkan darah.
Dengan cepat Luna menyobek baju Leto disekitar dadanya.
"Pendarahan dalam.'' Luna panik dan meneteskan air matanya.
"Papa, kenapa kau ceroboh sekali..hiks..''
"Tenanglah, papa baik-baik saja.'' Leto mengusap lembut kepala putri semata wayangnya.
"Zelya, buatkan perisai tak tampak selama aku mengobatinya.'' Luna menghapus air matanya dan membuat Leto tertidur dengan sihirnya.
Zelya mengangguk, lalu membuat sebuah perisai disekitar mereka.
"Putri, apa yang akan kau lakukan? Kau tahu sihir medis yang akan mengobatinya? Sepertinya lukanya cukup parah.'' Zelya kemudian duduk di sebelah Luna dan ikut mengamati Leto.
"Tidak, aku hanya tahu sihir medis dasar.'' Luna menggeleng.
"Lalu?'' Zelya bertanya dan kemudian sadar akan apa yang ingin dilakukan Luna.
"Putri! Kau yakin?! Kau tak boleh menggunakannya! Orang-orang kerajaan sudah melarangmu menggunakannya.''
"DIAM!'' Luna menatap Zelya. "Lalu apa yang bisa aku lakukan?! Hanya kekuatanku yang bisa menolongnya! Dia ayahku! Mana mungkin aku mengabaikannya..'' Luna membentak Zelya.
Setelah beberapa saat, Luna menarik napasnya dalam-dalam dan menenangkan dirinya.
"Maaf.. tak seharusnya aku marah.'' Luna mulai tenang.
Luna kemudian menaruh kedua telapak tangannya diatas dada Leto yang membiru karena pendarahan didalam dan mulai memejamkan matanya untuk berkonsentrasi.
Perlahan, cahaya kemerahan muncul dikedua telapak tangannya dan mengalir ke luka yang ia obati.
Luna perlahan mulai merasakan sakit didadanya akibat ia mengobati luka orang lain. Sakit itu perlahan akan berpindah pada tubuh Luna ditempat yang sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silver Moon (END)
Fantasy#1 in Fantasy (12-03-2017) Sebuah cermin menuntun seorang gadis bernama Luna ke dunia penuh keajaiban. Di sana, pangeran berambut perak yang terlahir di bulan perak telah menunggu sekian lamanya untuk membawanya pada takdir berbahaya. Orion, itulah...
